Senin, 13 Juli 2026

Setiap hari melahirkan jenderal manis.. tapi bukan Nabi

Djawastin Hasugian (l. 1943)
Bisik Malam

Dengarlah manis, malam melangkahkan kakinya pelan-pelan
menusuk hati paling dalam,
begitu sayu begitu rindu pandang kedamaian
kutahu semua mata memandangnya, kutahu semua hati merindunya

tapi sedemikian keras duri-duri hati manusia
kutahu anak-anak yang tak berdosa ibu-ibu yang cinta anaknya
mendoa mendamaikan hati pada malam sunyi begini
di mata tergetar hati murni nurani manusiawi.


di seberang sana manis mendendam kita, mungkin
mulut senjata telah dipasangnya,
jauh di benua lain orang-orang hitam memperjuangkan haknya
dipulau sana manusia-manusia mengusir penjajah ladangnya
dimana-mana manusia mendendam atas sesamanya, atas bangsa dan
bangsa, tembok-tembok sengsara yang didirikannya
apa benarkah yang membedakan mereka dengan kita
kulitnya? rambutnyakah?
setiap hari melahirkan jenderal manis
tapi bukan nabi,
setiap hari melahirkan dewa manis
tapi bukan Tuhan,
yang lahir saban hari bukan nabi
manusia biasa saja
seperti kita


dengarlah manis, malam terus melangkahkan kakinya
ke lubuk hati paling murni,
ke lubuk tenang mengaca bayang
besok matahari yang tua itu kan datang juga
kemudian kisah kemarin berulang kembali.


serdadu-serdadu sibuk dengan senjatanya
jenderal-jenderal penakluk sibuk dengan taktiknya
sama saja, mereka bukan Tuhan
petani-petani membalik tanah, anak-anak naikkan layang-layang
buruh-buruh di pabrik, pertambangan semua bekerja
semua untuk hidup,
untuk kebahagiaan hidup yang gelita
mengapa tak damai saja?

apakah manusia tak dapat hidup tanpa pembunuhan?
apakah manusia tak dapat hidup tanpa penindasan?
bukankah semua kita rindukan kebahagiaan dan kedamaian?

berdoalah kau manis sebelum kau tutupkan kelopak matamu
arti manusia bukan pada kulitnya,
arti manusia bukan pada ladangnya,
tapi pada kemanusiaannya.


berdoalah manis,
hanya dalam tidur dunia bisa dilupa
hanya dalam tidur, kelaparan, pembunuhan, kemiskinan
ketakutan bisa dilupakan,
tidurlah badan yang lelah
besok hidup menuntut kerja.

Rawamangun, Desember 1963

Sumber: Sastra, Thn. IV, No. 2, 1964; dalam Angkatan 66, ed. Jassin (Gunung Agung, Cet. 1, 1968; Pustaka Jaya, 1983).

Kamis, 02 Juli 2026

Aldis Angry

Ada artis yg menarik perhatian saya
Ketika lagi susah keuangan dia berisik
Bertingkah aneh cari perhatian 
Ciptain lagu tentang hal yang viral
Apa itu rasa malu 
Malu gak bisa dimakan
Malu gak bisa buat beli pampers anak
Selalu BU dan random klo di wawancara
Di ejek dihina di bully dia biasa aja
Muka tebal demi keluarga di belakangnya
Ada ibu yang stroke anak istri dinafkahi
Selalu pamer ngaji ngajak jangan maksiat
Lalu jual burger jadi laris jadi viral
Semua milik Allah
Gagal itu masuk neraka
Sukses itu masuk surga
Usahanya menggurita
Jadi banyak manggung juga
Kukira dengan posisi dia sudah mapan
Dan kaya raya dia akan kembali normal
Seperti zaman masa jayanya
Yang cool calm ganteng
Ternyata enggak
Ketika ada artis top anak muda sekarang
Mengungkapkan visinya yang pro lgbt
Si tukang burger yang biasanya cuek ini
Marah marah.. Marahnya serius
Maki maki di medsos
Seperti gak ada rasa takut
Apa karena dia sudh banyak duit
Jadi dia merasa gak takut kalau 
Bayar pengacara.. Yah mungkin saja
Tapi seenaknya dari 
ratusan artis di Indonesia
Hanya Aldi Taher yang paling
Koar koar teriak marah 
Ketika ada rekan artisnya
Sesama influencer yang
Memaki pembenci boti 
Oooh Aldi bukan setan bisu
Mungkin seperti kamu dan aku
Mungkin bisa juga jadi setan tuli 


Kamis, 25 Juni 2026

SETAN

Betapa banyak setan datang
Hanya untuk 
membuat engkau bersedih
Lalu jatuh dan mengeluh

Setan bentuk jin 
bisa di usir dengan ayat kursi
Setan bentuk manusia 
Kita lari saja menghindarinya

Kadang Aku juga jadi setan
Memberi kesedihan was was 
di hati orang orang 
Maka kepadaNYA kita berlindung 


kegagalan terbesar

Kegagalan terbesar 
Kekalahan puncak
Adalah masuk neraka
Walaupun kita muslim
Di jamin masuk surga
Namun nyicip semalem
Di neraka adalah
Fitnah terbesar
Penderitaan 1000 tahun
Masuk penjara sehari aja Gak enak 
Gak megang hape Seharian aja gak enak 
Gak makan seharian aja gak enak
Di kurung di ruangan 
gak berAC aja gk enak
Lah ini di siksa selama seribu tahun
Untuk ngapusin dosa 

Sabtu, 20 Juni 2026

aku si berbahaya

Yang rapuh cenderung lalai & lupa
Bak Domba digiring ke gua serigala
yang dia pinta ini demi dirimu juga
Yang dia larang demi keselamatanmu juga

Si insecure wajah dioplas tak puas puas
Si tamak mengumpulkan secara beringas
Si maksiat observasi gaya biar nikmat
Si narsis bermanuver demi terlihat Hebat 

Dia tidak pernah zalim padamu
Engkau sendiri yang merusak dirimu
Lalu berkata kenapa harus aku
tambah stres coba ubah takdir berlaku 

Di Dunia yang tiada DiriMu
Hanya aku dan kemelekatanku
Terasa sempit rasa tak menentu
Ketenangan hanya ada di dekatMu



Jumat, 19 Juni 2026

rasa

Rasa ini hanya sementara
Tapi Kau juga yang menanamkannya
Buah daripada perbuatan ku juga
Ikuti hati mati ikuti rasa binasa

Rasa takut akan masa depan
Rasa sedih atas masa lalu
Rasa gelisah tak ter jelaskan
Rasa pilu tiada yang tau - membisu

Hanya kau yang tetap sejak dahulu
Sementara aku menunggangi waktu
Dari campuran rasa yang melandaku
Semuanya terbawa waktu semu

Apakah aku bermukim dengan rasa ini
Rasa menggerogoti masa depan nanti
Rasa karena melekat nya aku
padahal rasa bukan tujuanku 

Sakit atau senang 
gelap atau terang
Engkau terus merawatku 
Engkau tetap Tuhanku




Senin, 15 Juni 2026

(hadir, cinta, cara pandang) Komen di yutub ustad padmanegara

MasyaAllah terimakasih ustad padmanegara ❤🙏:

Kehadiran = hadir di saat sekarang bukan kesedihan di masa lalu atau ketakutan dimasa depan, ada disini keseluruhan 

Cinta = menerima segala baik buruk, senang atau susah bukan hanya saat senang saja atau sedih saja, menerima dgn kerelaan 

Cara pandang temporal= hidup disetir cara pandang yg pendek hanya nunduk saja, hanya Mandang AKU saja, yg suudzon underestimate, bukan cara pandang Allah