Jumat, 07 Juli 2023

kisah umayah mantan tuan bilal bin rabah

Penderitaan Bilal berakhir ketika Abu Bakar mengajukan penawaran kepada Umayyah untuk membeli Bilal. Umayyah menaikkan harga berlipat ganda. Ia mengira Abu Bakar tidak akan mau membayarnya. Tapi ternyata, Abu Bakar setuju, walaupun harus mengeluarkan sembilan uqyah emas, dengan nilai sekarang sekitar Rp 150 juta.

Seusai transaksi, Umayyah berkata kepada Abu Bakar, Sebenarnya, kalau engkau menawar sampai satu uqyah pun maka aku tidak akan ragu untuk menjualnya. Abu Bakar membalas, Seandainya engkau memberi tawaran sampai seratus uqyah pun aku tidak akan ragu membelinya.

pada akhirnya ummayah meninggal seperti yang diramalkan Nabi Muhammad
yang menceritakan ke Sahabatnya Ummayah yang telah islam

hingga Ummayah ketakutan walau ia kafir tapi ia yakin Nabi Muhammad tak pernah berdusta, 3 bulan lamanya gak berani keluar mekkah

hingga terjadi perang badr karena umat muslim dilarang haji ke mekkah,ummayah yang ketakutan di paksa ikut perang oleh abu jahal yang merupakan salah satu pembesar Quraisy sama seperti ummayah

abu jahal mati dalam perang badr karena pendarahan di kaki di bunuh 2 anak muda yang juga syahid di bunuh abu jahal

ummayah mati dengan pengecut dengan menyerahkan diri menjadi tahanan perang, namun bertemu bilal mantan budak nya 

walau di halangi sahabatnya bilal yang menganggap ummayah tahanan perang, namun Bilal memberitahukan sejumlah kaum anshar yang lain,

sahabat nabi yang menahan ummayah ini akhirnya dapat ide, ummayah disuruh pura pura mati, dan dia tiduran di atasnya, namun sahabat anshar yang datang, menusuk nusuk umayah dari bawahnya memastikan apakah umayah masih hidup

akhirnya terjadilah ramalan Nabi Muhammad tersebut

Rabu, 05 Juli 2023

Talqin pakai headset

sesak dada ini tak karuan
tangis berhamburan
mereka mentalqinkan
dzikir pengenalan

sebegitu nya menyebut nama Tuhan
seperti anak hilang kebingungan
bercemas harap takut kehilangan
air mata penyesalan & harapan 

istigfar ini

bahkan pikiranku ini tak layak
diri ini seperti musuh congkak
selalu siap menjerumuskan
membenamkan ke kubang kotoran

bukannya aku baik hati
bukannya aku orang suci 
istigfar ini bukan mainan
istigfar ini kebutuhan 

penyegel liarnya pikirku
pengkoreksi perbuatanku
pengemudi nafsu jiwaku
pengendalian amarahku

Tuhan tak butuh diriku
aku yang perlu NamaMu
yang kacau balau bila tanpaNya
yang hancur binasa selamanya 

Selasa, 04 Juli 2023

bisa bisa saja..apa kau tak malu

bisa saja Kau ambil mata ini
yang penuh maksiat
bisa saja Kau cabut kaki tangan ini
yang penuh khianat

bisa saja Dia lakukan
menjabar kesimpulan
apakah kau penuh kesyukuran
atau mahluk memalukan

bersyukurnya si Buta
matanya telah disurga
diselamatkan dari nafsu dunia
dikurangi hisab dosanya

yang penuh dosa nestapa
diberi indera sempurna
tapi menangis sejadinya
karena berharap puji manusia

apa kau tega lakukan dosa
dengan indera yang dia punya
apa kau tak malu berbuat itu
sementara Dia melihatmu

Rabu, 28 Juni 2023

Abu Bakar Al Miski

dikisahkan oleh Al Imam Ibnul Jauzi dalam Al Mawa’idz Wal Majalis.

Tentang kisah seorang pemuda, yang menjaga dirinya dari perbuatan zina dan takut kepada Allah. Namanya Abu bakar Al Miski. Dia dijuluki Al Miski (Si Kasturi), karena tubuhnya menebarkan aroma wangi yang sangat harum dan khas.

karena melumuri tubuhnya dengan tinja karena di jebak wanita untuk berzina

Jumat, 16 Juni 2023

aku berkaca di kubangan

sejatinya aku bocah ngeluhan
hanya ingin dunia sesuai kemauan
tak ingin ada perubahan 
tanpa restuku tiada keridhaan

setelah berkaca dikubangan
aku monster memalukan
tamak pemalas keegoisan
tak mau diganggu di rendahkan

kembang kempis hidung blingsatan
menolak kesabaran demi pembenaran
sepertinya aku mirip hewan
nafsu jadi tuan aku peliharaan

sepertinya aku hanyalah slogan
bertopeng manis bak pahlawan
padahal seperti orang kesurupan
busuk hati dendam kebencian

Rabu, 14 Juni 2023

pemancar yang usang

cerita tentang pemancar yang usang
nol frekwensi gelap kotor meradang
bertahun tahun kehilangan gunanya
lupa fungsinya tak memancar cahaya

pemancar yang coba menembus langit
konslet listrik seperti hati yang sempit
pemancar lupa diri merasa eksis 
haus puji rasa tinggi begitu narsis

bagaimana bisa cahaya singgah disana
kotor buasnya nafsu jiwa merajalela
membatu lantaran lupa mengingatNya
menutup hakikat qolbu sesungguhnya

sebenarnya untuk apa kau diciptakan 
jangan lupakan tujuan sadari tipu setan
jangan seperti azazil begitu sombongnya
jangan seperti azazil begitu rasisnya

sejatinya kau hanya pemancar cahaya
engkau tidaklah ada Dia yang nyata
kau ada gunanya jika sadar sepenuhnya
tidaklah diciptakan kecuali jadi abdi Nya