Senin, 13 April 2026

Tassawuf versi kiay haji said agil siradj

tasawuf bukan Ahlak, silaturahmi, ramah sopan
Tasawuf bukan ahli ibadah yang rajin
Tasawuf juga bukan mistik gaib gaib
Tasawuf adalah penyaksian akan 
Adanya Allah, kita ini hanya wujud 
Yang di adakan, 
Allahlah senyata-nyatanya wujud
Kita dan alam ini adalah manifestasi 
Keberadaan Allah
Penyaksi akan 99 nama nama Allah
Sifat sifat Allah
Sehingga sanjung puji
Atau caci maki, suka duka
Itu biasa saja
Tiada maqom (
Tiada pencapaian
Karena yg dikejar selalu dinamis
Dialah Allah

Hayyin Layyin Qarib Sahl




Hayyin (هَيِّنٍ): Memiliki ketenangan dan keteduhan lahir batin, tidak sombong, tidak mudah marah, tidak suka memaki, dan tidak mudah melaknat.
Layyin (لَيِّنٍ): Lemah lembut, santun dalam tutur kata dan perilaku, tidak kasar, dan tidak semaunya sendiri.
Qarib (قَرِيبٍ): Ramah, mudah akrab, menyenangkan, dan sering tersenyum sehingga orang lain merasa nyaman mendekatinya.
Sahl (سَهْلٍ): Orang yang memudahkan urusan, tidak berbelit-belit, dan selalu berusaha memberi solusi, bukan menambah masalah.

Kamis, 09 April 2026

ustad

Ustad kh muh faiz
Ustad Nuruddin
Ustad adi warnanya
Ustad RD Muhammad Padma negara


hirarki

HIERARKI KEWALIAN Syaikhul Akbar Ibnu Araby dalam kitab Futuhatul Makkiyah membuat klasifikasitingkatan wali dan kedudukannya. Jumlah mereka sangat banyak, ada yang terbatas danyang tidak terbatas. Sedikitnya terdapat 9 tingkatan, secara garis besar dapat diringkassebagai berikut : Wali Aqthab atau Wali Quthub. Wali yang sangat paripurna. Ia memimpin dan menguasai wali diseluruh alam semesta.Jumlahnya hanya seorang setiap masa. Jika wali ini wafat, maka Wali Quthub lainnyayang menggantikan. Wali Aimmah. Pembantu Wali Quthub. Posisi mereka menggantikan Wali Quthub jika wafat. Jumlahnyadua orang dalam setiap masa. Seorang bernama Abdur Robbi, bertugas menyaksikanalam malakut. Dan lainnya bernama Abdul Malik, bertugas menyaksikan alam malaikat. Wali Autad Jumlahnya empat orang. Berada di empat wilayah penjuru mata angin, yang masing-masing menguasai wilayah nya. Pusat wilayah berada di Ka‘ bah. Kadang dalam WaliAutad terdapat juga wanita. Mereka bergelar Abdul Haiyi, Abdul Alim, Abdul Qadir danAbdu Murid. Wali Abdal. Abdal berarti pengganti. Dinamakan demikian karena jika meninggal di suatu tempat,mereka menunjuk penggantinya. Jumlah Wali Abdal sebanyak tujuh orang, yangmenguasai ketujuh iklim. Pengarang kitab Futuhatul Makkiyah dan Fushus Hikam yangterkenal itu, mengaku pernah melihat dan bergaul baik dengan ke tujuh Wali Abdal diMakkatul Mukarramah.Pada tahun 586 di Spanyol, Ibnu Arabi bertemu Wali Abdal bernama Musa al-Baidarani.Abdul Madjid bin Salamah sahabat Ibnu Arabi pernah bertemu Wali Abdal bernama Mu‘az bin al -Asyrash. Beliau kemudian menanyakan bagaimana cara mencapaikedudukan Wali Abdal. Ia menjawab dengan lapar, tidak tidur dimalam hari, banyak diam dan mengasingkan diri dari keramaian. Wali Nuqoba’. Jumlah mereka sebanyak 12 orang dalam setiap masa. Allah memahamkan merekatentang hukum syariat. Dengan demikian mereka akan segera menyadari terhadap semua tipuan hawa nafsu dan iblis. Jika Wali Nuqoba‘ melihat bekas telapak k aki seseorangdiatas tanah, mereka mengetahui apakah jejak orang alim atau bodoh, orang baik atautidak. Wali Nujaba’ . Jumlahnya mereka sebanyak 8 orang dalam setiap masa.

Selasa, 07 April 2026

metode islam ku

Islam = syariat = ilmu =metode tata cara hidup = ritual

iman = makrifat = ikhlas dan ridho ( marsudi) 

Ihsan = tarikat = hakikat = taubat, khauf, roja, sabar, syukur ( prilaku manusia) 


Dari gugel


. Urutan Jalan Spiritual
Dalam tasawuf, jalannya adalah:
  1. Syariat: Menjalankan hukum lahir (ibadah).
  2. Tarekat: Menjalankan amalan batin/penyucian jiwa (zikir, suluk).
  3. Hakikat: Mendapatkan penyingkapan rahasia Allah (mukasyafah).
  4. Makrifat: Mengenal Allah dengan mata batin secara langsung (makrifatullah).
Kesimpulan: Hakikat adalah bagian dari tasawuf yang merupakan jembatan untuk mencapai makrifat. Seorang yang mencapai hakikat akan mengenali Allah dengan sedekat-dekatnya pengetahuan. 

Rabu, 01 April 2026

Muawiyah bin Abu Sufyan anaknya Hindun

Wahai manusia! Aku adalah tanaman pertanian yang telah dipanen. Aku sudah selesai memerintah kalian, dan siapapun yang menjadi penggantiku pasti dia jauh lebih buruk daripada diriku sebagaimana khalifah sebelumku jauh lebih baik dari pada diriku.

Hai Yazid (putraku)! Apabila ajalku tiba, suruhlah seorang yang pria bijaksana untuk memandikan jenazahku karena orang yang bijaksana memiliki kedudukan di sisi Allah. Dan hendaklah dia memandikan jenazahku dengan lembut serta mengucapkan takbir dengan lantang. Kemudian gunakanlah saputangan untuk mengambil pakaian Nabi SAW dan beberapa helai rambutnya serta potongan kukunya (yang kusimpan) di lemari. Letakanlah helaian rambutnya apda hidung, mulut, dan mataku serta bungkuslah kulitku dengan pakaiannya sebelum kain kafanku.

Hai Yazid (putraku), camkanlah bahwa pesan Allah yang dititipkan pada kedua orang tua! Apabila kalian telah menurunkanku ke liang kuburku, maka pergilah segera! Biarkanlah Muawiyah bersama yang Paling Penyayang di antara yang Penyayang.

Muhammad ibn Uqbah menuturkan, "Ketika maut menjemput Muawiyah, dia berkata, "Aduh, seandainya dulu aku hanyalah pria Quraisy yang tinggal di Dzu Thuwa (sebuah tempat di negeri Syam) dan seandainya aku sama sekali tidak pernah mengemban jabatan ini."

Selasa, 31 Maret 2026

orang orang yang menyebalkan

Orang orang yang membencimu
Orang orang yang ramah padamu
Keduanya bertindak karena izin Allah
Dan diantara keduanya 
ada cerita ada hikmah 
Yang bisa di ambil

Seperti cerita muslim abangan
Yang terpaksa rajin berdoa 
Dan berzikir karena 
Rumahnya dihuni 
hantu genderuwo

Atau cerita anak pemurung 
Yang ortunya galak
Yang memaksa dia
Untuk menjadi anak mandiri

Atau sebenarnya 
kamu yang bermasalah
Busuk hati ego tinggi 
penuh suudzon
terlalu play victim

Layaknya obat yang pahit
Layaknya operasi pada tubuh
Layaknya suntikan vaksin
Layaknya infus pengganti makanan
Semua itu ada hikmahnya

Yang penting kamu
Jangan zalim 
Jangan marah 
Tetap tabah tetap ramah