فَاتَّقُوا اللَّهَ مَا اسْتَطَعْتُمْ
Maka bertakwalah kamu kepada Allah menurut kesanggupanmu … (QS. At Taghabun: 16)
وَأَعِدُّوا لَهُمْ مَا اسْتَطَعْتُمْ مِنْ قُوَّةٍ
Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi … (QS. Al-Anfal: 60)
Pada tahun 1980-an, tersebutlah seorang ulama terkemuka yang juga merupakan tokoh pergerakan Islam bernama Abdullah Al Azzam yang tinggal di Jenin, Yordania. Beliau seorang syekh teladan dan panutan, dihormati lagi disegani oleh para muridnya.
Pada suatu saat beliau ditanya oleh muridnya,
“Ya syekh, apa yang dimaksud dengan mastatho’tum?"
Sang Syekh pun membawa muridnya ke sebuah lapangan, meminta semuanya muridnya berlari sekuat tenaga mengelilingi lapangan semampu mereka. Titik dan waktu keberangkatan sama, akan tetapi waktu akhir dan jumlah putaran setiap murid akan berbeda.
Satu putaran masih belum terasa, putaran kedua berkurang tenaga, dan mulai berguguran di putaran ketiga hingga tersisa beberapa orang saja. Akhirnya satu persatu merasa lelah dan menyerah. Mereka semua pun menepi ke pinggir lapangan, kelelahan. Mereka sudah berusaha sekuat tenaga, semampu mereka.
Setelah semua muridnya menyerah, Sang Syekh pun tak mau kalah. Beliau berlari mengelilingi lapangan hingga membuat semua muridnya keheranan. Semua murid kaget dan tidak tega melihat gurunya yang sudah tua itu kepayahan.
Satu putaran masih berseri seri. Dua putaran mulai pucat pasi. Tiga putaran mulai kehilangan kendali. Menuju putaran yang keempat Sang Syekh makin tampak kelelahan, raut mukanya memerah, keringat bertetesan, nafas tersengal-sengal tidak beraturan, tapi tetap berusaha. Beliau terus berlari sekuat tenaga, dari cepat, melambat, melambat lagi, hingga kemudian beliau pun terhuyung tanpa penyangga. Energinya terkuras habis tak tersisa. Beliau jatuh pingsan, tak sadarkan diri.
Setelah beliau siuman dan terbangun, muridnya bertanya,
“Syekh, apa yang hendak engkau ajarkan kepada kami?”
“Muridku, Inilah yang dinamakan titik mastatho’tum! Titik di mana saat kita berusaha semaksimal tenaga sampai Allah sendiri yang menghentikan perjuangan kita”, jawab Sang Syekh dengan mantap.
********************************************
Berjuanglah di jalan Allah tanpa kenal lelah sampai Allah menghentikan langkah kita.
#renungan
#renunganislami
#tafakur
#motivasi
#muhasabah
#santri
#santrikeren
#mujahid
#mujahidmuda
#pesantren
#pesantrensalaf
#pesantrenpagelaran3
#pesantrenmodern
#boardingschool
#islamicboardingschool
(sumber : fb pesantren pagelaran subang 3)https://www.facebook.com/pesantrenpagelaran3/photos/a.686369824805480/1829408510501600/?type=3&app=fbl
Tidak ada komentar:
Posting Komentar