Rabu, 04 November 2026

Rasa yang kau cari

Yang Tuhan berikan bukan penilaian
Standar manusia memandang kehidupan
Yang Tuhan berikan adalah perasaan
Wujud ditangkap yang dikecap perasaan

Ketika kau lapar menjadi kekenyangan
memberimu kantuk lalu terlelap ketiduran
Tak ada yang bisa mengatur tidur
Semakin kau atur semakin ngawur 

Benda ini hanya alat agar kita
Menghasilkan rasa yang kita damba
Rasa apa yang kau cari sampai begini
Jangan sampai dahaga tak terperi

Begitulah keadilan Tuhan 
Begitulah kebaikan Tuhan
Yang mengizinkan kita menyebut Nya
Dari sebagian yang melupakan Nya

serigala malam

Malam telah tiba serigala tetap melolong
Masih lapar dia tak mau ke kandang
Sementara burung burung kembali pulang
Lelap disarang pulas tertidur kenyang

Bukankah Tuhan ciptakan malam
Untuk kita rebahkan jiwa mata terpejam
Sudahi dulu perih ambisi yang memburu
Dunia ini tak ada habisnya minta di cumbu

Berkumpul lah dengan keluarga
Lihat mereka sebelum kau terlalu tua
Matikan kotak benalu yang lenakan mata
Yang inginnya makanan pengakuan saja

Rabu, 28 Oktober 2026

hati ruh pikiran

Contoh hati ; adalah rasa setelah kita marah ngamuk2 itu rasanya GK enak banget down banget, kadang adem, tenang santai, sedih 

Contoh ruh bukan rasa tapi seperti.   " dorongan " jadi waktu awal2 mencoba mendekat ke Allah setelah tahajud zikir menjelang subuh dengar azan subuh tubuh ini pingin banget ke mesjid otomatis gitu bergerak kyk rindu pulang kampung (Ruh = dorongan, hasrat, motivasi=kecenderungan, ruh yang mirip berkumpul berbaris, orang yang ruh nya mirip akan berkumpul saling konek )

Pikiran you know lah KLO dalam surat Al Falaq di sebut sudhur
Tempatnya setan nimbrung
Was wis minal djin dan nas (manusia)

Tapi ketiga itu bukan dirimu

Siapa dirimu..dirimu adalah nafs

Yang merasa hati, yang tergiring dorongan, yang mengolah pikiran, yang mengamati nafs (kesadaran)


Sabtu, 24 Oktober 2026

Al Amin

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

وَمَا نَتَنَزَّلُ اِلَّا بِاَ مْرِ رَبِّكَ ۚ لَهٗ مَا بَيْنَ اَيْدِيْنَا وَمَا خَلْفَنَا وَمَا بَيْنَ ذٰلِكَ ۚ وَمَا كَا نَ رَبُّكَ نَسِيًّا
wa maa natanazzalu illaa bi-amri robbik, lahuu maa baina aidiinaa wa maa kholfanaa wa maa baina zaalika wa maa kaana robbuka nasiyyaa

"Dan tidaklah kami (Jibril) turun, kecuali atas perintah Tuhanmu. Milik-Nya segala yang ada di hadapan kita, yang ada di belakang kita, dan segala yang ada di antara keduanya, dan Tuhanmu tidak lupa."
(QS. Maryam 19: Ayat 64)

* Via Al-Qur'an Indonesia https://quranapp.id

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

قُلْ اِنَّمَاۤ اَنَاۡ بَشَرٌ مِّثْلُكُمْ يُوْحٰۤى اِلَيَّ اَنَّمَاۤ اِلٰهُكُمْ اِلٰـهٌ وَّا حِدٌ ۚ فَمَنْ كَا نَ يَرْجُوْا لِقَآءَ رَبِّهٖ فَلْيَـعْمَلْ عَمَلًا صَا لِحًـاوَّلَايُشْرِكْ بِعِبَا دَةِ رَبِّهٖۤ اَحَدًا
qul innamaaa ana basyarum mislukum yuuhaaa ilayya annamaaa ilaahukum ilaahuw waahid, fa mang kaana yarjuu liqooo-a robbihii falya'mal 'amalang shoolihaw wa laa yusyrik bi'ibaadati robbihiii ahadaa

"Katakanlah (Muhammad), "Sesungguhnya aku ini hanya seorang manusia seperti kamu, yang telah menerima wahyu, bahwa sesungguhnya Tuhan kamu adalah Tuhan Yang Maha Esa." Maka barang siapa mengharap pertemuan dengan Tuhannya, maka hendaklah dia mengerjakan kebajikan dan janganlah dia menyekutukan dengan sesuatu pun dalam beribadah kepada Tuhannya."
(QS. Al-Kahf 18: Ayat 110)

Ayat di atas dan di semua ayat al quran selalu ada kata Qul, padahal bisa saja nabi muhammad langsung menyampaikan isi perintah, namun tidak ada satu titik kata pun yang di buang oleh Nabi di dalam ayat Al Quran termasuk teguran2 Allah kepada nabi manakala beliau lupa atau salah (bukan dosa) selaku manusia biasa.. Tidak ditutupi oleh beliau semua ayat2 yang menceritakan kekurangan nya..atau kelebihannya  (Kekurangan nya menunjukkan kesempurnaan ciptaan Allah menurunkan sang rosul yang sama seperti kita manusia biasa, yang bisa merasakan suka duka, emosi, bingung dalam kadar nya sebagai manusia sempurna).. Maka pantaslah beliau diberi gelar Al Amin 🙏

podcast raim laode ; akrab dengan saudara

Sadar gak sadar sudah berpuluh tahun
Kita lewati hidup bersama saudara kita
Terutama saudara kandung 
Kakak atau adik kita 

Sudah lama berkomunikasi 
dalam bentuk seperlunya saja
Tak pernah kita dekat seperti sahabat
Saling mencurahkan isi hati

Kita lebih cenderung berkumpul
Bersama teman teman di luar
Menghabiskan waktu ghibah ngobrol
Via whatsapp maupun di tongkrongan

Namun saat kita sakit saat susah 
Saat buat acara walimah 
Yang datang paling awal
Yang membantu adalah saudara

Betapa senangnya hati orang tua 
Saat mereka masih ada 
bisa melihat kita saling akur
Hangat terbuka bercengkrama

Dan betapa menyesal nya nanti
Ketika mereka pergi atau saudara pergi
Entah siapa duluan yang mati
Baru kita sadari tiada waktu lagi

Menyesali mengapa dahulu
Tidak memprioritaskan waktu
Untuk berkumpul bercengkrama
Dengan saudara saudaraku

(Bahkan ghibah dengan saudara dosanya lebih mulia daripada ghibah dengan non saudara) 

Jumat, 23 Oktober 2026

IBU YANG MENINGGAL DI ATAS MOTOR

Ada perempuan sepanjang hidupnya seperti tak pernah diberi kesempatan untuk bernapas lega. Ketika kesedihan pertama belum sembuh, kehilangan berikutnya datang menghantam. Ia menangis, mengusap air mata, lalu kembali bekerja. Sebab, di rumah, ada empat anak harus makan. Ada masa depan harus diperjuangkan. Ada kehidupan tak boleh berhenti hanya karena hatinya berkali-kali dihancurkan.

Perempuan itu bernama Lu’lu Atunni’mah. Usianya 38 tahun. Ia berasal dari Desa Jebeng, Kecamatan Slahung, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur. Sejak kecil, Lu’lu sudah mengenal kehilangan. Kedua orang tuanya meninggal ketika ia masih muda. Ia kemudian diasuh Mbah Dhe, kakak dari neneknya. 

Lu’lu tumbuh. Ia bersekolah di Madrasah Tsanawiyah, lalu melanjutkan pendidikan ke Madrasah Aliyah di Pondok Mayak. Ia membangun keluarga bersama Syamsuddin, yang pernah aktif dalam kepengurusan Ansor dan Banser. Sekitar dua tahun lalu, Syamsuddin meninggal dunia. Lu’lu kembali kehilangan orang dicintainya. Kali ini, ia bukan hanya harus menguatkan dirinya sendiri. Empat anak berdiri di belakangnya, menunggu seseorang bisa memastikan kehidupan mereka terus berjalan.

Maka, ia bekerja. Apa saja yang halal, ia lakukan. Ia mencari daun pisang untuk dijual kepada pedagang dan warung makan. Ia berjualan rujak dan asinan. Ia mengumpulkan kain perca. Tak ada gengsi, tak ada pekerjaan dianggap terlalu rendah. Baginya, yang penting anak-anak bisa makan, bersekolah, dan memiliki masa depan.

Tetangganya, Ahmad Iqdam Muslihuddin, mengenangnya sebagai pekerja keras. Keluarga pihak suami turut membantu, demikian pula pihak lain memberikan dukungan. Namun, Lu’lu tetap dikenal sebagai perempuan tak berhenti berjuang.

Sabtu, 17 Oktober 2026, ia berpamitan untuk berobat ke bidan di Desa Gombang. Anak bungsunya, yang berusia sekitar tiga setengah tahun, ikut dibonceng. Perjalanan itu tak pernah berakhir sebagaimana yang diharapkan.

Lu’lu ditemukan tak sadarkan diri di depan tempat pencucian kendaraan. Nyawanya tak tertolong. Seorang ibu berangkat untuk mengupayakan kesehatannya sendiri justru tak pernah kembali ke rumah.

Kini, tiga anaknya masih menempuh pendidikan di pesantren dan Madrasah Ibtidaiyah. Si bungsu kehilangan ibu seharusnya memeluknya setiap malam.
#ponorogo



( seorang mati karena kebiasaan nya, InsyaAllah almarhumah husnul-khatimah, dimata banyak orang menganggap hidupnya malang, namun sesungguhnya hidupnya beruntung seperti kisah para nabi dan sahabat yang menempuh penderitaan, dan menjadi orang2 di jalan yang lurus yang dirindukan surga...anak2nya kelak InsyaAllah akan tumbuh jadi anak yang kuat dan sholeh..Aamiin )