Rabu, 04 Februari 2026

Takut dan Harap?

Dalam serius kukerjakan
Berbalut tekad dan keyakinan 
pencapaian pengakuan pembuktian
Hanyalah pembawa kerusakan

Aku tak bisa lagi berjanji, 
Tak pula sanggup melabeli
engkau pemilik segala nama
Tempat akhir nasib bermuara

Aku takut engkau menjauhkan ku
Aku berharap belas kasih Mu
Namun Aku menyaksikan hati
Haus puji rasa tinggi 

sendiri

Sedari Dulu Hidup memang selalu sendiri
tidak ada orang yang benar-benar peduli
sedari dari dulu memang sudah begini
Aku saja yang telat menyadari

Kita hanya memikirkan diri sendiri
Dan pada dasarnya ingin dicintai dihargai
Kumpulan yang sepi berkongsi berkoloni
Lalu membully yang tak se frekuensi

Bahkan dalam sunyi diri pun mengkhianati
Mengabaikan sang penyaksi raja tertinggi
Bahkan denganMu saja aku tak perduli
Pantas saja hidupku selalu sendiri