Sabtu, 02 November 2024

Pembela Nafsu

sebenarnya yang aku bela itu 
adalah nafsuku ego ku
ada aku menempel dimanapun
karena itu aku sakit hati
aku menempel di gelarku
aku menempel di pekerjaanku
aku menempel di jabatanku
aku anggap semua
yang berkaitan denganku 
itu adalah aku

padahal yang aku bela itu 
adalah nafsu ku ego ku 
lalu jika aku sakit jika aku gagal
jika aku tidak dihargai
aku menyalahkan orang
aku membenci orang
aku kecewa sakit hati
ooh betapa menyedihkannya
aku menyerahkan remote control
kebahagiaanku pada kata orang
bahkan sampai menyalahkan Tuhan

Di dalam firmannya tersebar
bahwa Tuhan tak pernah
mendzalimi hambanya
aku sendiri yang jahat
aku sendiri yang membuat 
diriku jatuh dan sakit
aku sendiri yang memanjakan nafsuku
aku lupa dengan ruhku 
kesejatian diriku 
indera ini tubuh ini
bukanlah aku
aku adalah ruh
yang cenderung 
mencari Tuhan
namun aku memanjakan bisikan
bisikan bisikan dalam pikiran
yang riuh berisik bagai topan
ruh yang terlupakan 
Ruh yang tujuannya hanya Tuhan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar