Sabtu, 23 September 2023

Bayi yang lupa

Bayi lahir kedunia
begitu lemahnya
begitu rapuhnya
Tuhan maha pemelihara

lalu besar dewasa
memiliki kuasa
berbuat aniyaya
lupa hakikatNya 

Senin, 18 September 2023

Tuhan dan Gaji13

Ceramah UAS di telinga ini
bahas kitab penyucian diri
kepasrahan penyerahan
takwa iman pada Tuhan 

Sebuah cacat besar di dadaku
masih menjadi babu nafsu
masih bergantung gaji itu
haus puji di nama & gelarku

masih aku hitung hitungan
akibat sebab jadi pegangan
bakhil suudzon memalukan
ini yang katanya Budak Tuhan

Jumat, 08 September 2023

La Ilaha Illallah

maka kau hadir karena
La ilaha illallah
kata yang terdengar ringan
namun gunungpun 
bisa runtuh menerimanya

Tiada Tuhan selain Allah
adalah penerimaan
kerelaan kepasrahan 
penyerahan diri

Ridho adalah tujuanmu
sabar & syukur adalah kendaraanmu
Rahmat Allah adalah bahan bakarmu
mengingatnya adalah nahkodamu

Kamis, 31 Agustus 2023

Hatimu ada Dunia

Dikau menangisi yang tidak ada
takut dengan yang belum nyata
padahal Dia maha pemelihara
sungguh apa aku kufur padaNya

aku takut miskin berfikir bahwa
jika honor cair akan kaya raya
amboi siapakah Tuhan si sahaya 
Khalik atau lembaran kertas dunia

padahal dunia ini tak berharga
dibanding sayap nyamuk saja
tapi kau gundah gulana
dihatimu ada raja selain Dia

Doa si Pendosa

Ya Allah aku ini 
cenderung dzalim  
merusak diriku sendiri

setiap detiknya
lintasan lintasan pikiran
membuat hamba berdosa

Ya Allah aku si pendosa
tak berdaya dengan diriku sendiri
aku penuh kekurangan
aku penuh kelemahan

tanpa dirimu ya Allah
maka sesatlah aku 
hancurlah aku

Senin, 28 Agustus 2023

Si Paling Munafik

aku lari ke puncak dunia
merasa tertinggikan
aku kebenua antartika
merasa tersaljukan

aku si paling merasa
aku paling benarnya
aku si merasa suci
aku merasa sufi

padahal manusia menjijikan
padahal manusia memalukan
untungnya hanya Aku & Tuhan
yang tau aku penuh kemunafikan 

Selasa, 22 Agustus 2023

iman, takwa, malu dan ilmu

قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اَلإِيْمَانُ عُرْيَانٌ وَلِبَاسُهُ التَّقْوَى وَزِيْنَتُهُ الحَيَاءُ وَثَمَرَتُهُ العِلْمُ Nabi SAW Bersabda : “Iman itu telanjang, dan pakaianya adalah taqwa dan hiasanya adalah malu, dan buahnya adalah ilmu” mengapa Iman yang sering kita sebut sebagai ni’mat terbesar dari Allah SWT disebut telanjang dalam hadist tersebut? karena hal ini ditandai dengan seperti layaknya bayi yang dilahirkan dalam keadaan telanjang, tiada sehelai benangpun yang menempel ditubuhnya, suci dan bersih كُلُّ مَوْلُوْدٍ يُوْلَدُ عَلَى الْفِطْرَةِ، فَأَبَوَاهُ يُهَوِّدَانِهِ أَوْ يُمَجِّسَانِهِ أَوْ يُنَصِّرَانِهِ “Setiap anak yang dilahirkan adalah fitrah, kedua orang tuanyalah yang menjadi sebab ia yahudi, majusi, atau nasrani” lazim nya seorang bayi, iman perlu penanganan dan perawatan yang apik, yang berkesinambungan supaya iman tumbuh dan berkembang dengan baik seperti bayi yang kita rawat harus kita nafkahi : diberikan sandang, pangan, dan papan asupan gizi yang baik, dan diberikan pakaian yang paling baik وَلِبَاسُهُ التَّقْوَى “dan pakaianya adalah taqwa” iman adalah keyakinan didalam hati seseorang ,tak akan terlihat oleh mata, maka Taqwa inilah sebagai wujud lahir dari iman yang ada didalam dada Allah SWT berfirman: يٰبَنِيْۤ اٰدَمَ قَدْ اَنْزَلْنَا عَلَيْكُمْ لِبَاسًا يُّوَارِيْ سَوْاٰتِكُمْ وَرِيْشًا ۗ وَلِبَاسُ التَّقْوٰى ۙ ذٰلِكَ خَيْرٌ ۗ ذٰلِكَ مِنْ اٰيٰتِ اللّٰهِ لَعَلَّهُمْ يَذَّكَّرُوْنَ “Wahai anak cucu Adam! Sesungguhnya Kami telah menyediakan pakaian untuk menutupi auratmu dan untuk perhiasan bagimu. Tetapi pakaian taqwa, itulah yang lebih baik. Demikianlah sebagian tanda-tanda kekuasaan Allah, mudah-mudahan mereka ingat.” (QS. Al-A’raf 7: Ayat 26) Sebenarnya kata taqwa sudah tidak asing di telinga kita, pastilah semua orang – orang muslim mengetahuinya, dalam arti bahasa kata taqwa berarti memelihara atau menghindari, konteks memeliharanya adalah diri atau keluarga, sedangkan penghindaranya berkaitan dengan siksa Allah di dunia dan akhirat Bertaqwalah dengan sebenar – benarnya taqwa, yakni dengan menjalankan perintahNya dan takut atas ancamanNya, supaya kita terhindar dari malapetaka, dan selamat dunia akhirat. Kemudian setelah iman sudah kita berikan pakaian, maka sepantasnya pakaian ini kita berikan hiasan agar semakin indah dipandang وَزِيْنَتُهُ الحَيَاءُ “dan hiasanya adalah malu” malu kepada Allah jika meninggalkan kewajibanNya, dan juga malu jika melakukan apa yang dilarangnya Nabi SAW bersabda : وَالْحَيَاءُ شُعْبَةٌ مِنَ الْإِيمَانِ “Rasa Malu adalah cabang dari keimanan” Jika malu adalah cabang dari keimanan maka wajiblah tentunya mempunyai rasa malu, jika tidak mempunyai rasa malu, maka tidak sempurnalah imanya. Oleh sebab itu malulah kepada Allah jika meninggalkan kewajibanNya, dan juga malu jika melakukan apa yang dilarangnya. Selain itu malu merupakan ciri akhlak seorang muslim sebagai sabda nabi : إِنَّ لِكُلِّ دِينٍ خُلُقًا، وَخُلُقُ الْإِسْلَامِ الْحَيَاءُ “Sesungguhnya Setiap agama mempunyai ciri khas akhlak dan ciri khas akhlak Islam itu adalah rasa malu.” (HR. Ibnu Majah) Jadi jika seseorang tidak memiliki rasa malu, maka orang tersebut bukanlah orang islam, karena orang islam memiliki ciri khas yaitu rasa malu, malu untuk melakukan hal hal buruk, dan malu disaat ia meninggalkan kebaikan. Selanjutnya jika iman sudah berpakaian taqwa, dan berhiaskan malu, maka dari sinilah muncul buahnya وَثَمَرَتُهُ العِلْمُ “dan buahnya adalah ‘lmu” setelah buahnya iman sudah kita dapatkan yaitu ‘lmu, maka barulah kita mengerti makna dari iman sebenarnya Iman tanpa ilmu bagaikan lentera di tangan bayi. Namun ilmu tanpa iman, bagaikan lentera di tangan pencuri tiada iman tanpa amal, tiada amal tanpa ‘ilmu, tiada ‘ilmu tanpa hidayah, dan tiada hidayah tanpa takut barangsiapa yang memiliki keimanan yang baik, maka wajiblah ia untuk masuk ke syurgaNya Allah SWT. وَ اللّٰهُ أَعْلَمُ بِاالصَّوَابِ