Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
وَاِ ذَا سَاَ لَـكَ عِبَا دِيْ عَنِّيْ فَاِ نِّيْ قَرِيْبٌ ۗ اُجِيْبُ دَعْوَةَ الدَّا عِ اِذَا دَعَا نِ ۙ فَلْيَسْتَجِيْبُوْا لِيْ وَلْيُؤْمِنُوْا بِيْ لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُوْنَ
wa izaa sa-alaka 'ibaadii 'annii fa innii qoriib, ujiibu da'watad-daa'i izaa da'aani falyastajiibuu lii walyu-minuu bii la'allahum yarsyuduun
"Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu (Muhammad) tentang Aku, maka sesungguhnya Aku dekat. Aku kabulkan permohonan orang yang berdoa apabila dia berdoa kepada-Ku. Hendaklah mereka itu memenuhi (perintah)-Ku dan beriman kepada-Ku agar mereka memperoleh kebenaran."
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 186)
* Via Al-Qur'an Indonesia https://quranapp.id
Jadi perjalanan awal kalian untuk menuju Tuhan, harus dimulai dengan mengenal dan mengerti ruh kalian sendiri....
Untuk hal itu, maka ruh kalian harus keluar dari dalam tubuh....
Lalu meneliti ruhmu sendiri, agar kalian bisa memahami, "oh, seperti ini yang dinamakan ruh"....
Tahap selanjutnya adalah pemurnian ruh, dari campuran dan kotoran, agar ruh kembali menjadi rauh....
Ini sulit, tapi bukan mustahil....
1. Nafs Allah
2. Sifat Allah (implisit)
3. Nur Allah
4. Ruh Allah
5. Amar Allah/min amri robbii
6. Wajah Allah
7. Asma' Allah
Didalam Nafs Allah itu ada sifat Allah, yang ditetapkanNya bagi diriNya sendiri....
Lalu setiap sifat Allah itu mendhazirkan Nur Allah.....
Dari Nur Allah itu medzahirkan ruh Allah....
Ruh Allah itu ketika berbuat sesuatu, dinamakan amar Allah....
Ruh Allah itu ketika medzahirkan sesuatu, dinamakan wajah Allah....
Wajah2 itu diberi nama sesuai karakternya, disebut asma' Allah....
1. Nafs Allah
2. Sifat Allah (tamsil)
3. Nur Allah
4. Rauh Allah
5. Ruh Allah/Amar Allah
6. Wajah Allah
7. Asma' Allah
Dari 1 sifat Allah, menurunkan 1 nur Allah....
Dari 1 nur Allah, menurunkan 1 rauh Allah....
Dari banyak/campuran nur Allah menurunkan 1 ruh Allah/amar Allah...
Adapun penampakan/tampilan wujud rupa, dimulai dari nur Allah.... dimulainya adanya terang, gelap dan bening....
"Allah adalah Cahaya langit dan bumi.
Perumpamaan cahaya-Nya seperti sebuah lubang (misykāt) yang di dalamnya ada pelita…
Pelita itu dalam kaca, kaca itu seperti bintang yang bercahaya…
Dinyalakan dengan minyak dari pohon yang diberkahi, yaitu pohon zaitun yang tidak timur dan tidak barat…
Minyaknya hampir menyala walau tidak disentuh api.
Cahaya di atas cahaya.
Allah memberi petunjuk kepada cahaya-Nya siapa yang Dia kehendaki…" An Nur 35
1. Nafs Allah.... Ini sering diganti istilah dengan Dzat Allah....
Hal paling awal yang dilakukan Allah adalah Allah menetapkan sifat pada Nafsnya sendiri
كَتَبَ عَلَىٰ نَفْسِهِ الرَّحْمَةَ
Artinya: “Dia telah menetapkan atas Diri-Nya sendiri rahmat.” Al An'am 12
Sifat yang paling awal ditetapkanNya bagi diriNya sendiri adalah rahmat.... Kasih Sayang....
Jadi kalian yang memiliki sifat Kasih Sayang yang tinggi, kalian memiliki sifat yang ditetapkan Allah pertama kali bagi diriNya sendiri....
Jangan khawatir, gak bakalan kalian disiksa dineraka kalau punya sifat kasih sayang yang sangat tinggi....
Makanya kalau di ajak Baksos yang semangat.... heuheuheu.
2. Sifat Allah...
Sebelumnya sudah diulas bahwa Allah menetapkan bagi Nafs Nya sifat, dan sifat pertamaNya adalah RAHMAT....
Begitu muncul sifat rahmat, maka muncullah "ruang rahmat Allah" seluas rahmatNya, yang tidak terhingga, tidak memiliki tepian ujung.....
Kemudian Allah menetapkan bagi Nafsnya, sifat2Nya yang lain, yang diwadahi dalam ruang rahmatNya sendiri....
Ndherek Abah...❤️❤️❤️, apakah penjelasan yg dahulu pernah Abah bahas mengenai Qiyamuhu bihi direvisi kembali menjadi Qiyamuhu binafsihi, Abah? 🙏
=================
Ya tidaklah... binafsihi itukan pakai nafs saja.... sifat tdk, nur tdk dst....
Bener bihi....
Karena dzatNya berdiri sendiri, sifatNya berdiri sendiri, nur Nya berdiri sendiri dst....
Qiyamuhu bihi....
Qiyamuhu binafsihi = independen tidak butuh pada makhluk. leres ngaten nggeh ?
Kalau qiyamuhu bihi pripun?
====================
Kalau qiyamuhu binafsihi itu berdiri DIA dengan nafsnya sendiri....
Kalau qiyamuhu bihi, itu berdiri DIA dengan DIA.... lebih global mencakup seluruh aspek....
Yang menunjukkan Allah bukan hanya Nafs atau dzat saja.... tanpa 6 hal yang lain tadi....
Kalau dzat saja tanpa sifat, artinya itu dzat buta tuli bisu, karena melihat, mendengar dan berbicara adalah sifat.... bahkan bisa berdiri pun sebuah sifat...
3. Nur Allah....
3. Nur Allah....
3. Nur Allah.....
Wujud tamsil dari Nur Allah....
“Allah adalah cahaya langit dan bumi. Perumpamaan cahaya-Nya seperti sebuah lubang yang tak tembus, yang di dalamnya ada pelita besar. Pelita itu di dalam kaca, dan kaca itu seakan-akan bintang yang berkilauan, yang dinyalakan dengan minyak dari pohon yang diberkahi, yaitu pohon zaitun yang tumbuh tidak di sebelah timur dan tidak pula di sebelah barat, yang minyaknya saja hampir-hampir menerangi walaupun tidak disentuh api. Cahaya di atas cahaya. Allah memberi petunjuk kepada cahaya-Nya bagi siapa yang Dia kehendaki, dan Allah membuat perumpamaan-perumpamaan bagi manusia. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.” An Nur 35....
Perhatikan.... gambaran dari wujud tamsil Nur Allah....
1. Seperti lubang yang tidak tembus.... Maksud dari lubang tidak tembus, adalah bahwa nur Allah itu terpelihara kesuciannya, tidak terkontaminasi dan tercampur....
2. Didalamnya ada pelita besar..... pelita adalah nyala api sebagai sumber terang.....
Maksudnya nur Allah itu mawujud dalam simbol tamsil seumpama huruf alif yang berkobar terang benderang....
3. Nyala apinya ada didalam kaca yang berkilauan seperti bintang terang....
Nur alif itu nampak berada dalam kaca yang berkilauan seperti bintang....
Jadi seperti bintang berkilau yang didalamnya ada nyala api seperti alif....
4. Nyala api alif yang kilaunya sempurna, seumpama dinyalakan dengan minyak zaitun terbaik, yang minyaknya saja sudah kemilau, walau belum dibakar.....
Sebelumnya telah diterangkan bahwa Allah menetapkan sifat rahmat, yang kemudian muncullah ruang rahmatNya yang maha luas....
Lanjut
=====
Wujud tamsil dari nur Allah....
Seperti bintang besar yang cemerlang, berkelap-kelip dengan warna-warni yang sangat indah, yang didalamnya ada kobaran seperti huruf alif....
Tetapi perlu difahami, wujud tamsil adalah permisalan, sebagai gambaran keagungan Tuhan....
Tamsil itu ada, agar bisa menghayati makna didalamnya.... dan menyerap pengetahuan dari Tuhan....
Kemudian Allah menetapkan sifat jamal (indah) didalam ruang rahmatNya.... dari sifat jamal, muncullah nur keindahan Allah yang terang benderang, diwadahi dalam ruang rahmatNya....
Kemudian Allah menetapkan sifat jalal (agung) pada ruang rahmatNya... Dari sifat jalal muncullah nur yang gelap pekat, nur keagungan Allah....
Allah memisahkan diantara kedua nurNya....
Kemudian Allah menetapkan sifat adil pada ruang rahmatNya.... Dari sifat adil muncullah nur yang bening jernih tiada berwarna....
Kemudian sifat2 yang lain.... Yang kesemuanya didalam ruang rahmatNya yang maha luas.....
Tampilan adanya wujud rupa, diawali adanya nur Allah.... Tampilan utama ada dalam 3 tampilan, yaitu terang, gelap dan bening (seolah terang, seolah gelap, tapi bukan keduanya)....
Nafs Allah, tiada memiliki tampilan wujud rupa... Dan tidak bisa dirasakan.... Seumpama kekosongan mutlak, yang tiada bisa dimengerti keadaannya....
Sifat Allah, tiada memiliki tampilan wujud rupa, tetapi bisa dirasakan keberadaannya dalam "rasa" yang sangat dalam.... Telah ada rasa.... Tetapi tidak bisa dimengerti akal pikiran....
Nur Allah, bisa disaksikan dengan mata hati yang jernih, karena telah memiliki tampilan dan tamsil2....Bisa dirasakan dengan hati yang jernih.... Bisa difahami dengan akal yang bening....
Kalau nafs saja atau dzat saja yang ditinjau, maka tidak bisa dikatakan qiyam atau berdiri, sebab bisa berdiri adalah sifat....
Kalau dzat saja yang ditinjau yah, gak ngapa2in bi nafsihi, gak berdiri, gak duduk, gak tidur, gak ngapa2in dengan dzatnya....
Bukan berdiri dengan dzatnya sendiri, tapi gak ngapa2in dengan dzatnya sendiri....
Kemarin kita sudah ke no 3. Nur Allah.... nanti segera kita lanjut lagi ke no 4. Ruh Allah....
1. Nafs Allah
2. Sifat Allah (implisit)
3. Nur Allah
4. Ruh Allah
5. Amar Allah/min amri robbii
6. Wajah Allah
7. Asma' Allah
Ke 7 nya adalah bab Allah, yang diserap dari dalam Al Qur'an.... Sudah saya uraikan tentang Nafs Allah, Sifat Allah dan nur Allah....
ثُمَّ اسْتَوَىٰ إِلَى السَّمَاءِ وَهِيَ دُخَانٌ
“Kemudian Dia menuju langit, dan langit itu masih berupa dukhān (asap).”
(QS. Fussilat 41:11)
Perhatikan ayat diatas, adalah saat Allah menciptakan langit dan bumi....
Habis menciptakan bumi, kemudian Allah istiwa di langit, dan menciptakan langit....
Mengesankan Allah "bergerak" kesana kemari, dari bumi ke langit....
Kalau kalian sudah memahami bab Allah yang 7 tadi, maka mestinya sudah bisa menangkap maksud, bahwa Allah dalam wujud "rauh Allah" saat menciptakan bumi dan langit....
Dari sifat Allah maha mencipta, muncul nurNya, nur mencipta, turun mawujud sebagai rauh Allah, rauh pencipta....
Kemudian menciptakan bumi, lalu istiwa ke langit menciptakan langit....
Itulah diantara gunanya memahami ilmu bab Allah, yang terdiri dari 7 bab....
Bukanya rauh (رؤح) itu aslinya (رواحة ) bah....???
apkah rauh itu bermkna ruh....???
==============
Dibaca satu2, jangan tercecer, sudah dijelaskan bedanya rauh Allah dan ruh Allah... Tercecer bikin tidak faham...
Ruh Allah = amar Allah
Sudah dijelaskan sampai penjelasan bagaimana munculnya rauh Allah dan ruh Allah....
Bukan hanya penjelasan di makna kata2, tapi kemunculannya...
Mmng mirip, bisa bikin kebolak balik, hurufnya juga sama....
Lanjut
=====
No 4. Rauh Allah
bukannya itu dibaca rOuhillah ya?
apakah ROUHILLAH dan RUHILLAH itu sama knjeng syekh?
===================
Memang mirip, rauhillah dan ruhillah....
Keduanya dari nur Allah....
Rauh Allah itu 1 nur Allah murni, menurunkan rauh Allah...
Ruh Allah itu campuran banyak nur Allah... menurunkan 1 ruh Allah disebut juga amar (urusan Allah)
Allah....
Dari ruh Allah itu nanti turun menjadi ruh makhluk....
Rauh dan Ruh nanti menjadi batas Ketuhanan vs kemakhlukan....
Ruh kita, kalau dimurnikan (menghilangkan pencampurannya) akan kembali kepada rauh Allah....
Rauh Allah ketika terurai akan kembali menjadi nur Allah....
Nur Allah ketika lenyap akan kembali menjadi sifat, sifat lenyap akan kembali kepada Dzat....
Selanjutnya saya sebut rauh untuk pembeda dengan ruh....
Awalnya dari Allah menetapkan sifat rahmat dalam nafsNya, muncullah ruang, yaitu ruang rahmat Allah....
Lalu dalam ruang muncullah nur dalam ruang rahmat, berdasarkan sifat2 Allah, 1 sifat, 1 nur.... dimulai dari 3 sifat utama, yaitu jamal menjadi cahaya terang, jalal menjadi cahaya gelap dan sifat adil menjadi cahaya bening (transparan)....
Lalu diikuti nur2 lain, yang secara global bisa dikatakan 3 nur, terang, gelap dan bening....
Dari setiap nur2 itu kemudian diturunkan dialam yang lebih rendah, 1 ruh... 1 nur, 1 ruh, itulah rauh Allah....
4. Rauh Allah....
وَلَا تَيْأَسُوا مِن رَّوْحِ اللَّهِ ۖ إِنَّهُ لَا يَيْأَسُ مِن رَّوْحِ اللَّهِ إِلَّا الْقَوْمُ الْكَافِرُونَ
".....dan jangan berputus asa dari rauḥ Allah. Sesungguhnya tidak ada yang berputus asa dari rauḥ Allah kecuali kaum kafir.” yusuf 87
Ada 2 penyebutan ruh Allah yaitu: rauh Allah dan ruh Allah....
Rauh itu dimaksudkan kepada ruh Allah....
Ruh itu dimaksudkan kepada ruh makhluk milik Allah.... disebut juga amar Allah (
4. Rauh Allah
“Rabb kita Tabaraka wa Ta‘ala turun ke langit dunia setiap malam, ketika tersisa sepertiga malam terakhir, lalu Dia berfirman: Siapa yang berdoa kepada-Ku, maka Aku kabulkan. Siapa yang meminta kepada-Ku, maka Aku beri. Siapa yang memohon ampun kepada-Ku, maka Aku ampuni.”
(HR. Sahih al-Bukhari dan Sahih Muslim)
Bisa dibaca hadist diatas, tentang Allah yang turun ke langit dunia di sepertiga malam....
Jika kalian mencari keterangan2 dari ulama salaf, tentang hal itu, penjelasannya kira2, "imani saja, entah bagaimana cara turunnya...."
Penjelasan yang tidak menjelaskan...
Tetapi kalau kalian sudah benar2 faham tentang bab Allah yang sudah saya ulas....
Maka akan mengerti, bahwa Allah turun dalam wujud rauh Allah.....
5.no , bisa disebut juga ruh (bukan rauh)....
Amar itu adalah urusan.... atau kerja, atau af'al....
Ruh/amar itu berasal dari campuran berbagai nur Allah.... diturunkan dialam yang lebih rendah dari alam rauh....
Setiap ruh memiliki campuran nur dalam kadar yang berbeda2.... Sehingga menghasilkan sifat unik yang tidak ada satupun ruh yang sama....
قُلِ الرُّوحُ مِنْ أَمْرِ رَبِّي
"....Katakanlah: ruh itu termasuk urusan Tuhanku...." Al Isra' 85
Ruh = amar Allah....
Ruh dan Rauh inilah batas kawasan....
Ruh adalah kawasan makhluk.... Rauh adalah kawasan Ketuhanan
...
Rauh Allah diturunkan dari 1 nur murni.... tanpa campuran.....
Ruh diturunkan dari banyak campuran nur, nur terang, yang disatukan dengan nur gelap....
Ruh/amar Allah itu kemudian diturunkan untuk sumber kehidupan makhluk2....
Adapun Rauh Allah itu sebagai eksekutif atau fungsi penggerak semesta bagi kawasan Ketuhanan....
Assalamu’alaikum abah ijin bertanya, berdasarkan hadits di atas rauh Allah yang manakah yg turun ke langit dunia, apakah salah satu dari nur sifat jamal, jalal dan adil ataukah semuanya turun ? mohon wedaran abah
===============
Waalaikumsalam
"Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan berimanlah kepada Rasul-Nya, niscaya Dia akan memberikan kepadamu dua bagian dari rahmat-Nya, dan Dia menjadikan untukmu cahaya yang dengan cahaya itu kamu dapat berjalan, serta Dia mengampuni kamu. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." Al Hadid 28
Yaitu dari sifat pemberi cahaya dan pengampun....
6. Wajah Allah
Ketika rauh Allah turun dalam melakukan penciptaan demi penciptaan....
Setiap penciptaan itu adalah tampilan wajah Allah, yang maksudnya menjadi cerminan sifat2 Allah yang agung....
Contoh sederhananya, ketika kalian memandang alam yang indah asri, sejati itu adalah tampilan wajah keindahan Allah....
Maka pada dasarnya kemanapun menghadap, kita menghadapi wajah Allah....
“Milik Allah timur dan barat. Maka ke mana pun kamu menghadap, di sanalah wajah Allah.” Al Baqarah 115
Apakah yang disebut ruang itu??
Ruang adalah rahmat Allah.... Yang membentang tiada tepi.... dari Allah yang maha luas rahmatNya....
Apakah yang disebut waktu itu??
Waktu adalah pergantian dari wajah2 Allah, dari satu wajah, ke wajah lainnya... Dari satu kemaha Indahan Allah, menuju kemaha Indahan yang lainnya....
Keadaanmu semua, adalah tenggelam dalam rahmat Allah dan memandang wajah2 Allah....
Hanya saja kesadaran kalian yang kurang....
Jangan pernah lupa, kalian saat ini berada di dalam ruang.....
Yang merupakan bagian dari ruang rahmat Allah yang maha luas....
Keadaan kalian, seperti tenggelam di dalam ruang rahmatNya Allah....
Maka fahamilah, kesana kemari, dimana2 berada, adalah berada dalam lingkupan rahmatNya Allah yang maha luas.....
Sebodoh2nya manusia paling sebodohnya bodoh, adalah mereka yang berputus asa dari rahmat Allah.....
Padahal mereka tenggelam dalam rahmatnya Allah yang maha luas tak terkira....
Bagaimanakah bisa yang tenggelam dalam rahmat, berputus asa terhadap rahmatnya Allah....???
Makrifat adalah bangun pagi, meninggalkan kebutaan, berlari pada yang hakiki....