Kamis, 25 Juni 2026

SETAN

Betapa banyak setan datang
Hanya untuk 
membuat engkau bersedih
Lalu jatuh dan mengeluh

Setan bentuk jin 
bisa di usir dengan ayat kursi
Setan bentuk manusia 
Kita lari saja menghindarinya

Kadang Aku juga jadi setan
Memberi kesedihan was was 
di hati orang orang 
Maka kepadaNYA kita berlindung 


kegagalan terbesar

Kegagalan terbesar 
Kekalahan puncak
Adalah masuk neraka
Walaupun kita muslim
Di jamin masuk surga
Namun nyicip semalem
Di neraka adalah
Fitnah terbesar
Penderitaan 1000 tahun
Masuk penjara sehari aja Gak enak 
Gak megang hape Seharian aja gak enak 
Gak makan seharian aja gak enak
Di kurung di ruangan 
gak berAC aja gk enak
Lah ini di siksa selama seribu tahun
Untuk ngapusin dosa 

Sabtu, 20 Juni 2026

aku si berbahaya

Yang rapuh cenderung lalai & lupa
Bak Domba digiring ke gua serigala
yang dia pinta ini demi dirimu juga
Yang dia larang demi keselamatanmu juga

Si insecure wajah dioplas tak puas puas
Si tamak mengumpulkan secara beringas
Si maksiat observasi gaya biar nikmat
Si narsis bermanuver demi terlihat Hebat 

Dia tidak pernah zalim padamu
Engkau sendiri yang merusak dirimu
Lalu berkata kenapa harus aku
tambah stres coba ubah takdir berlaku 

Di Dunia yang tiada DiriMu
Hanya aku dan kemelekatanku
Terasa sempit rasa tak menentu
Ketenangan hanya ada di dekatMu



Jumat, 19 Juni 2026

rasa

Rasa ini hanya sementara
Tapi Kau juga yang menanamkannya
Buah daripada perbuatan ku juga
Ikuti hati mati ikuti rasa binasa

Rasa takut akan masa depan
Rasa sedih atas masa lalu
Rasa gelisah tak ter jelaskan
Rasa pilu tiada yang tau - membisu

Hanya kau yang tetap sejak dahulu
Sementara aku menunggangi waktu
Dari campuran rasa yang melandaku
Semuanya terbawa waktu semu

Apakah aku bermukim dengan rasa ini
Rasa menggerogoti masa depan nanti
Rasa karena melekat nya aku
padahal rasa bukan tujuanku 

Sakit atau senang 
gelap atau terang
Engkau terus merawatku 
Engkau tetap Tuhanku




Senin, 15 Juni 2026

(hadir, cinta, cara pandang) Komen di yutub ustad padmanegara

MasyaAllah terimakasih ustad padmanegara ❤🙏:

Kehadiran = hadir di saat sekarang bukan kesedihan di masa lalu atau ketakutan dimasa depan, ada disini keseluruhan 

Cinta = menerima segala baik buruk, senang atau susah bukan hanya saat senang saja atau sedih saja, menerima dgn kerelaan 

Cara pandang temporal= hidup disetir cara pandang yg pendek hanya nunduk saja, hanya Mandang AKU saja, yg suudzon underestimate, bukan cara pandang Allah

Minggu, 14 Juni 2026

setiap orang mendapatkan kan ratusan milyar & beberapa mendapat ribuan triliun

Ketika kita mengukur rezeki adalah uang
Maka kita hidup dalam sudut pandang
Standar angka angka manusia
Padahal dunia lebih tua dari itu semua

Siapa yang menjaga rumahmu
Saat malam melelapkanmu
Pintu pintu lupa dikunci
Tapi kau tetap aman sampai pagi

Siapa yang mengizinkan 
Musibah dirumah tetap datang
Padahal dijaga keamanan
Kamera CCTV terpasang

Diberi kantuk hingga lelaplah tidurmu
Saat malam dijaga lubang hidungmu
Mulut, telinga tidak masuk serangga
saat lelap setiap sel memulihkan dirinya

Setiap sel hormon syaraf otot darah
Ingin engkau terus hidup bangkit terarah
Dalam lendir, batuk dahak atau nanah
Mencari cara membuang sampah

Setiap kebaikan yang kau sadari
Setiap penjagaan yang tidak kau ketahui
Terus bekerja tanpa henti setiap hari
Tak butuh atensi & apresiasi

Dalam setiap nafas berapa rupiah nilai nya
Dalam setiap urinasi defekasi sekresi
Berapa milyar setiap organ dalamnya
baru tau mahalnya saat sakit menjangkiti

Ribuan Triliunan kekayaan kita di dunia
Manakala masih diijinkan mengingat Nya
Sukses itu adanya di surga bukan di dunia
Gagal sejatinya adalah masuk neraka 





Rabu, 10 Juni 2026

penyaksi menyaksikan dirinya berat untuk tersenyum

Aku orang yang murah senyum 
Kepada siapa saja yang kurang dekat
Namun dengan diriku sendiri
Aku kurang tersenyum 

Karena kemalangan kecil 
Aku lupa betapa besar yang Dia beri
Dan rasa ini bukan di buat buat
Aku menyaksikan rasaku ini

Aku orang yang berusaha 
terlihat baik di depan manusia 
Namun dihadapan Tuhan
Aku tak perduli penilaian 
Aku lupa Dia Maha Memperhatikan 
Di hadapan hatiku kala sendirian
Aku masih menyimpan kepahitan
Sumpah serapah atas kenyataan