Jumat, 31 Oktober 2025

Taman Imajinasi

Engkau terbangun di taman Imajinasi 
Terbuat dari pengalaman selama ini
Tabungan sejak dulu terkonsep di otakmu
Dunia ideal yang ada hanya dipikiranmu

Dunia itu sudah hancur sekarang 
Tinggalkan sebelum luka meradang
Dunia nyata memang bak batu karang
Tapi itu tujuan nyata mendatang

Kini kau harus melangkah pergi
Kembali ke dunia sejati disana menanti
Orang orang yang mencintai
Lingkar terdekat yang harus kau maknai

Menyerah di dua dunia

Apa yang kulakukan di jagat maya
Jadi mesin buruh perah algoritma 
Atau mencari tempat di hati manusia
Berharap pengakuan yang semu semata

Aku merasa tidak berdaya
Pikirku buntu isinya hampa
Semua yang kupikir salah
Semua yang kurencanakan payah

Aku seperti menyerah 
Benar benar kalah 
Aku merasa tidak tau apa apa
Aku merasa tak punya kuasa

Atas hidupku atas usahaku Rencanaku 
Bahkan aku tak percaya dengan diriku
Upayaku untuk dunia hanya sisa sia
Manipulasi dunia penuh tipu daya



Rabu, 29 Oktober 2025

Alhamdulillah

Alhamdulillah sudah berjalan mau 5 tahun saya jadi kurir barang elektronik dengan gaji 85,000 sehari kotor,, 50 saya ambil harian, 35 saya ambil bulanan, kadang kalo lagi rezeki nya bagus ada bonus dari konsumen untuk uang panggul atau uang minum, kadang ada juga yang bilang terima kasih ajah sedang toko saya kerja pengiriman sudah free ongkir untuk daerah bogor dan untung nya itu motor bukan punya pribadi alias punya toko nya jadi uang bensin dan uang service rutinan toko yang tanggung,, alhamdulillah juga saya sudah menikah di karuniakan seorang anak gadis dari acara tujuh bulanan sampe acara ulang tahun yang pertama sekaligus aqiqahan bisa mencukupi acara tersebut, walaupun masih ada orang tua wanita yang membantu tenaga pikiran nya serta waktu nya,,, ini hanya berbagi pengalaman saja kawan kawan kadang memang kalo di pikirin dengan nominal segitu yah bisa di bayangkan sendiri oleh kawan kawan, tetapi skenario dan matematika dari allah itu beneran nyata ada nya dan rezeki anak istri tuh beneran ada nya datang ke kita sebagai pelantara nya untuk menyampaikan kepada mereka, mudah mudahan saya selalu bisa mensyukuri atas jalan hidup yang telah di tetapkan kepada saya(amin) 🤲

 (29 okt 2025 grub keluh kesah pekerja FB) 

Sabtu, 25 Oktober 2025

berakhir di kotak ini

Apakah hidupmu hanya segitu
Seputar dirimu yang seperti itu
Seputar benda persegi belenggumu
Mengharap kepuasan palsu

Mengharap dari mesin berhati batu
Atau validasi like komen yang semu
Sementara dunia nyata hidupmu
Memerlukan sentuhan & semangatmu

Bila internet mati maka hilanglah dirimu
Candu yang menguasai hidupmu
Sejak pagi hingga malam menutup mata
genggam fitnah derita senantiasa

Senin, 20 Oktober 2025

Adalah...Terima saja

Adalah 
semua jadi masalah
Ketika kau merasa raja 
Padahal hanya hamba sahaya

Adalah
Kau lalu marah
Karena tak mau menyerah
Berfikir semua bisa kau arah

Tak apa kalah
mengalah berserah
Hidup lebih ringan 
Lepaskan pikiran

Akalmu tak mampu 
menampung semua itu
Jalani yang kau bisa
Lalu hasilnya terima saja



kata kata yang kau pegang

Indahnya urusan muslim...saat ia bahagia
Ia bersyukur...tetap sabar saat berduka
Bala musibah adalah penggugur dosa
Lautan hikmah bertambah iman di dada

Hidup ini adalah tempat di uji 
Tak ada kesenangan hakiki di dunia ini
Marah itu karena mencoba mengendalikan
Padahal kendali itu kesemuan kekuasaan

Ada yang bisa kita ubah ada yang tak bisa
Tapi Semua berjalan sesuai kehendakNya
Allah tak pernah menzalimi hambanya
Segala bala musibah akibat kesalahan kita

Ketetapan Allah tak pernah salah
Hamba menerima menjalani berserah
Mahasuci Allah dari kesalahan 
Mahasuci Allah tak tergapai pikiran

( Sabar, Syukur, Ikhlas, Ridho, Tawakal, Qona'ah, Khauf, Roj, Hayyin, layyin, qarib, Sahl) 


Minggu, 19 Oktober 2025

musim berbunga

Intro 

D am D am Gm A

Mendayu 

D Am G A

Reff

F C Gm C

Kan tiba ; D
Menghiasi : F Am Bbes C

Reff 2 :
G# D# A#m 

Melodi :

G Dm G Dm Cm D

Reff 3

Bbes F Cm F

Epilog ( menyalahi aturan perkuncian )

G Dm C D

Inti lagu ini per part pola dasar kunci sama
Pola nya setiap part ganti kunci dasar
Berdasarkan kunci Gm yg jadi " g " bagi kunci dasar selanjutnya , kecuali di bagian epilog itu adalah kekacauan pola 

Doa berkendara

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

وَا لَّذِيْ خَلَقَ الْاَ زْوَا جَ كُلَّهَا وَجَعَلَ لَكُمْ مِّنَ الْفُلْكِ وَا لْاَ نْعَا مِ مَا تَرْكَبُوْنَ 
wallazii kholaqol-azwaaja kullahaa wa ja'ala lakum minal-fulki wal-an'aami maa tarkabuun

"Dan yang menciptakan semua berpasang-pasangan dan menjadikan kapal untukmu dan hewan ternak yang kamu tunggangi,"
(QS. Az-Zukhruf 43: Ayat 12)
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

لِتَسْتَوٗا عَلٰى ظُهُوْرِهٖ ثُمَّ تَذْكُرُوْا نِعْمَةَ رَبِّكُمْ اِذَا اسْتَوَيْتُمْ عَلَيْهِ وَتَقُوْلُوْا سُبْحٰنَ الَّذِيْ سَخَّرَ لَنَا هٰذَا وَمَا كُنَّا لَهٗ مُقْرِنِيْنَ 
litastawuu 'alaa zhuhuurihii summa tazkuruu ni'mata robbikum izastawaitum 'alaihi wa taquuluu sub-haanallazii sakhkhoro lanaa haazaa wa maa kunnaa lahuu muqriniin

"agar kamu duduk di atas punggungnya kemudian kamu ingat nikmat Tuhanmu apabila kamu telah duduk di atasnya; dan agar kamu mengucapkan, "Maha Suci (Allah) yang telah menundukkan semua ini bagi kami, padahal kami sebelumnya tidak mampu menguasainya,"
(QS. Az-Zukhruf 43: Ayat 13)

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

وَاِ نَّاۤ اِلٰى رَبِّنَا لَمُنْقَلِبُوْنَ
wa innaaa ilaa robbinaa lamungqolibuun

"dan sesungguhnya kami akan kembali kepada Tuhan kami.""
(QS. Az-Zukhruf 43: Ayat 14)

* Via Al-Qur'an Indonesia https://quranapp.id

Jalan Petunjuk

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

الَّذِيْ جَعَلَ لَـكُمُ الْاَ رْضَ مَهْدًا وَّ جَعَلَ لَكُمْ فِيْهَا سُبُلًا لَّعَلَّكُمْ تَهْتَدُوْنَ 
allazii ja'ala lakumul-ardho mahdaw wa ja'ala lakum fiihaa subulal la'allakum tahtaduun

"yang menjadikan bumi sebagai tempat menetap bagimu dan Dia menjadikan jalan-jalan di atas bumi untukmu agar kamu mendapat petunjuk."
(QS. Az-Zukhruf 43: Ayat 10)

* Via Al-Qur'an Indonesia https://quranapp.id

Sabtu, 18 Oktober 2025

1 menit ke depan

Tiada yang tau apa yang kan berlaku
Bisa saja tiba tiba meteor jatuh di atapmu
Pada dasarnya kita tak benar benar tahu
Kuasa ini kuasa yang semu

Kau lelah karena kau ingin mengendali 
Kau marah karena semua tak terkendali
tak benar benar tau apa yang akan terjadi
Hidup ini sudah ada yang mensutradarai



QS. Asy-Syura

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

وَهُوَ الَّذِيْ يَقْبَلُ التَّوْبَةَ عَنْ عِبَا دِهٖ وَيَعْفُوْا عَنِ السَّيِّاٰتِ وَيَعْلَمُ مَا تَفْعَلُوْنَ 
wa huwallazii yaqbalut-taubata 'an 'ibaadihii wa ya'fuu 'anis-sayyi-aati wa ya'lamu maa taf'aluun

"Dan Dialah yang menerima tobat dari hamba-hamba-Nya dan memaafkan kesalahan-kesalahan dan mengetahui apa yang kamu kerjakan,"
(QS. Asy-Syura 42: Ayat 25)

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

وَيَسْتَجِيْبُ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ وَيَزِيْدُهُمْ مِّنْ فَضْلِهٖ ۗ وَا لْكٰفِرُوْنَ لَهُمْ عَذَا بٌ شَدِيْدٌ
wa yastajiibullaziina aamanuu wa 'amilush-shoolihaati wa yaziiduhum ming fadhlih, wal-kaafiruuna lahum 'azaabung syadiid

"dan Dia memperkenankan (doa) orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan serta menambah (pahala) kepada mereka dari karunia-Nya. Orang-orang yang ingkar akan mendapat azab yang sangat keras."
(QS. Asy-Syura 42: Ayat 26)

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

وَلَوْ بَسَطَ اللّٰهُ الرِّزْقَ لِعِبَا دِهٖ لَبَغَوْا فِى الْاَ رْضِ وَلٰكِنْ يُّنَزِّلُ بِقَدَرٍ مَّا يَشَآءُ ۗ اِنَّهٗ بِعِبَا دِهٖ خَبِيْرٌۢ بَصِيْرٌ
walau basathollohur-rizqo li'ibaadihii labaghou fil-ardhi wa laakiy yunazzilu biqodarim maa yasyaaa, innahuu bi'ibaadihii khobiirum bashiir

"Dan sekiranya Allah melapangkan rezeki kepada hamba-hamba-Nya niscaya mereka akan berbuat melampaui batas di bumi, tetapi Dia menurunkan dengan ukuran yang Dia kehendaki. Sungguh, Dia Maha Mengetahui terhadap (keadaan) hamba-hamba-Nya, Maha Melihat."
(QS. Asy-Syura 42: Ayat 27)

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

وَهُوَ الَّذِيْ يُنَزِّلُ الْغَيْثَ مِنْۢ بَعْدِ مَا قَنَطُوْا وَيَنْشُرُ رَحْمَتَهٗ ۗ وَهُوَ الْوَلِيُّ الْحَمِيْدُ
wa huwallazii yunazzilul-ghoisa mim ba'di maa qonathuu wa yangsyuru rohmatah, wa huwal-waliyyul-hamiid

"Dan Dialah yang menurunkan hujan setelah mereka berputus asa dan menyebarkan rahmat-Nya. Dan Dialah Maha Pelindung, Maha Terpuji."
(QS. Asy-Syura 42: Ayat 28)

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

وَمَاۤ اَصَا بَكُمْ مِّنْ مُّصِيْبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ اَيْدِيْكُمْ وَيَعْفُوْا عَنْ كَثِيْرٍ 
wa maaa ashoobakum mim mushiibating fa bimaa kasabat aidiikum wa ya'fuu 'ang kasiir

"Dan musibah apa pun yang menimpa kamu adalah karena perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan banyak (dari kesalahan-kesalahanmu)."
(QS. Asy-Syura 42: Ayat 30)

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

وَمَاۤ اَنْـتُمْ بِمُعْجِزِيْنَ فِى الْاَ رْضِ ۚ وَمَا لَـكُمْ مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ مِنْ وَّلِيٍّ وَّلَا نَصِيْرٍ
wa maaa angtum bimu'jiziina fil-ardh, wa maa lakum ming duunillaahi miw waliyyiw wa laa nashiir

"Dan kamu tidak dapat melepaskan diri (dari siksaan Allah) di bumi, dan kamu tidak memperoleh pelindung atau penolong selain Allah."
(QS. Asy-Syura 42: Ayat 31)

* Via Al-Qur'an Indonesia https://quranapp.id

Jumat, 17 Oktober 2025

kecoak

Bahkan kecoak lebih mulia dari aku
Tidak bermaksiat di depan Tuhanku 
kecoa tak pernah berpura pura
Bertopeng baik di depan manusia

Betapa hinanya aku 
Andai Kau buka aib ku 
Betapa memalukannya aku
Selalu berkhianat padaMu

Rasa malu tanda ego ku
Merasa berkuasa mengaku aku
Padahal kalah dengan nafsu
Semoga engkau tidak marah padaku


Rabu, 15 Oktober 2025

sabar dan baik kepada musuh

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

وَلَا تَسْتَوِى الْحَسَنَةُ وَ لَا السَّيِّئَةُ ۗ اِدْفَعْ بِا لَّتِيْ هِيَ اَحْسَنُ فَاِ ذَا الَّذِيْ بَيْنَكَ وَبَيْنَهٗ عَدَاوَةٌ كَاَ نَّهٗ وَلِيٌّ حَمِيْمٌ
wa laa tastawil-hasanatu wa las-sayyi-ah, idfa' billatii hiya ahsanu fa izallazii bainaka wa bainahuu 'adaawatung ka-annahuu waliyyun hamiim

"Dan tidaklah sama kebaikan dengan kejahatan. Tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik, sehingga orang yang ada rasa permusuhan antara kamu dan dia akan seperti teman yang setia."
(QS. Fussilat 41: Ayat 34)

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

وَمَا يُلَقّٰٮهَاۤ اِلَّا الَّذِيْنَ صَبَرُوْا ۚ وَمَا يُلَقّٰٮهَاۤ اِلَّا ذُوْ حَظٍّ عَظِيْمٍ
wa maa yulaqqoohaaa illallaziina shobaruu, wa maa yulaqqoohaaa illaa zuu hazhzhin 'azhiim

"Dan (sifat-sifat yang baik itu) tidak akan dianugerahkan kecuali kepada orang-orang yang sabar dan tidak dianugerahkan kecuali kepada orang-orang yang mempunyai keberuntungan yang besar."
(QS. Fussilat 41: Ayat 35)

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

وَاِ مَّا يَنْزَغَنَّكَ مِنَ الشَّيْطٰنِ نَزْغٌ فَا سْتَعِذْ بِا للّٰهِ ۗ اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ
wa immaa yangzaghonnaka minasy-syaithooni nazghung fasta'iz billaah, innahuu huwas-samii'ul-'aliim

"Dan jika setan mengganggumu dengan suatu godaan maka mohonlah perlindungan kepada Allah. Sungguh, Dialah Yang Maha Mendengar, Maha Mengetahui."
(QS. Fussilat 41: Ayat 36)

* Via Al-Qur'an Indonesia https://quranapp.id

Selasa, 14 Oktober 2025

Tak mau berteman

Mungkin aku yang salah 
Seluruh dunia menganggapku salah
Tak ada Orang gila berjamaah
Pasti si satu ini tukang buat ulah

Kuterima saja ini pilihanku
Biar ku tanggung kata hatiku
apapun yang terjadi itu
Kita sama sama hambaMu

Tak ada yang salah
Aku tak mau susah gelisah
aku hanya mencari nyaman
Dengan harimau tak mau berteman


Senin, 13 Oktober 2025

Tak ada siapa siapa

Apa yang kau cari disitu 
Tak ada apa apa 
Siapa yang ingin kau temu
Tiada siapapun jua

Ketika semua pintu terkunci
Tak mau menerima mu 
Dia selalu ada membuka diri
Menantimu untuk mengadu


Rabu, 08 Oktober 2025

Nafas 1 milyar

Banyak hal yang tercipta
Tak terkira nilainya
Tak terukur kasihnya
kita tak menyadari nya

Betapa hidup adalah hadiah
nafas pagi tak kenal lelah 
Tuhan yang membangunkanmu
Mengantar makanan di mejamu

Rasa kuasa tubuh & inderamu
Kesehatan hingga gerak ragamu
Menkondusifkan lingkungan mu
Jadi lebih mudah hidupmu

Bagaimana bila untuk bernafas saja
Kau harus membayar 1 milyar
Bagaimana bila semua manusia 
Membenci - aib mu terbongkar

Karena dia maha membolak-balikan hati
Karena dia yang menguasai semua lini
Tiada pilihan kecuali mensyukuri 
Menjalani semua ini dengan sabar hati


Jumat, 03 Oktober 2025

Kita Hidup di atas bumi bermagma

Akhirnya kumengerti
apa yang kuperjuangkan ini 
tak penting lagi
kapanpun bisa pergi

Segala kubangun kukerjakan
hanyalah kumpulan khayalan
Mimpi yang melelahkan
Melenakan menghancurkan 

Rencanaku hanyalah ampas
Daya upayaku gampang terhempas
Bukan menyerah tapi berserah
menyadari betapa diri ini sangatlah lemah

Oh jangan sampai terlupa
Pakaian, karya, cerita dan mahkota 
Semua hanya tipu daya - obat bius dunia
Aku tetaplah mahluk  lemah yang hina

Tak Mau lupa betapa baiknya diriMu

Jangan lupakan aku 
Tentang betapa baiknya dirimu
Kau kemas sedemikian rupa takdir ini
Agar kelak aku bersyukur nanti

Mohon ingatkan aku tentang hari hari
Dimana engkau datang berkali kali
Melindungiku dengan ketenangan hati
Hingga kubisa menjalani semua ini

Bila saja kasih orang tua
Tak mampu ku membalasnya
Apalagi diriMu yang merawat segala
Tolong Tuhan tanamkan kisah ini dijiwa

Bala hanya menunjukan muka
Hikmah dan penghapus dosa
Datanglah sebagai hamba yang hina
Hancurkan dirimu sehancur hancurnya

Terhantam Terdiam

Membisu tak tau
Sendu termangu
Hantaman bertubi tubi
Tak se mencengangkan ini

Sehebat apapun teori 
Serasa kini tak berarti 
Aku benar benar kalah 
Apakah aku sudah menyerah

Kesulitan ketakutan kelaparan
Menanti kabar berita dalam kesabaran
Melewati ujian sampai pemahaman
mencari jalan bergantung padaMu Tuhan

(Balik nama sirga, hantaman bertubi, iman admiraldo ) 

Kamis, 02 Oktober 2025

Doa agar terhindarkan dari 8 Hal yang melemahkan

Dikisahkan dari Abu Sa’id Al-Khudri radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah masuk ke dalam masjid dan mendapati seorang sahabat dari kalangan Anshar yang dipanggil Abu Umamah. Beliau shallallahu ‘alaihi wasallam berkata,

يَا أَبَا أُمَامَةَ مَا لِي أَرَاكَ جَالِسًا فِي الْمَسْجِدِ فِي غَيْرِ وَقْتِ الصَّلَاةِ

 “Ada apakah gerangan aku lihat engkau duduk di masjid bukan pada waktu salat?”

Beliau shallallahu ‘alaihi wasallam heran kenapa Abu Umamah dengan ekspresi wajah yang sedih hanya duduk mengurung diri di masjid dan di luar waktu salat, padahal sahabat-sahabat lainya bekerja di luar. Menanggapi pertanyaan dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam itu, dia menjawab,

هُمُومٌ لَزِمَتْنِي وَدُيُونٌ يَا رَسُولَ اللَّهِ


Kegundahan dan utang yang selalu menyelimutiku, wahai Rasulullah!”

Mendengar hal itu, beliau shallallahu ‘alaihi wasallam berkata,

أَفَلَا أُعَلِّمُكَ كَلَامًا إِذَا أَنْتَ قُلْتَهُ أَذْهَبَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ هَمَّكَ وَقَضَى عَنْكَ دَيْنَكَ

“Maukah aku ajarkan doa yang apabila kamu ucapkan, maka Allah ‘Azza Wajalla akan menghilangkan kegundahanmu dan melunaskan utang-utangmu?”

Dengan penuh suka cita dan semangat, Abu Umamah menjawab,

بَلَى يَا رَسُولَ اللَّهِ

“Mau, wahai Rasulullah.”

Beliau pun bersabda,

“Apabila kamu berada di pagi dan di sore hari ucapkanlah (doa):

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ الْجُبْنِ وَالْبُخْلِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ غَلَبَةِ الدَّيْنِ وَقَهْرِ الرِّجَالِ

ALLAHUMMA INNI A’UDZU BIKA MINAL HAMMI WAL HAZANI WA A’UDZU BIKA MINAL ‘AJZI WAL KASALI, WA A’UDZU BIKA MINAL JUBNI WAL BUKHLI WA A’UDZU BIKA MIN GHALABATID DAINI WA QAHRIR RIJAL

(Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kegundahan dan kesedihan dan aku berlindung kepada-Mu dari kelemahan dan kemalasan dan aku berlindung kepada-Mu dari sifat penakut dan bakhil, dan aku berlindung kepada-Mu dari terlilit utang dan pemaksaan dari orang lain.)”

Setelah mengamalkan doa yang diajarkan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam di atas, maka Abu Umamah pun berkata, “Aku pun melaksanakannya dan ternyata Allah ‘Azza Wajalla menghilangkan kegundahanku dan melunasi utang-utangku.” (HR. Abu Dawud no. 1330)



Sumber: https://muslim.or.id/97780-doa-komplet-berlindung-dari-delapan-hal.html
Copyright © 2025 muslim.or.id
Sumber: https://muslim.or.id/97780-doa-komplet-berlindung-dari-delapan-hal.html
Copyright © 2025 muslim.or.id

waktu

Janganlah Kalian Mencela Ad-Dahr (Waktu)
APAKAH MAKNA “JANGANLAH KALIAN MENCELA AD-DAHR (WAKTU) KARENA SESUNGGUHNYA ALLAH ITU AD-DAHR”

Pertanyaan.
Apakah hadits: “Janganlah kalian mencela Al-Waktu karena Allah adalah Al-Waktu” shahih dari Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi wa sallam? Bila shahih bagaimana Anda menafsirkannya?

Jawaban.
Alhamdulillah.

Hadits tersebut lafadznya bukanlah:

لا تسبوا الوقت فإن الله هو الوقت

“Janganlah kalian mencela Al-Waktu karena sesungguhnya Allah itu adalah Al-Waktu.”

Tetapi lafadz yang benar adalah:

لاَ تَسُبُّوا الدَّهْرَ فَإِنَّ اللَّهَ هُوَ الدَّهْرُ

“Janganlah kalian mencela Ad-Dahr karena sesungguhnya Allah itu Ad-Dahr.”

Sedangkan lafadz tadi barangkali hanya karena penerjemahan dari pertanyaan. Hadits ini diriwayatkan oleh Muslim dari Abu Hurairah Radhiallahu ‘Anhu (5827). Dan di dalam lafadz lain:

لاَ يَسُبُّ أَحَدُكُمُ الدَّهْرَ فَإِنَّ اللَّهَ هُوَ الدَّهْرُ

“Janganlah salah seorang di antara kalian mencela Ad-Dahr karena sesungguhnya Allah adalah Ad-Dahr (waktu).”

Dan di dalam lafadz lain:

لَا يَقُلْ أَحَدُكُمْ : يَا خَيْبَةَ الدَّهْرِ ، فَإِنَّ اللَّهَ هُوَ الدَّهْرُ

“Janganlah salah seorang di antara kalian berkata: ‘Wahai dahr (waktu) yang sial’ karena sesungguhnya Allah adalah Ad-Dahr.”

Di dalam lafadz lainnya lagi Allah berfirman:

قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ يُؤْذِينِي ابْنُ آدَمَ يَقُولُ يَا خَيْبَةَ الدَّهْرِ ‏.‏ فَلاَ يَقُولَنَّ أَحَدُكُمْ يَا خَيْبَةَ الدَّهْرِ ‏.‏ فَإِنِّي أَنَا الدَّهْرُ أُقَلِّبُ لَيْلَهُ وَنَهَارَهُ فَإِذَا شِئْتُ قَبَضْتُهُمَا

“Anak Adam telah menyakiti-Ku, dia berkata: ‘Wahai waktu yang sial !’ Maka janganlah kalian berkata: ‘Wahai waktu yang sial’ karena Aku adalah Ad-Dahr (waktu). Aku membolak-balikkan malam dan siang, maka apabila Aku menghendaki pasti Kucabut kedua-duanya.”

Adapun makna hadits, dijelaskan oleh Imam An-Nawawi rahimahullah:
“Mereka (para ulama) berkata bahwa hadits ini adalah ungkapan (bukan hakiki) karena dulu orang Arab suka mencela waktu ketika terjadi malapetaka dam musibah yang menimpa mereka, baik berupa kematian, pikun, kehilangan harta dan yang lainnya, lalu mereka berkata: “Wahai waktu yang sial!’ atau kalimat lainnya yang mengandung celaan terhadap waktu. Maka berkatalah Nabi Shalallahu ‘Alaihi wa sallam:

لاَ تَسُبُّوا الدَّهْرَ فَإِنَّ اللَّهَ هُوَ الدَّهْرُ

Baca Juga  Muslim Tapi Mengerjakan Maksiat
“Janganlah kalian mencela waktu karena sesungguhnya Allah itu adalah waktu.”

Artinya janganlah kalian mencela pembuat kejadian karena apabila kalian mencela pembuat kejadian terkenalah celaan itu kepada Allah Ta’ala, karena Dialah Pembuat kejadian itu. Adapun Ad-Dahr itu sendiri maknanya adalah waktu (masa), dia tidak punya perbuatan bahkan dia adalah makhluk di antara makhluk-makhluk Allah Ta’ala. Dan makna “Sesungguhnya Allah adalah Ad-Dahr (waktu)” artinya pembuat dan pencipta peristiwa dan kejadian. Wallahu A’lam.” [Syarah Muslim 3/15]

Harus diketahui pula bahwa Ad-Dahr bukanlah salah satu di antara nama-nama Allah. Adapun penisbatan Ad-Dahr kepada Allah hanyalah penisbatan penciptaan dan pengaturan. Artinya Dialah yang menciptakan dan yang mengatur Ad-Dahr (waktu) karena adanya beberapa lafadz di dalam hadits lain yang semakna.
Seperti firman Allah :

بِيَدِيَ الأَمْرُ أُقَلِّبُ اللَّيْلَ وَالنَّهَارَ

” Di tangan-Kulah segala urusan. Aku bolak-balikkan malam dan siang.”

Maka tidak mungkin di dalam hadits ini yang membolak-balikkan dan yang dibolak-balikkan adalah sama, akan tetapi yang membolak-balikkan adalah Allah sedangkan yang dibolak-balikkan adalah waktu yang diatur oleh Allah baik kejadiannya ataupun waktunya sesuai dengan kehendak-Nya. [Lihat: Fatawa Aqidah Syaikh Al Utsaimin 9/163].

Al Hafidz Ibnu Katsir, ketika menafsirkan firman Allah Ta’ala yang berbunyi:

وَقَالُوْا مَا هِيَ اِلَّا حَيَاتُنَا الدُّنْيَا نَمُوْتُ وَنَحْيَا وَمَا يُهْلِكُنَآ اِلَّا الدَّهْرُۚ

“Dan mereka berkata: ‘Hal itu tidak lain kecuali hanya kehidupan kita di dunia, kita mati hidup dan kita hidup, dan tidak ada yang membinasakan kita kecuali Ad-Dahr (waktu).” [Al Jatsiyah/45 :5].

Berkata (Ibnu Katsir): “Telah berkata Syafii, Abu Ubaidah, dan yang lainnya ketika menafsirkan perkataan Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wasallam: “Janganlah kalian mencela waktu karena sesungguhnya Allah itu adalah waktu.” Dahulu orang Arab di zaman jahiliyah, bila mereka ditimpa kesulitan, musibah, atau bencana, mereka berkata: ‘wahai waktu yang sial’ lalu mereka menyandarkan kejadian itu kepada waktu dan mencelanya, padahal pembuat kejadian itu hanyalah Allah Ta’ala maka seolah-olah mereka hanyalah mencela Allah Subhanahu Wa Ta’ala karena sesungguhnya Dialah pembuat kejadian itu secara hakiki. Oleh karena itu Dia melarang mencela waktu dengan ungkapan tadi karena Allah adalah Ad-Dahr yang mengatur waktu dan mereka mengandarkan kejadian itu kepada-Nya. Inilah sebaik-bail perkataan dalam menafsirkan hadits ini dan inilah yang dimaksud. Wallahu A’lam [Tafsir Ibnu Katsir
Referensi : https://almanhaj.or.id/899-janganlah-kalian-mencela-ad-dahr-waktu.html