Senin, 13 Oktober 2025

Tak ada siapa siapa

Apa yang kau cari disitu 
Tak ada apa apa 
Siapa yang ingin kau temu
Tiada siapapun jua

Ketika semua pintu terkunci
Tak mau menerima mu 
Dia selalu ada membuka diri
Menantimu untuk mengadu


Rabu, 08 Oktober 2025

Nafas 1 milyar

Banyak hal yang tercipta
Tak terkira nilainya
Tak terukur kasihnya
kita tak menyadari nya

Betapa hidup adalah hadiah
nafas pagi tak kenal lelah 
Tuhan yang membangunkanmu
Mengantar makanan di mejamu

Rasa kuasa tubuh & inderamu
Kesehatan hingga gerak ragamu
Menkondusifkan lingkungan mu
Jadi lebih mudah hidupmu

Bagaimana bila untuk bernafas saja
Kau harus membayar 1 milyar
Bagaimana bila semua manusia 
Membenci - aib mu terbongkar

Karena dia maha membolak-balikan hati
Karena dia yang menguasai semua lini
Tiada pilihan kecuali mensyukuri 
Menjalani semua ini dengan sabar hati


Jumat, 03 Oktober 2025

Kita Hidup di atas bumi bermagma

Akhirnya kumengerti
apa yang kuperjuangkan ini 
tak penting lagi
kapanpun bisa pergi

Segala kubangun kukerjakan
hanyalah kumpulan khayalan
Mimpi yang melelahkan
Melenakan menghancurkan 

Rencanaku hanyalah ampas
Daya upayaku gampang terhempas
Bukan menyerah tapi berserah
menyadari betapa diri ini sangatlah lemah

Oh jangan sampai terlupa
Pakaian, karya, cerita dan mahkota 
Semua hanya tipu daya - obat bius dunia
Aku tetaplah mahluk  lemah yang hina

Tak Mau lupa betapa baiknya diriMu

Jangan lupakan aku 
Tentang betapa baiknya dirimu
Kau kemas sedemikian rupa takdir ini
Agar kelak aku bersyukur nanti

Mohon ingatkan aku tentang hari hari
Dimana engkau datang berkali kali
Melindungiku dengan ketenangan hati
Hingga kubisa menjalani semua ini

Bila saja kasih orang tua
Tak mampu ku membalasnya
Apalagi diriMu yang merawat segala
Tolong Tuhan tanamkan kisah ini dijiwa

Bala hanya menunjukan muka
Hikmah dan penghapus dosa
Datanglah sebagai hamba yang hina
Hancurkan dirimu sehancur hancurnya

Terhantam Terdiam

Membisu tak tau
Sendu termangu
Hantaman bertubi tubi
Tak se mencengangkan ini

Sehebat apapun teori 
Serasa kini tak berarti 
Aku benar benar kalah 
Apakah aku sudah menyerah

Kesulitan ketakutan kelaparan
Menanti kabar berita dalam kesabaran
Melewati ujian sampai pemahaman
mencari jalan bergantung padaMu Tuhan

(Balik nama sirga, hantaman bertubi, iman admiraldo ) 

Kamis, 02 Oktober 2025

Doa agar terhindarkan dari 8 Hal yang melemahkan

Dikisahkan dari Abu Sa’id Al-Khudri radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah masuk ke dalam masjid dan mendapati seorang sahabat dari kalangan Anshar yang dipanggil Abu Umamah. Beliau shallallahu ‘alaihi wasallam berkata,

يَا أَبَا أُمَامَةَ مَا لِي أَرَاكَ جَالِسًا فِي الْمَسْجِدِ فِي غَيْرِ وَقْتِ الصَّلَاةِ

 “Ada apakah gerangan aku lihat engkau duduk di masjid bukan pada waktu salat?”

Beliau shallallahu ‘alaihi wasallam heran kenapa Abu Umamah dengan ekspresi wajah yang sedih hanya duduk mengurung diri di masjid dan di luar waktu salat, padahal sahabat-sahabat lainya bekerja di luar. Menanggapi pertanyaan dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam itu, dia menjawab,

هُمُومٌ لَزِمَتْنِي وَدُيُونٌ يَا رَسُولَ اللَّهِ


Kegundahan dan utang yang selalu menyelimutiku, wahai Rasulullah!”

Mendengar hal itu, beliau shallallahu ‘alaihi wasallam berkata,

أَفَلَا أُعَلِّمُكَ كَلَامًا إِذَا أَنْتَ قُلْتَهُ أَذْهَبَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ هَمَّكَ وَقَضَى عَنْكَ دَيْنَكَ

“Maukah aku ajarkan doa yang apabila kamu ucapkan, maka Allah ‘Azza Wajalla akan menghilangkan kegundahanmu dan melunaskan utang-utangmu?”

Dengan penuh suka cita dan semangat, Abu Umamah menjawab,

بَلَى يَا رَسُولَ اللَّهِ

“Mau, wahai Rasulullah.”

Beliau pun bersabda,

“Apabila kamu berada di pagi dan di sore hari ucapkanlah (doa):

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ الْجُبْنِ وَالْبُخْلِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ غَلَبَةِ الدَّيْنِ وَقَهْرِ الرِّجَالِ

ALLAHUMMA INNI A’UDZU BIKA MINAL HAMMI WAL HAZANI WA A’UDZU BIKA MINAL ‘AJZI WAL KASALI, WA A’UDZU BIKA MINAL JUBNI WAL BUKHLI WA A’UDZU BIKA MIN GHALABATID DAINI WA QAHRIR RIJAL

(Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kegundahan dan kesedihan dan aku berlindung kepada-Mu dari kelemahan dan kemalasan dan aku berlindung kepada-Mu dari sifat penakut dan bakhil, dan aku berlindung kepada-Mu dari terlilit utang dan pemaksaan dari orang lain.)”

Setelah mengamalkan doa yang diajarkan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam di atas, maka Abu Umamah pun berkata, “Aku pun melaksanakannya dan ternyata Allah ‘Azza Wajalla menghilangkan kegundahanku dan melunasi utang-utangku.” (HR. Abu Dawud no. 1330)



Sumber: https://muslim.or.id/97780-doa-komplet-berlindung-dari-delapan-hal.html
Copyright © 2025 muslim.or.id
Sumber: https://muslim.or.id/97780-doa-komplet-berlindung-dari-delapan-hal.html
Copyright © 2025 muslim.or.id

waktu

Janganlah Kalian Mencela Ad-Dahr (Waktu)
APAKAH MAKNA “JANGANLAH KALIAN MENCELA AD-DAHR (WAKTU) KARENA SESUNGGUHNYA ALLAH ITU AD-DAHR”

Pertanyaan.
Apakah hadits: “Janganlah kalian mencela Al-Waktu karena Allah adalah Al-Waktu” shahih dari Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi wa sallam? Bila shahih bagaimana Anda menafsirkannya?

Jawaban.
Alhamdulillah.

Hadits tersebut lafadznya bukanlah:

لا تسبوا الوقت فإن الله هو الوقت

“Janganlah kalian mencela Al-Waktu karena sesungguhnya Allah itu adalah Al-Waktu.”

Tetapi lafadz yang benar adalah:

لاَ تَسُبُّوا الدَّهْرَ فَإِنَّ اللَّهَ هُوَ الدَّهْرُ

“Janganlah kalian mencela Ad-Dahr karena sesungguhnya Allah itu Ad-Dahr.”

Sedangkan lafadz tadi barangkali hanya karena penerjemahan dari pertanyaan. Hadits ini diriwayatkan oleh Muslim dari Abu Hurairah Radhiallahu ‘Anhu (5827). Dan di dalam lafadz lain:

لاَ يَسُبُّ أَحَدُكُمُ الدَّهْرَ فَإِنَّ اللَّهَ هُوَ الدَّهْرُ

“Janganlah salah seorang di antara kalian mencela Ad-Dahr karena sesungguhnya Allah adalah Ad-Dahr (waktu).”

Dan di dalam lafadz lain:

لَا يَقُلْ أَحَدُكُمْ : يَا خَيْبَةَ الدَّهْرِ ، فَإِنَّ اللَّهَ هُوَ الدَّهْرُ

“Janganlah salah seorang di antara kalian berkata: ‘Wahai dahr (waktu) yang sial’ karena sesungguhnya Allah adalah Ad-Dahr.”

Di dalam lafadz lainnya lagi Allah berfirman:

قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ يُؤْذِينِي ابْنُ آدَمَ يَقُولُ يَا خَيْبَةَ الدَّهْرِ ‏.‏ فَلاَ يَقُولَنَّ أَحَدُكُمْ يَا خَيْبَةَ الدَّهْرِ ‏.‏ فَإِنِّي أَنَا الدَّهْرُ أُقَلِّبُ لَيْلَهُ وَنَهَارَهُ فَإِذَا شِئْتُ قَبَضْتُهُمَا

“Anak Adam telah menyakiti-Ku, dia berkata: ‘Wahai waktu yang sial !’ Maka janganlah kalian berkata: ‘Wahai waktu yang sial’ karena Aku adalah Ad-Dahr (waktu). Aku membolak-balikkan malam dan siang, maka apabila Aku menghendaki pasti Kucabut kedua-duanya.”

Adapun makna hadits, dijelaskan oleh Imam An-Nawawi rahimahullah:
“Mereka (para ulama) berkata bahwa hadits ini adalah ungkapan (bukan hakiki) karena dulu orang Arab suka mencela waktu ketika terjadi malapetaka dam musibah yang menimpa mereka, baik berupa kematian, pikun, kehilangan harta dan yang lainnya, lalu mereka berkata: “Wahai waktu yang sial!’ atau kalimat lainnya yang mengandung celaan terhadap waktu. Maka berkatalah Nabi Shalallahu ‘Alaihi wa sallam:

لاَ تَسُبُّوا الدَّهْرَ فَإِنَّ اللَّهَ هُوَ الدَّهْرُ

Baca Juga  Muslim Tapi Mengerjakan Maksiat
“Janganlah kalian mencela waktu karena sesungguhnya Allah itu adalah waktu.”

Artinya janganlah kalian mencela pembuat kejadian karena apabila kalian mencela pembuat kejadian terkenalah celaan itu kepada Allah Ta’ala, karena Dialah Pembuat kejadian itu. Adapun Ad-Dahr itu sendiri maknanya adalah waktu (masa), dia tidak punya perbuatan bahkan dia adalah makhluk di antara makhluk-makhluk Allah Ta’ala. Dan makna “Sesungguhnya Allah adalah Ad-Dahr (waktu)” artinya pembuat dan pencipta peristiwa dan kejadian. Wallahu A’lam.” [Syarah Muslim 3/15]

Harus diketahui pula bahwa Ad-Dahr bukanlah salah satu di antara nama-nama Allah. Adapun penisbatan Ad-Dahr kepada Allah hanyalah penisbatan penciptaan dan pengaturan. Artinya Dialah yang menciptakan dan yang mengatur Ad-Dahr (waktu) karena adanya beberapa lafadz di dalam hadits lain yang semakna.
Seperti firman Allah :

بِيَدِيَ الأَمْرُ أُقَلِّبُ اللَّيْلَ وَالنَّهَارَ

” Di tangan-Kulah segala urusan. Aku bolak-balikkan malam dan siang.”

Maka tidak mungkin di dalam hadits ini yang membolak-balikkan dan yang dibolak-balikkan adalah sama, akan tetapi yang membolak-balikkan adalah Allah sedangkan yang dibolak-balikkan adalah waktu yang diatur oleh Allah baik kejadiannya ataupun waktunya sesuai dengan kehendak-Nya. [Lihat: Fatawa Aqidah Syaikh Al Utsaimin 9/163].

Al Hafidz Ibnu Katsir, ketika menafsirkan firman Allah Ta’ala yang berbunyi:

وَقَالُوْا مَا هِيَ اِلَّا حَيَاتُنَا الدُّنْيَا نَمُوْتُ وَنَحْيَا وَمَا يُهْلِكُنَآ اِلَّا الدَّهْرُۚ

“Dan mereka berkata: ‘Hal itu tidak lain kecuali hanya kehidupan kita di dunia, kita mati hidup dan kita hidup, dan tidak ada yang membinasakan kita kecuali Ad-Dahr (waktu).” [Al Jatsiyah/45 :5].

Berkata (Ibnu Katsir): “Telah berkata Syafii, Abu Ubaidah, dan yang lainnya ketika menafsirkan perkataan Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wasallam: “Janganlah kalian mencela waktu karena sesungguhnya Allah itu adalah waktu.” Dahulu orang Arab di zaman jahiliyah, bila mereka ditimpa kesulitan, musibah, atau bencana, mereka berkata: ‘wahai waktu yang sial’ lalu mereka menyandarkan kejadian itu kepada waktu dan mencelanya, padahal pembuat kejadian itu hanyalah Allah Ta’ala maka seolah-olah mereka hanyalah mencela Allah Subhanahu Wa Ta’ala karena sesungguhnya Dialah pembuat kejadian itu secara hakiki. Oleh karena itu Dia melarang mencela waktu dengan ungkapan tadi karena Allah adalah Ad-Dahr yang mengatur waktu dan mereka mengandarkan kejadian itu kepada-Nya. Inilah sebaik-bail perkataan dalam menafsirkan hadits ini dan inilah yang dimaksud. Wallahu A’lam [Tafsir Ibnu Katsir
Referensi : https://almanhaj.or.id/899-janganlah-kalian-mencela-ad-dahr-waktu.html