Disaat terpojok di lautan selat
Tak banyak tanya
Jalan terbelah didepannya
Fir'aun sudah punya pemahaman
tongkatnya musa adalah jebakan
Penuh pertimbangan
Ragu melewati jalan lautan
Namun kuda Fir'aun begitu gagahnya
Terpincut kuda jelita di depannya
Yang ditunggangi Jibril dan lainnya
Skenario yang begitu sempurna
Sebelumnya musa berhakikat
Jika mati Disini adalah Rahmat
Jika lautan terbelah juga Rahmat
Apapun yang kau beri adalah Nikmat
Kita menilai Rahmat dari pikiran kita
Bukan dari kemauanNya
Lalu Pada akhirnya
Fir'aun Menemui takdirnya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar