Sabtu, 24 Oktober 2026

Al Amin

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

قُلْ اِنَّمَاۤ اَنَاۡ بَشَرٌ مِّثْلُكُمْ يُوْحٰۤى اِلَيَّ اَنَّمَاۤ اِلٰهُكُمْ اِلٰـهٌ وَّا حِدٌ ۚ فَمَنْ كَا نَ يَرْجُوْا لِقَآءَ رَبِّهٖ فَلْيَـعْمَلْ عَمَلًا صَا لِحًـاوَّلَايُشْرِكْ بِعِبَا دَةِ رَبِّهٖۤ اَحَدًا
qul innamaaa ana basyarum mislukum yuuhaaa ilayya annamaaa ilaahukum ilaahuw waahid, fa mang kaana yarjuu liqooo-a robbihii falya'mal 'amalang shoolihaw wa laa yusyrik bi'ibaadati robbihiii ahadaa

"Katakanlah (Muhammad), "Sesungguhnya aku ini hanya seorang manusia seperti kamu, yang telah menerima wahyu, bahwa sesungguhnya Tuhan kamu adalah Tuhan Yang Maha Esa." Maka barang siapa mengharap pertemuan dengan Tuhannya, maka hendaklah dia mengerjakan kebajikan dan janganlah dia menyekutukan dengan sesuatu pun dalam beribadah kepada Tuhannya."
(QS. Al-Kahf 18: Ayat 110)

Ayat di atas dan di semua ayat al quran selalu ada kata Qul, padahal bisa saja nabi muhammad langsung menyampaikan isi perintah, namun tidak ada satu titik kata pun yang di buang oleh Nabi di dalam ayat Al Quran termasuk teguran2 Allah kepada nabi manakala beliau lupa atau salah (bukan dosa) selaku manusia biasa.. Tidak ditutupi oleh beliau semua ayat2 yang menceritakan kekurangan nya..atau kelebihannya  (Kekurangan nya menunjukkan kesempurnaan ciptaan Allah menurunkan sang rosul yang sama seperti kita manusia biasa, yang bisa merasakan suka duka, emosi, bingung dalam kadar nya sebagai manusia sempurna).. Maka pantaslah beliau diberi gelar Al Amin 🙏

podcast raim laode ; akrab dengan saudara

Sadar gak sadar sudah berpuluh tahun
Kita lewati hidup bersama saudara kita
Terutama saudara kandung 
Kakak atau adik kita 

Sudah lama berkomunikasi 
dalam bentuk seperlunya saja
Tak pernah kita dekat seperti sahabat
Saling mencurahkan isi hati

Kita lebih cenderung berkumpul
Bersama teman teman di luar
Menghabiskan waktu ghibah ngobrol
Via whatsapp maupun di tongkrongan

Namun saat kita sakit saat susah 
Saat buat acara walimah 
Yang datang paling awal
Yang membantu adalah saudara

Betapa senangnya hati orang tua 
Saat mereka masih ada 
bisa melihat kita saling akur
Hangat terbuka bercengkrama

Dan betapa menyesal nya nanti
Ketika mereka pergi atau saudara pergi
Entah siapa duluan yang mati
Baru kita sadari tiada waktu lagi

Menyesali mengapa dahulu
Tidak memprioritaskan waktu
Untuk berkumpul bercengkrama
Dengan saudara saudaraku

(Bahkan ghibah dengan saudara dosanya lebih mulia daripada ghibah dengan non saudara) 

Jumat, 23 Oktober 2026

IBU YANG MENINGGAL DI ATAS MOTOR

Ada perempuan sepanjang hidupnya seperti tak pernah diberi kesempatan untuk bernapas lega. Ketika kesedihan pertama belum sembuh, kehilangan berikutnya datang menghantam. Ia menangis, mengusap air mata, lalu kembali bekerja. Sebab, di rumah, ada empat anak harus makan. Ada masa depan harus diperjuangkan. Ada kehidupan tak boleh berhenti hanya karena hatinya berkali-kali dihancurkan.

Perempuan itu bernama Lu’lu Atunni’mah. Usianya 38 tahun. Ia berasal dari Desa Jebeng, Kecamatan Slahung, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur. Sejak kecil, Lu’lu sudah mengenal kehilangan. Kedua orang tuanya meninggal ketika ia masih muda. Ia kemudian diasuh Mbah Dhe, kakak dari neneknya. 

Lu’lu tumbuh. Ia bersekolah di Madrasah Tsanawiyah, lalu melanjutkan pendidikan ke Madrasah Aliyah di Pondok Mayak. Ia membangun keluarga bersama Syamsuddin, yang pernah aktif dalam kepengurusan Ansor dan Banser. Sekitar dua tahun lalu, Syamsuddin meninggal dunia. Lu’lu kembali kehilangan orang dicintainya. Kali ini, ia bukan hanya harus menguatkan dirinya sendiri. Empat anak berdiri di belakangnya, menunggu seseorang bisa memastikan kehidupan mereka terus berjalan.

Maka, ia bekerja. Apa saja yang halal, ia lakukan. Ia mencari daun pisang untuk dijual kepada pedagang dan warung makan. Ia berjualan rujak dan asinan. Ia mengumpulkan kain perca. Tak ada gengsi, tak ada pekerjaan dianggap terlalu rendah. Baginya, yang penting anak-anak bisa makan, bersekolah, dan memiliki masa depan.

Tetangganya, Ahmad Iqdam Muslihuddin, mengenangnya sebagai pekerja keras. Keluarga pihak suami turut membantu, demikian pula pihak lain memberikan dukungan. Namun, Lu’lu tetap dikenal sebagai perempuan tak berhenti berjuang.

Sabtu, 17 Oktober 2026, ia berpamitan untuk berobat ke bidan di Desa Gombang. Anak bungsunya, yang berusia sekitar tiga setengah tahun, ikut dibonceng. Perjalanan itu tak pernah berakhir sebagaimana yang diharapkan.

Lu’lu ditemukan tak sadarkan diri di depan tempat pencucian kendaraan. Nyawanya tak tertolong. Seorang ibu berangkat untuk mengupayakan kesehatannya sendiri justru tak pernah kembali ke rumah.

Kini, tiga anaknya masih menempuh pendidikan di pesantren dan Madrasah Ibtidaiyah. Si bungsu kehilangan ibu seharusnya memeluknya setiap malam.
#ponorogo



( seorang mati karena kebiasaan nya, InsyaAllah almarhumah husnul-khatimah, dimata banyak orang menganggap hidupnya malang, namun sesungguhnya hidupnya beruntung seperti kisah para nabi dan sahabat yang menempuh penderitaan, dan menjadi orang2 di jalan yang lurus yang dirindukan surga...anak2nya kelak InsyaAllah akan tumbuh jadi anak yang kuat dan sholeh..Aamiin ) 

Jumat, 16 Oktober 2026

Wali Kecil

Tubuhnya kecil pikirkan nya sederhana
Makan main seru senang senang 
Namun hatinya belum menyimpan ruang
Untuk membenci dendam berpura-pura

Saat duka hanya menangis sekeras nya
Lalu merunduk menyempil dipojokan sana 
Ada sedikit pemantik senang lagi jiwanya
Lupa segala - tiada beban cerita lara

Dia tetap mencintaimu
Walau begitu kerasnya dirimu
Walau keras gertakanmu
Walau pedas hukumanmu

Kamu yang ngakunya dewasa
Hanyalah Bocah besar busuk hatinya
Suudzon menyimpan pahit prasangka
Pikiran melanglang kemana mana

Merasa sudah baik dan sempurna
Selalu pingin mengendalikan segala
Padahal selalu kalah pada amarah
Beraninya pada sosok kecil lemah 


Rabu, 14 Oktober 2026

kau tak harus jadi pahlawan hanya harus bertahan

Kau tak harus jadi pahlawan 
Tak harus membuktikan 
Tak perlu menunjukan siapa dirimu 
Tak perlu semua itu

Kau hanya harus bertahan
Bersyukur bersabar berkelanjutan 
Menahan tangan dan lisanmu
Daripada merusak sekitarmu

Kita hanya budaknya majikan
Bukan asisten atau kawannya Tuhan
Hanyalah si lemah merasa berdaya
Selalu lupa siapa dirinya

Selasa, 13 Oktober 2026

sempurna nya dari ketidaksempurnaan

Bahkan ketidaksempurnaan 
Adalah sempurna paripurna
Betapa ajaibnya sebuah fakta
Bak puzzle harus disitu tempat nya

Ketika kita melihat bukan dari mata
Karena dari cahaya terjemahan indera
Di balik yang melihat ada pengamat
keberadaan bukan lagi yang kasat

Ketika melihat dari mata 
Mengendus dari indera
Yang hadir penilaian manusia
Salah benar baik buruk saja

Ketika melihat dari asal muasal kata
Yang telah ada sebelum semua ada
Yang ada ternyata adalah Dia
Semua ini adalah keberadaan Dia
............ 


Kisah fiktif pembeli jeruk sekilo
Ada dua jeruk yang masam
Pembeli kesal lalu menemui penjualnya
Menyalahkan kenapa 
ada dua jeruk masam

Si penjual tidak tau menau
Dia hanya menjual 
dari kiriman distributor
Dari truk isinya berkarung jeruk

Lalu si pembeli mencari distributor
Distributor juga tidak paham
Dia menerima berkarung jeruk
Dari kebun jeruk jauh di pedalaman

Lalu si pembeli pergi ke kebun itu
Menyalahkan dua jeruk masamnya
Pengelola kebun pun tidak tau
Ratusan pohon  Tak bisa 
dia cek semua jeruk yang ada

Lalu si pembeli ujungnya
Menyalahkan Tuhan