Rabu, 14 Oktober 2026

kau tak harus jadi pahlawan hanya harus bertahan

Kau tak harus jadi pahlawan 
Tak harus membuktikan 
Tak perlu menunjukan siapa dirimu 
Tak perlu semua itu

Kau hanya harus bertahan
Bersyukur bersabar berkelanjutan 
Menahan tangan dan lisanmu
Daripada merusak sekitarmu

Kita hanya budaknya majikan
Bukan asisten atau kawannya Tuhan
Hanyalah si lemah merasa berdaya
Selalu lupa siapa dirinya

Selasa, 13 Oktober 2026

sempurna nya dari ketidaksempurnaan

Bahkan ketidaksempurnaan 
Adalah sempurna paripurna
Betapa ajaibnya sebuah fakta
Bak puzzle harus disitu tempat nya

Ketika kita melihat bukan dari mata
Karena dari cahaya terjemahan indera
Di balik yang melihat ada pengamat
keberadaan bukan lagi yang kasat

Ketika melihat dari mata 
Mengendus dari indera
Yang hadir penilaian manusia
Salah benar baik buruk saja

Ketika melihat dari asal muasal kata
Yang telah ada sebelum semua ada
Yang ada ternyata adalah Dia
Semua ini adalah keberadaan Dia
............ 


Kisah fiktif pembeli jeruk sekilo
Ada dua jeruk yang masam
Pembeli kesal lalu menemui penjualnya
Menyalahkan kenapa 
ada dua jeruk masam

Si penjual tidak tau menau
Dia hanya menjual 
dari kiriman distributor
Dari truk isinya berkarung jeruk

Lalu si pembeli mencari distributor
Distributor juga tidak paham
Dia menerima berkarung jeruk
Dari kebun jeruk jauh di pedalaman

Lalu si pembeli pergi ke kebun itu
Menyalahkan dua jeruk masamnya
Pengelola kebun pun tidak tau
Ratusan pohon  Tak bisa 
dia cek semua jeruk yang ada

Lalu si pembeli ujungnya
Menyalahkan Tuhan



Sabtu, 10 Oktober 2026

Lapisan Hati

Berikut adalah salinan teks lengkap dari seluruh gambar yang Anda unggah, disusun secara berurutan dan siap untuk Anda copy (salin) serta edit (sunting):

1) Al Shadr/Lapisan Dada

Lapisan terluar dari hati dan seringkali masih tercampur dengan hal-hal duniawi, nafsu amarah, nafsu angkara murka, sikap manipulatif/kemunafikan, dan berbagai ego dasar manusia. Tempat ini sangat disukai setan karena posisinya yang dekat dengan organ-organ lain. Namun, lapisan ini pula yang menjadi tempat pertama masuknya:

  1. Cahaya keimanan;

  2. Ajaran Aqidah;

  3. Nur Ilahiyah.

2) Qalb/Berbolak-Balik

Lapisan kedua dari hati yang punya karakteristik seringkali berbolak-balik, tidak stabil, gampang berubah-ubah sesuai akar katanya Qalaba yang berarti membalik atau mengubah. Di sini adalah tempat para malaikat dan setan seringkali bertemu dan terjadi bentrokan hebat antara positif & negatif, baik & buruk, benar & salah. Lapisan ini biasa disebut sebagai intuisi atau naluri, yaitu pemahaman instan yang diperoleh tanpa melewati proses berfikir yang rumit. Sebuah intuisi akan makin kuat bila ada hubungan darah.

3) Fu'ad/Inti Hati

Nabi Muhammad SAW melihat berbagai pengetahuan ghaib dalam dimensi ke-9 (dimensi para malaikat) dan dimensi yang jauh lebih tinggi lagi (Sidratul Muntaha, 'Arsy, Mustawa) melalui lapisan hati ketiga yaitu fu'ad, sesuai dalam QS. An Najm ayat 11 di mana ayat ini turun berkaitan dengan peristiwa Isra' Mi'raj. Bila seseorang sudah berhasil mencapai level ini, dia akan sangat terbiasa menilai sesuatu dengan benar lewat sebuah insight, yaitu pemahaman yang amat mendalam dengan ribuan data yang sudah ia pegang.

4) Al Lubb/Akal Sejati

Al Lubb atau jamaknya Al Albaab (saripati, akal murni, inti) dan orang yang menguasai lapisan hati keempat ini disebut sebagai Ulil Albaab (QS. Ali 'Imran: 190). Level ini sangat sulit dipertahankan karena membutuhkan pembelajaran seumur hidup. Dari hadits yang diriwayatkan oleh Aisyah ra, selevel Rasulullah SAW yang sudah pernah melihat masa lalu dan masa depan saja masih merasa kurang untuk bisa memikirkan dan mengetahui intipati dari segala sesuatu diciptakan Allah SWT.

Sederhananya, Ulil Albab adalah mereka yang intuisinya tajam menangkap tanda kebesaran Allah, penilaian yang benar lewat data yang ada, mengaitkannya dengan ayat Al Qur'an (hafal Qur'an), dan semuanya teramu dalam harmoni keimanan yang membuat jiwa menjadi tenang. Orang-orang yang sudah mencapai level ini dapat dilihat dari pembawaannya yang tenang, bijaksana, dan nur ilahiyahnya meluap-luap.

5) Al Ruhh

Level ini berkaitan dengan rahasia 'Ruh' dan yang mengetahuinya hanya Allah Yang Maha Tahu. Manusia diberi pengetahuan perihal ruh namun porsinya amat sangat sedikit.

6) Sirr Al Asrar

Lapisan hati keenam yang hanya bisa terbuka setelah diangkat menjadi Nabi dan Rasul karena menjadi tempat turunnya wahyu.

7) Al Akhfa

Istilah Al Akhfa diambil oleh para ulama' dari QS. Thaha ayat 7 di mana ranah pengetahuan Kenabian berhenti di sini, lebih tersembunyi dari sebuah rahasia, dan hanya Allah SWT yang tahu apa di dalamnya.

3 lapisan hati terakhir (Al Ruh, Al Sirr, dan Al Akhfa) dilarang keras dimasukkan dalam kurikulum pendidikan agama di tingkat manapun karena alasan tertentu. Orang yang masih berani mengkaji 3 ranah ini harus mau menanggung risiko fatal dan tak termaafkan.


Jumat, 09 Oktober 2026

gua pasti mati

Ketika gua ingat gua bakal mati
Gua jadi gak terlalu sedih
Karena semua ketidak enakan ini
Pasti akan berakhir 

Ketika gua sadar yang pasti 
Itu hanyalah mati
Gua jadi gak terobsesi keinginan  
dan panjang angan-angan 

Ketika gua tau 
gua pasti akan mati 
gua jadi bersyukur 
Hidup hari ini adalah hadiah

Jangan terlalu jahat amat
Jadi orang takutnya gak
Sempet meminta maaf
Perbanyak aja bekal ibadah
Karena yang pasti itu 
Hanyalah mati

Selasa, 06 Oktober 2026

Lupa derita lupa suka cita saat di surga atau neraka

Hadis tentang lenyapnya penderitaan dan kesenangan dunia ketika seseorang merasakan satu celupan di surga atau neraka tercantum dalam Sahih Muslim nomor 2807 dari Anas bin Malik. [1]
Redaksi Hadis
Rasulullah ﷺ bersabda:
يُؤْتَى بِأَنْعَمِ أَهْلِ الدُّنْيَا مِنْ أَهْلِ النَّارِ يَوْمَ القِيَامَةِ، فَيُصْبَغُ صَبْغَةً فِي النَّارِ، ثُمَّ يُقَالُ: يَا ابْنَ آدَمَ، هَلْ رَأَيْتَ خَيْرًا قَطُّ؟ هَلْ مَرَّ بِكَ نَعِيمٌ قَطُّ؟ فَيَقُولُ: لَا، وَاللَّهِ يَا رَبِّ!
وَيُؤْتَى بِأَشَدِّ النَّاسِ بُؤْسًا فِي الدُّنْيَا مِنْ أَهْلِ الجَنَّةِ، فَيُصْبَغُ صَبْغَةً فِي الجَنَّةِ، فَيُقَالُ: يَا ابْنَ آدَمَ، هَلْ رَأَيْتُ بُؤْسًا قَطُّ؟ هَلْ مَرَّ بِكَ شِدَّةٌ قَطُّ؟ فَيَقُولُ: لَا، وَاللَّهِ يَا رَبِّ! مَا مَرَّ بِي بُؤْسٌ قَطُّ، وَلَا رَأَيْتُ شِدَّةً قَطُّ.
Artinya
"Didatangkanlah penduduk neraka yang paling mewah kehidupannya di dunia pada Hari Kiamat, lalu ia dicelupkan ke dalam neraka satu celupan. Kemudian dikatakan kepadanya: 'Wahai anak Adam, apakah kamu pernah melihat kebaikan sedikit pun? Apakah kamu pernah merasakan satu kenikmatan pun?' Maka ia menjawab: 'Tidak, demi Allah, wahai Rabb-ku!'" [1, 2]
"Dan didatangkanlah penduduk surga yang paling sengsara kehidupannya di dunia, lalu ia dicelupkan ke dalam surga satu celupan. Kemudian dikatakan kepadanya: 'Wahai anak Adam, apakah kamu pernah melihat kesulitan sedikit pun? Apakah kamu pernah merasakan satu kesusahan pun?' Maka ia menjawab: 'Tidak, demi Allah, wahai Rabb-ku! Tidak pernah aku merasakan kesulitan sedikit pun, dan tidak pernah pula aku melihat kesusahan.'" [1, 2, 3]

Poin Utama Hadis
  • Celupan Neraka: Orang paling bahagia dan kaya di dunia yang masuk neraka akan lupa seluruh kenikmatan dunianya hanya karena satu celupan. [1, 2]
  • Celupan Surga: Orang paling menderita, miskin, atau susah di dunia yang beriman dan masuk surga akan lupa seluruh penderitaan dunianya hanya karena satu celupan. [1]
  • Pelajaran: Kesulitan dan kenikmatan dunia bersifat sementara, tidak sebanding dengan balasan di akhirat kelak. [1, 2]
Author: Raehanul Bahraen (3 April 2018) Source: MuslimAfiyah.com Hadith (HR. Muslim no. 2807, from Anas bin Malik): - Most affluent worldly person of hellfire d...

Hasil web

Minggu, 04 Oktober 2026

guru

Guru adalah pemantik 
Minyak dalam sekam api tertarik
Bukan hanya mengajar tips n trik
Tapi dia bisa berwujud nyentrik

Guru tak harus berupa
Ruang belajar sekolah semata
Guru kehidupan lebih berbahaya
Karena kau kira pandir kelana

Dia bisa anakmu istrimu ortumu
Tetanggamu saudaramu rekan kerjamu
Bosmu, penyerobot antrianmu
Apapun itu di keseharian hidupmu

Ilmu yang utama dari mereka
Cara antisipasi bila emosi meraja
Mengajarimu tentang kesabaran
Tanpa menimbulkan kerusakan 

Terimakasih karena menjalani takdirmu
Hingga aku menerima jalan takdirku
Karena menunjukan busuknya hatiku
Kegelapan dipikiranku membenahiku