Selasa, 02 November 2021

kisah autis 2007

Jauh kapal ini jauh membawaku
Menjauh dari segala memori
Dari orang orang yang tak perduli
Aku hidup atau aku mati

Melihat di medsos 
Foto sahabat lama
Waktu terasa seperti kemarin
Ingin kembali lagi bermain

Waktu seperti mengikis aku
Melupakan bentuk wujudku
Dunia tak ada gairah
Dunia semakin lelah

Aku tak berubah
Dari dulu pengkeluh kesah
Kadang uringan tak jelas marah
Hati membiru terasa sebah

Aku pongah tak jua berubah
Tak jua sempurna 
Hanya merasa bangga
Melalaikan terlupa lalu berdosa

Kadang aku bertanya
Sungguh ajaib ku bisa disini
Apakah autis bisa lewati esok hari
Aku penuh mimpi tapi penyendiri

keserakahan akan membuat hatimu berdarah

Mata ini tak lebih lebar 2 centi

Tapi luasnya dunia masuk kesana

Tangan ini tak pula besar berenergi

namun gajah raksasa bisa dikurungnya


apa yang menggerakan itu semua

hingga serakah mengenggam dunia

adalah nafsu yang membuncah

Membuat hatimu berdarah


Gunung Rencana

Dalam perjalanan seorang ke puncak gunung

persiapan permulaan  berlangsung

pendaki itu menyusun rencana

apa saja yang akan dilakukannya


namun saat ia menjalaninya mendakinya 

begitu banyak rintangan kesulitan 

jalan jurang terjal licin berliku, 

hewan liar hujan berbatu


dan dia terjatuh berkali kali, 

menyusun rencana baru lalu bangkit lagi

rencana tiap rencana ganti revisi 

menyesuaikan medan yang dilalui


begitulah  manusia  mengapai asa

jatuh bangun memperjuangkan cita

berbuah pengalaman dan pengetahuan

menjadi karakter dan menyinkap pertanyaan 


" siapa saya "


ada yang menyerah dan mencari gunung yang lain

ada yang terus mencoba gunung yang sama,

datang lagi beberapa pendaki yang lain

mendaki lagi di gunung yang sama


berbeda cerita berbeda persamaan

saling berbenturan -  menjatuhkan

terguling lagi jatuh lagi

bangkit lagi berlomba lagi


( rencana mahabarata)

Akulah

Akulah dia akulah dirimu

Akulah ruang Akulah waktu

akulah meja ditempat kerjamu

akulah sofa diperistirahatanmu


akulah hape yang sedang kau baca

saat rebahan dalam suka dan duka

akulah youtube yang sedang kau minati

akulah cerita yang sedang kau selami


aku ada dimana mana

aku sinyal aku pertanda

aku cermin aku suara

aku dan engkau menulis cerita


aku adalah semesta

aku adalah tubuhmu

aku sel dalam semesta

aku dan kau dalam tubuhku


(inspired from krisna mahabharata story)

BISMA YANG AGUNG

Bisma agung tinggi menjunjung 

Sumpah kewajiban terpasung

kejadian & karma terhubung

cerita Mahabrata berlangsung


Bisma menduduki bara api

dari pahitnya janji janji

segalanya tak ia perduli

asalkan dinasti tetap berdiri


berjalan atas nama keadilan

menjaga cita anak keturunan

anak serakah dimasa depan

wujud ujian dari kebenaran


bagai kerbau dicocok hidungnya

hanya tanah tandus diolahnya

kesedihan mengangkat senjata

begitu kuat namun tak berdaya


rebah di ratusan panah 

menanti kebebasan dari sumpah

terang sudah perang bharatayudha

matahari utara menjemputnya



Drestarasta & Dagingnya

Raja Buta yang tak percaya dunia

hanya percaya dirinya dan dagingnya

Raja yang penuh gelisah dan amarah

haus puji rasa tinggi narsis nan gundah


Raja ketidaksabaran emosian

Raja kegelapan kebutaan

Raja keadilan sesuai kemauan

Raja kebenaran kebingungan


Raja yang digerogoti dagingnya

daging busuk yang manja

menjelma menjadi cancer 

melukis sejarah yang angker



Jumat, 15 Oktober 2021

Pak Purnomo

pak purnomo namanya

youtuber sambilannya

polisi pekerjaannya

memanusiakan manusia kontennya


tidak segan membersihkan 

ODGJ sepanjang jalan

sela ketiak kemaluan dibersihkan

tidak ada gelagat jijik an


mataku berkaca melihat acaranya

memanusiakan manusia  

memuliakan mahluk Tuhan

ODGJ adalah titipan dan Ujian


kadang agak marah berceramah

karena masyarakat masih ogah

tak guna rajin sholat sedekah

bila manusia dianggap sampah


disatu momen dia kritik orang tua

dzolim pada anaknya yang sakit jiwa

dikurung dipasung seperti hewan saja

berhenti usaha mengobati nya


disaat para penjilat sibuk memuliakan atasan

pak purnomo sibuk merawat orang gila dijalanan

saya sebagai manusia biasa angkat tangan

tak mungkin bisa sehebat sampean


tontonan menjadi tuntunan

semoga kedepan kita menjadi insan

yang saling memuliakan mahluk Tuhan

mawas dzolim tebar kebaikan