Rabu, 04 Februari 2026

Takut dan Harap?

Dalam serius kukerjakan
Berbalut tekad dan keyakinan 
pencapaian pengakuan pembuktian
Hanyalah pembawa kerusakan

Aku tak bisa lagi berjanji, 
Tak pula sanggup melabeli
engkau pemilik segala nama
Tempat akhir nasib bermuara

Aku takut engkau menjauhkan ku
Aku berharap belas kasih Mu
Namun Aku menyaksikan hati
Haus puji rasa tinggi 

sendiri

Sedari Dulu Hidup memang selalu sendiri
tidak ada orang yang benar-benar peduli
sedari dari dulu memang sudah begini
Aku saja yang telat menyadari

Kita hanya memikirkan diri sendiri
Dan pada dasarnya ingin dicintai dihargai
Kumpulan yang sepi berkongsi berkoloni
Lalu membully yang tak se frekuensi

Bahkan dalam sunyi diri pun mengkhianati
Mengabaikan sang penyaksi raja tertinggi
Bahkan denganMu saja aku tak perduli
Pantas saja hidupku selalu sendiri

Kamis, 15 Januari 2026

Evolusi = Timeline + Level

Jangan pernah mimpi ingin berada di posisi yang tinggi karena anginnya juga kencang 

Semakin tinggi pohon semakin tinggi hembusan anginnya 

Setiap orang mempunyai kedudukannya masing-masing 
Setiap orang mempunyai levelnya masing-masing 
Setiap orang mempunyai timeline nya masing-masing 

Tiada yang buruk di antara kita 
yang buruk adalah kita tidak bisa 
saling bertoleransi 
Dan saling memaafkan

Kita adalah makhluk evolusi 
kita tumbuh dari jatuh 
dari sakit dari sehat 
dari bahagia dari duka

Nikmati saja hidup yang ada sekarang karena ini adalah yang terbaik yang diberikan oleh Tuhan 

jangan pernah memimpikan kehidupan orang lain karena belum tentu kita kuat berperan sebagai orang lain 

Hiduplah untuk hari ini gunakanlah waktu sebaik-baiknya masa depan belum jelas masa lalu sudah lewat yang ada adalah hari ini berikan yang terbaik untuk hari ini Nikmatilah syukurilah hari ini

Senin, 12 Januari 2026

MahlukMu

Sudahlah ibadahku pas pasan
menumpuk dosa tak berkesudahan
Di depanMu tak malu berbuat kemaksiatan
Di hadapan manusia penuh pencitraan

Maka setidaknya biarkanku ada kesadaran
Untuk menerima setiap takdir & keadaan
Untuk tidak menzalimi yang kau ciptakan
Untuk tidak menjadi pembawa kerusakan

Aku ini si lalai yang merasa 
Merasa segalanya 
merasa pusat semesta
merasa si paling menderita

Aku si Raja bangga 
Bertopeng orang penuh makna
Merendah untuk meroket
haus puji ketika Kepepet


Kamis, 08 Januari 2026

Engkau

Engkau yang menguatkan
Engkau yang melemahkan
Engkau yang memberi aku tidur 
Engkau yang mengatur tanpa kendur
Engkau yang memberi aku cukup 
Engkau yang memberi aku takut
Engkau yang memberi aku tenang
Engkau yang memberi aku kenyang
Engkau yang membuat aku tertawa
Engkau memaksaku menitikan air mata
Engkau yang menyelipkan bahagia
Engkau yang memberi kebaikan
Engkau yang menunjukan jalan
Engkau yang memberi kesempatan
Engkau yang menyempitkan
Engkau yang menyetujui usahaku
Engkau yang meng gagalkan rencanaku
Engkau yang memberi aku puas
Engkau yang memberi aku cemas
Engkau yang memasukan ilmu 
Aku yang padamkan lampu
Aku yang meredupkan nurMu
Aku yang memilih keburukan itu 
Aku yang memilih terbawa arus waktu
Tersesat dalam kegelapanku
Engkau melihatku menungguku
Mengulurkan tangan kepadaMu

Aku hancur di depan Mu
Ambisiku kesombongan ku
Usahaku pencapaian ku
segalanya mentah punah 
Ini cerita tentangMu bukan tentangku
Tiada daya upaya melainkan karena izinMu
Mahasuci diriMu segala puji hanya MilikMu

Engkaulah yang paling berkuasa
Engkaulah yang Paling bijaksana 
Aku ini hanya HambaMu yang hina
Miskin kotor tak punya apa apa 
Aku tak berdaya tanpa kuasa Mu
Bahkan Kecoak lebih mulia daripada aku
Setidaknya kecoak tidak pernah
Melanggar ketentuan mu 


Minggu, 28 Desember 2025

Ridho melebihi infaq emas segunung uhud

 «لو أنفقتَ مثل أُحُد ذَهَبًا ما قَبِلَه الله منك حتى تؤمن بالقدَر، وتعلمَ أنَّ ما أصابك لم يكن ليُخطِئك، وما أخْطأك لم يكن لِيُصِيبَك، ولو مُتَّ على غير هذا لكنتَ مِن أهل النار». قال: فأتيتُ عبد الله بن مسعود، وحذيفة بن اليمان، وزيد بن ثابت، فكلهم حدَّثني بمثل ذلك عن النبي صلى الله عليه وسلم . 
[صحيح] - [رواه أبو داود وابن ماجه وأحمد]

Dari Ibnu Ad-Dailami, ia berkata, Aku mendatangi Ubay bin Ka'ab lalu berkata, "Dalam diriku ada keraguan mengenai takdir. Ceritakanlah sesuatu kepadaku, mudah-mudahan Allah menghilangkan lintasan itu dari hatiku." Lantas ia berkata, "Seandainya engkau menginfakkan emas sebesar gunung Uhud, Allah tidak akan menerimanya darimu sampai engkau beriman kepada takdir, dan menyakini bahwa apa saja yang (ditetapkan) menimpamu, maka tidak akan pernah terluput darimu serta apa saja yang (ditetapkan) terluput darimu, maka tidak akan pernah menimpamu. Sekiranya engkau meninggal dunia dalam keadaan tidak beriman kepada takdir, niscaya engkau termasuk penghuni Neraka." Ibnu Ad-Dailami berkata, "Selanjutnya aku mendatangi Abdullah bin Mas'ūd, Ḥużaifah bin al-Yamān, dan Zaid bin Ṡābit. Semuanya bercerita kepadaku seperti itu dari Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam-."
[Hadis sahih] - [Diriwayatkan oleh Ibnu Mājah - Diriwayatkan oleh Abu Daud - Diriwayatkan oleh Ahmad]

Jumat, 19 Desember 2025

senyuman yang hilang

14 tahun disini 
yang hilang adalah senyuman
Kukira hanya aku
Setiap orang kehilangan kehangatan
Mungkin rasa syukur 
Yang kehilangan nilai
Rutinitas yang melelahkan
Keadaan yang dipaksakan
Mungkin kita lupa
Dunia sebelum nya
Juga menggila
Namun layaknya
penemu benua
Yang awalnya antusias gembira
Karena menemukan pulau selanjutnya
Perlahan gairah itu sirna
Dan senyuman itu bukan lagi
Senyuman sejatinya