menangis meronta tidak mau
dibawa ke pondok pesantren
beragam komenan neitzen
lalu aku teringat kisah nabi ibrahim
jangankan kirim ke pondok
sang nabi mendapat ilham
untuk menyemblih anaknya
sungguh aku tidak mengerti apapun
aku tidak memihak yang mana
karena segala yang terjadi
sudah ada arahnya kita tidak tau
tentang masa depan
pikiran ini cenderung sesat
musuh sejati ini adalah pikiran ini
apakah kita memasukan
anak ke pondok karena ego kita
karena setiap manusia
beda kurikulumnya
dan apakah ego itu jadi Tuhannya
ataukah memang sudah sesuai
dengan kemauan Tuhan
atau ini sudah takdir bagian perjalanan
pun jika kita tidak
memasukan anak ke pondok
adakah jaminan anak itu tidak akan
terluka juga dalam menjalani hidup
bukankah kejahatan juga
jika membiarkan anak
santai bermain hp berjam jam
atau bergaul dengan teman teman
yang nakal dan sesat pikir
sungguh aku tidak tau apa apa
namun Dia maha tahu maha kuasa
sang maha rencana
maka jawabannya perbanyaklah doa
agar Tuhan mengarahkannya
doa adalah senjata kita
Tidak ada komentar:
Posting Komentar