Sabtu, 04 Mei 2024

pemaaf

bila engkau menyalahkan yang lain
maka perjalanan masih jauh
bila engkau menyalahkan diri sendiri
perjalanan sudah dekat
bila engkau tidak menyalahkan siapapun
perjalanan sudah sampai

tak ada satupun yang sia sia
satu kemalangan mengantarkan
ke takdir yang lain 

hikmah dipenjaranya buya hamka
kelak menunjukan kebesaran hatinya 
menjadi insan yang pemaaf
tatkala harus mengimami sholat
bung karno

bung karno menjadi pemicu 
cerita kesabaran dan kemaafan
bila lukisan tercipta 
warna muram pun berharga



Minggu, 28 April 2024

Cerita Tentang Tukang parkir, risoles coklat, corndog dan uang 50 ribu

baban ngidam corndog
padahal hujan dan masih siang
dengan jas hujan puterin way halim
jelas gak temu..corndog itu
adanya pagi atau malam hari
jadi gantinya beli risoles coklat

seperti biasa sebelum selesai pesanan
tukang parkir sudah standby datang
jadi bingung duit pas sepuluh ribu
untuk bayar risoles yang sepi pembeli
tapi mikirin ngasih duit tukang parkir
aku kasih duit 50 rb berharap pecahannya
untuk bayar parkir, tapi penjual risoles itu
gak punya tukeran dan mau nyari pecahan
di warung lain, jadi gak enak karena merasa nyusahin penjual risoles demi kang parkir, akhirnya duit sepuluh ribu pas itu aku kasih ke mbak penjual
dan tukang parkir nya aku kasih 50 ribu
dan bilang gak ada kembalian
dan aku nunjukin dompetku yang
memang gak ada 
uang dua ribu untuk parkir
yang ada duit koin 500 dan 100 rupiah
aku gak mau ngasih duit sekecil itu
gak mau menghina kang parkir
dan kang parkirnya juga akhirnya
mengikhlaskan duit parkirnya
dan bantu mengeluarkan motor

aku pamit sambil pencet klakson
di perjalan aku sedikit menangis
memang orang cengengan aku
ya..aku bersyukur pada Tuhan
aku gak harus menjadi peminta minta
untuk mendapatkan rezeki 
dipermudah Tuhan ada gaji bulanan
gak musti merendahkan diri 
demi uang sedikit 

lalu aku mendoakan 
tukang parkir dan penjual risoles itu
mereka orang orang hebat 
Tukang parkir itu 
menunjukan harkat derajatnya
walau tidak dibayar Rp.2000
tapi dia berupaya menunjukan
profesionalisme dan harga dirinya

mohon maaf selama ini 
agak meremehkan profesi tukang parkir
mereka itu orang hebat kok
rela menekan harga diri mereka
keluar rumah panas panasan 
hujan hujanan demi selembar dua ribu

begitu cara Tuhan menunjukan kisahnya
yang mulanya pingin cari corndog
dibuat muter muter 
ketemunya risoles coklat
dan akhirnya aku menulis cerita ini

Kamis, 25 April 2024

menjadi saksi semua lewat begitu saja

sengaja kutulis ini 
agar terdokumentasi
mensiasati waktu
yang deras melaju

percayalah sesakit apa luka
seberat apa masalahnya
tiba tiba lewat begitu saja
eh sudah dua dasawarsa 

seperti kau duduk menonton tivi
adegan berganti ganti
engkau yang sejati duduk sendiri
mengamati menjadi saksi

yang ingin Kau katakan
tanam tuai waktu kan tunjukan 
tak guna itu kemelekatan
segala perubahan kesementaraan

Aku Ngaku - kemelekatan

mencari Tuhan di sepertiga malam
berharap tangis sendu kebiruan
dipertengahan bocil bangun bergumam
dia ikut sholat ayat hafalan dilantunkan

ya tidak jadi sendu...sebercanda itu
setelah sekian hari aku mencari biru
karena keruhnya hati penuh distraksi 
takut sesat dini aku ingin kembali

mungkin la ila ha ilaallah itu 
tertutup ambisi mencari haru biru
engkau hanya menunjukanku
rencanaku penuh dengan ngaku 

Senin, 22 April 2024

02. Al Baqarah pt2

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

وَاَ تِمُّوا الْحَجَّ وَا لْعُمْرَةَ لِلّٰهِ ۗ فَاِ نْ اُحْصِرْتُمْ فَمَا اسْتَيْسَرَ مِنَ الْهَدْيِ ۚ وَلَا تَحْلِقُوْا رُءُوْسَكُمْ حَتّٰى يَبْلُغَ الْهَدْيُ مَحِلَّهٗ ۗ فَمَنْ كَا نَ مِنْكُمْ مَّرِيْضًا اَوْ بِهٖۤ اَذًى مِّنْ رَّأْسِهٖ فَفِدْيَةٌ مِّنْ صِيَا مٍ اَوْ صَدَقَةٍ اَوْ نُسُكٍ ۚ فَاِ ذَاۤ اَمِنْتُمْ ۗ فَمَنْ تَمَتَّعَ بِا لْعُمْرَةِ اِلَى الْحَجِّ فَمَا اسْتَيْسَرَ مِنَ الْهَدْيِ ۚ فَمَنْ لَّمْ يَجِدْ فَصِيَا مُ ثَلٰثَةِ اَيَّا مٍ فِى الْحَجِّ وَسَبْعَةٍ اِذَا رَجَعْتُمْ ۗ تِلْكَ عَشَرَةٌ كَا مِلَةٌ ۗ ذٰلِكَ لِمَنْ لَّمْ يَكُنْ اَهْلُهٗ حَا ضِرِى الْمَسْجِدِ الْحَـرَا مِ ۗ وَا تَّقُوا اللّٰهَ وَا عْلَمُوْۤا اَنَّ اللّٰهَ شَدِيْدُ الْعِقَا بِ
wa atimmul-hajja wal-'umrota lillaah, fa in uhshirtum fa mastaisaro minal-hady, wa laa tahliquu ru-uusakum hattaa yablughol-hadyu mahillah, fa mang kaana mingkum mariidhon au bihiii azam mir ro-sihii fa fidyatum ming shiyaamin au shodaqotin au nusuk, fa izaaa amingtum, fa mang tamatta'a bil-'umroti ilal-hajji fa mastaisaro minal-hady, fa mal lam yajid fa shiyaamu salaasati ayyaaming fil-hajji wa sab'atin izaa roja'tum, tilka 'asyarotung kaamilah, zaalika limal lam yakun ahluhuu haadhiril-masjidil-haroom, wattaqulloha wa'lamuuu annalloha syadiidul-'iqoob

"Dan sempurnakanlah ibadah haji dan umrah karena Allah. Tetapi jika kamu terkepung (oleh musuh), maka (sembelihlah) hadyu yang mudah didapat, dan jangan kamu mencukur kepalamu, sebelum hadyu sampai di tempat penyembelihannya. Jika ada di antara kamu yang sakit atau ada gangguan di kepalanya (lalu dia bercukur), maka dia wajib berfidyah, yaitu berpuasa, bersedekah, atau berkurban. Apabila kamu dalam keadaan aman, maka barang siapa mengerjakan umrah sebelum haji, dia (wajib menyembelih) hadyu yang mudah didapat. Tetapi jika dia tidak mendapatkannya, maka dia (wajib) berpuasa tiga hari dalam (musim) haji dan tujuh (hari) setelah kamu kembali. Itu seluruhnya sepuluh (hari). Demikian itu, bagi orang yang bukan penduduk Masjidilharam. Bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah sangat keras hukuman-Nya."
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 196)

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

اَلْحَجُّ اَشْهُرٌ مَّعْلُوْمٰتٌ ۚ فَمَنْ فَرَضَ فِيْهِنَّ الْحَجَّ فَلَا رَفَثَ وَلَا فُسُوْقَ وَلَا جِدَا لَ فِى الْحَجِّ ۗ وَمَا تَفْعَلُوْا مِنْ خَيْرٍ يَّعْلَمْهُ اللّٰهُ ۗ وَتَزَوَّدُوْا فَاِ نَّ خَيْرَ الزَّا دِ التَّقْوٰى ۖ وَا تَّقُوْنِ يٰۤاُ ولِى الْاَ لْبَا بِ
al-hajju asy-hurum ma'luumaat, fa mang farodho fiihinnal-hajja fa laa rofasa wa laa fusuuqo wa laa jidaala fil-hajj, wa maa taf'aluu min khoiriy ya'lam-hulloh, wa tazawwaduu fa inna khoiroz-zaadit-taqwaa wattaquuni yaaa ulil-albaab

"(Musim) haji itu (pada) bulan-bulan yang telah dimaklumi. Barang siapa mengerjakan (ibadah) haji dalam (bulan-bulan) itu, maka janganlah dia berkata jorok (rafats), berbuat maksiat, dan bertengkar dalam (melakukan ibadah) haji. Segala yang baik yang kamu kerjakan, Allah mengetahuinya. Bawalah bekal, karena sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa. Dan bertakwalah kepada-Ku, wahai orang-orang yang mempunyai akal sehat!"
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 197)

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

لَيْسَ عَلَيْکُمْ جُنَا حٌ اَنْ تَبْتَغُوْا فَضْلًا مِّنْ رَّبِّکُمْ ۗ فَاِ ذَاۤ اَفَضْتُمْ مِّنْ عَرَفٰتٍ فَا ذْکُرُوا اللّٰهَ عِنْدَ الْمَشْعَرِ الْحَـرَا مِ ۖ وَا ذْکُرُوْهُ کَمَا هَدٰٮکُمْ ۚ وَاِ نْ کُنْتُمْ مِّنْ قَبْلِهٖ لَمِنَ الضَّآ لِّيْنَ
laisa 'alaikum junaahun ang tabtaghuu fadhlam mir robbikum, fa izaaa afadhtum min 'arofaating fazkurulloha 'ingdal-masy'aril-haroomi wazkuruuhu kamaa hadaakum, wa ing kungtum ming qoblihii laminadh-dhooolliin

"Bukanlah suatu dosa bagimu mencari karunia dari Tuhanmu. Maka apabila kamu bertolak dari 'Arafah, berzikirlah kepada Allah di Masy'aril Haram. Dan berzikirlah kepada-Nya sebagaimana Dia telah memberi petunjuk kepadamu, sekalipun sebelumnya kamu benar-benar termasuk orang yang tidak tahu."
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 198)

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

وَمِنْهُمْ مَّنْ يَّقُوْلُ رَبَّنَاۤ اٰتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَّفِى الْاٰ خِرَةِ حَسَنَةً وَّ قِنَا عَذَا بَ النَّا رِ
wa min-hum may yaquulu robbanaaa aatinaa fid-dun-yaa hasanataw wa fil-aakhiroti hasanataw wa qinaa 'azaaban-naar

"Dan di antara mereka ada yang berdoa, "Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan lindungilah kami dari azab neraka.""
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 201)

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

وَمِنَ النَّا سِ مَنْ يَّشْرِيْ نَفْسَهُ ابْتِغَآءَ مَرْضَا تِ اللّٰهِ ۗ وَ اللّٰهُ رَءُوْفٌ  بِۢا لْعِبَا دِ
wa minan-naasi may yasyrii nafsahubtighooo-a mardhootillaah, wallohu ro-uufum bil-'ibaad

"Dan di antara manusia ada orang yang mengorbankan dirinya untuk mencari keridaan Allah. Dan Allah Maha Penyantun kepada hamba-hamba-Nya."
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 207)

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

يٰۤاَ يُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا ادْخُلُوْا فِى السِّلْمِ کَآ فَّةً ۖ وَّلَا تَتَّبِعُوْا خُطُوٰتِ الشَّيْطٰنِ ۗ اِنَّهٗ لَـکُمْ عَدُوٌّ مُّبِيْنٌ
yaaa ayyuhallaziina aamanudkhuluu fis-silmi kaaaffataw wa laa tattabi'uu khuthuwaatisy-syaithoon, innahuu lakum 'aduwwum mubiin

"Wahai orang-orang yang beriman! Masuklah ke dalam Islam secara keseluruhan, dan janganlah kamu ikuti langkah-langkah setan. Sungguh, ia musuh yang nyata bagimu."
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 208)

* Via Al-Qur'an Indonesia https://quran-id.com

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

سَلْ بَنِيْۤ اِسْرَآءِيْلَ كَمْ اٰتَيْنٰهُمْ مِّنْ اٰيَةٍۢ بَيِّنَةٍ ۗ وَمَنْ يُّبَدِّلْ نِعْمَةَ اللّٰهِ مِنْۢ بَعْدِ مَا جَآءَتْهُ فَاِ نَّ اللّٰهَ شَدِيْدُ الْعِقَا بِ
sal baniii isrooo-iila kam aatainaahum min aayatim bayyinah, wa may yubaddil ni'matallohi mim ba'di maa jaaa-at-hu fa innalloha syadiidul-'iqoob

"Tanyakanlah kepada Bani Israil, berapa banyak bukti nyata yang telah Kami berikan kepada mereka. Barang siapa menukar nikmat Allah setelah (nikmat itu) datang kepadanya, maka sungguh, Allah sangat keras hukuman-Nya."
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 211)

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

اَمْ حَسِبْتُمْ اَنْ تَدْخُلُوا الْجَـنَّةَ وَ لَمَّا يَأْتِكُمْ مَّثَلُ الَّذِيْنَ خَلَوْا مِنْ قَبْلِكُمْ ۗ مَسَّتْهُمُ الْبَأْسَآءُ وَا لضَّرَّآءُ وَزُلْزِلُوْا حَتّٰى يَقُوْلَ الرَّسُوْلُ وَا لَّذِيْنَ اٰمَنُوْا مَعَهٗ مَتٰى نَصْرُ اللّٰهِ ۗ اَ لَاۤ اِنَّ نَصْرَ اللّٰهِ قَرِيْبٌ
am hasibtum ang tadkhulul-jannata wa lammaa ya-tikum masalullaziina kholau ming qoblikum, massat-humul-ba-saaa-u wadh-dhorrooo-u wa zulziluu hattaa yaquular-rosuulu wallaziina aamanuu ma'ahuu mataa nashrulloh, alaaa inna nashrollohi qoriib

"Ataukah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) seperti (yang dialami) orang-orang terdahulu sebelum kamu. Mereka ditimpa kemelaratan, penderitaan, dan diguncang (dengan berbagai cobaan), sehingga rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya berkata, "Kapankah datang pertolongan Allah?" Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu dekat."
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 214)

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

وَلَا تَنْكِحُوا الْمُشْرِكٰتِ حَتّٰى يُؤْمِنَّ ۗ وَلَاَ مَةٌ مُّؤْمِنَةٌ خَيْرٌ مِّنْ مُّشْرِكَةٍ وَّلَوْ اَعْجَبَتْكُمْ ۚ وَلَا تُنْكِحُوا الْمُشْرِكِيْنَ حَتّٰى يُؤْمِنُوْا ۗ وَلَعَبْدٌ مُّؤْمِنٌ خَيْرٌ مِّنْ مُّشْرِكٍ وَّلَوْ اَعْجَبَكُمْ ۗ اُولٰٓئِكَ يَدْعُوْنَ اِلَى النَّا رِ ۖ وَا للّٰهُ يَدْعُوْۤا اِلَى الْجَـنَّةِ وَا لْمَغْفِرَةِ بِاِ ذْنِهٖ ۚ وَيُبَيِّنُ اٰيٰتِهٖ لِلنَّا سِ لَعَلَّهُمْ يَتَذَكَّرُوْنَ
wa laa tangkihul-musyrikaati hattaa yu-minn, wa la-amatum mu-minatun khoirum mim musyrikatiw walau a'jabatkum, wa laa tungkihul-musyrikiina hattaa yu-minuu, wa la'abdum mu-minun khoirum mim musyrikiw walau a'jabakum, ulaaa-ika yad'uuna ilan-naari wallohu yad'uuu ilal-jannati wal-maghfiroti bi-iznih, wa yubayyinu aayaatihii lin-naasi la'allahum yatazakkaruun

"Dan janganlah kamu nikahi perempuan musyrik sebelum mereka beriman. Sungguh, hamba sahaya perempuan yang beriman lebih baik daripada perempuan musyrik meskipun dia menarik hatimu. Dan janganlah kamu nikahkan orang (laki-laki) musyrik (dengan perempuan yang beriman) sebelum mereka beriman. Sungguh, hamba sahaya laki-laki yang beriman lebih baik daripada laki-laki musyrik meskipun dia menarik hatimu. Mereka mengajak ke neraka, sedangkan Allah mengajak ke surga dan ampunan dengan izin-Nya. (Allah) menerangkan ayat ayat-Nya kepada manusia agar mereka mengambil pelajaran."
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 221)

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

لَا يُؤَاخِذُكُمُ اللّٰهُ بِا للَّغْوِ فِيْۤ اَيْمَا نِكُمْ وَلٰـكِنْ يُّؤَاخِذُكُمْ بِمَا كَسَبَتْ قُلُوْبُكُمْ ۗ وَا للّٰهُ غَفُوْرٌ حَلِيْمٌ
laa yu-aakhizukumullohu bil-laghwi fiii aimaanikum wa laakiy yu-aakhizukum bimaa kasabat quluubukum, wallohu ghofuurun haliim

"Allah tidak menghukum kamu karena sumpahmu yang tidak kamu sengaja, tetapi Dia menghukum kamu karena niat yang terkandung dalam hatimu. Allah Maha Pengampun, Maha Penyantun."
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 225)

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

لَا يُؤَاخِذُكُمُ اللّٰهُ بِا للَّغْوِ فِيْۤ اَيْمَا نِكُمْ وَلٰـكِنْ يُّؤَاخِذُكُمْ بِمَا كَسَبَتْ قُلُوْبُكُمْ ۗ وَا للّٰهُ غَفُوْرٌ حَلِيْمٌ
laa yu-aakhizukumullohu bil-laghwi fiii aimaanikum wa laakiy yu-aakhizukum bimaa kasabat quluubukum, wallohu ghofuurun haliim

"Allah tidak menghukum kamu karena sumpahmu yang tidak kamu sengaja, tetapi Dia menghukum kamu karena niat yang terkandung dalam hatimu. Allah Maha Pengampun, Maha Penyantun."
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 225)
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

اَلَمْ تَرَ اِلَى الْمَلَاِ مِنْۢ بَنِيْۤ اِسْرَآءِيْلَ مِنْۢ بَعْدِ مُوْسٰى ۘ اِذْ قَا لُوْا لِنَبِيٍّ لَّهُمُ ابْعَثْ لَنَا مَلِکًا نُّقَا تِلْ فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ ۗ قَا لَ هَلْ عَسَيْتُمْ اِنْ کُتِبَ عَلَيْکُمُ الْقِتَا لُ اَ لَّا تُقَا تِلُوْا ۗ قَا لُوْا وَمَا لَنَاۤ اَلَّا نُقَا تِلَ فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ وَقَدْ اُخْرِجْنَا مِنْ دِيَا رِنَا وَاَ بْنَآئِنَا ۗ فَلَمَّا کُتِبَ عَلَيْهِمُ الْقِتَا لُ تَوَلَّوْا اِلَّا قَلِيْلًا مِّنْهُمْ ۗ وَا للّٰهُ عَلِيْمٌ بِۢا لظّٰلِمِيْنَ
a lam taro ilal-mala-i mim baniii isrooo-iila mim ba'di muusaa, iz qooluu linabiyyil lahumub'as lanaa malikan-nuqootil fii sabiilillaah, qoola hal 'asaitum ing kutiba 'alaikumul-qitaalu allaa tuqootiluu, qooluu wa maa lanaaa allaa nuqootila fii sabiilillaahi wa qod ukhrijnaa ming diyaarinaa wa abnaaa-inaa, fa lammaa kutiba 'alaihimul-qitaalu tawallau illaa qoliilam min-hum, wallohu 'aliimum bizh-zhoolimiin

"Tidakkah kamu perhatikan para pemuka Bani Israil setelah Musa wafat, ketika mereka berkata kepada seorang nabi mereka, "Angkatlah seorang raja untuk kami, niscaya kami berperang di jalan Allah." Nabi mereka menjawab, "Jangan-jangan jika diwajibkan atasmu berperang, kamu tidak akan berperang juga?" Mereka menjawab, "Mengapa kami tidak akan berperang di jalan Allah, sedangkan kami telah diusir dari kampung halaman kami dan (dipisahkan dari) anak-anak kami?" Tetapi ketika perang itu diwajibkan atas mereka, mereka berpaling kecuali sebagian kecil dari mereka. Dan Allah Maha Mengetahui orang-orang yang zalim."
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 246)

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

وَقَا لَ لَهُمْ نَبِيُّهُمْ اِنَّ اللّٰهَ قَدْ بَعَثَ لَـکُمْ طَا لُوْتَ مَلِكًا ۗ قَا لُوْۤا اَنّٰى يَكُوْنُ لَهُ الْمُلْكُ عَلَيْنَا وَنَحْنُ اَحَقُّ بِا لْمُلْكِ مِنْهُ وَلَمْ يُؤْتَ سَعَةً مِّنَ الْمَا لِ ۗ قَا لَ اِنَّ اللّٰهَ اصْطَفٰٮهُ عَلَيْکُمْ وَزَا دَهٗ بَسْطَةً فِى الْعِلْمِ وَ الْجِسْمِ ۗ وَا للّٰهُ يُؤْتِيْ مُلْکَهٗ مَنْ يَّشَآءُ ۗ وَا للّٰهُ وَا سِعٌ عَلِيْمٌ
wa qoola lahum nabiyyuhum innalloha qod ba'asa lakum thooluuta malikaa, qooluuu annaa yakuunu lahul-mulku 'alainaa wa nahnu ahaqqu bil-mulki min-hu wa lam yu-ta sa'atam minal-maal, qoola innallohashthofaahu 'alaikum wa zaadahuu basthotang fil 'ilmi wal-jism, wallohu yu-tii mulkahuu may yasyaaa, wallohu waasi'un 'aliim

"Dan Nabi mereka berkata kepada mereka, "Sesungguhnya Allah telah mengangkat Talut menjadi rajamu." Mereka menjawab, "Bagaimana Talut memperoleh kerajaan atas kami, sedangkan kami lebih berhak atas kerajaan itu darinya dan dia tidak diberi kekayaan yang banyak?" (Nabi) menjawab, "Allah telah memilihnya (menjadi raja) kamu dan memberikan kelebihan ilmu dan fisik." Allah memberikan kerajaan-Nya kepada siapa yang Dia kehendaki dan Allah Maha Luas, Maha Mengetahui."
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 247)

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

وَقَا لَ لَهُمْ نَبِيُّهُمْ اِنَّ اٰيَةَ مُلْکِهٖۤ اَنْ يَّأْتِيَکُمُ التَّا بُوْتُ فِيْهِ سَکِيْنَةٌ مِّنْ رَّبِّکُمْ وَبَقِيَّةٌ مِّمَّا تَرَكَ اٰلُ مُوْسٰى وَاٰ لُ هٰرُوْنَ تَحْمِلُهُ الْمَلٰٓئِكَةُ  ۗ اِنَّ فِيْ ذٰلِكَ لَاٰ يَةً لَّـکُمْ اِنْ كُنْتُمْ مُّؤْمِنِيْنَ
wa qoola lahum nabiyyuhum inna aayata mulkihiii ay ya-tiyakumut-taabuutu fiihi sakiinatum mir robbikum wa baqiyyatum mimmaa taroka aalu muusaa wa aalu haaruuna tahmiluhul-malaaa-ikah, inna fii zaalika la-aayatal lakum ing kungtum mu-miniin

"Dan Nabi mereka berkata kepada mereka, "Sesungguhnya tanda kerajaannya ialah datangnya Tabut kepadamu yang di dalamnya terdapat ketenangan dari Tuhanmu dan sisa peninggalan keluarga Musa dan keluarga Harun yang dibawa oleh malaikat." Sungguh, pada yang demikian itu terdapat tanda (kebesaran Allah) bagimu jika kamu orang beriman."
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 248)

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

فَلَمَّا فَصَلَ طَا لُوْتُ بِا لْجُـنُوْدِ ۙ قَا لَ اِنَّ اللّٰهَ مُبْتَلِيْکُمْ بِنَهَرٍ ۚ فَمَنْ شَرِبَ مِنْهُ فَلَيْسَ مِنِّيْ ۚ وَمَنْ لَّمْ يَطْعَمْهُ فَاِ نَّهٗ مِنِّيْۤ اِلَّا مَنِ اغْتَرَفَ غُرْفَةً بِۢيَدِهٖ ۚ فَشَرِبُوْا مِنْهُ اِلَّا قَلِيْلًا مِّنْهُمْ ۗ فَلَمَّا جَاوَزَهٗ هُوَ وَا لَّذِيْنَ اٰمَنُوْا مَعَهٗ ۙ قَا لُوْا لَا طَا قَةَ لَنَا الْيَوْمَ بِجَا لُوْتَ وَجُنُوْدِهٖ ۗ قَا لَ الَّذِيْنَ يَظُنُّوْنَ اَنَّهُمْ مُّلٰقُوا اللّٰهِ ۙ کَمْ مِّنْ فِئَةٍ قَلِيْلَةٍ غَلَبَتْ فِئَةً کَثِيْرَةً بِۢاِذْنِ اللّٰهِ ۗ وَا للّٰهُ مَعَ الصّٰبِرِيْنَ
fa lammaa fashola thooluutu bil-junuudi qoola innalloha mubtaliikum binahar, fa mang syariba min-hu fa laisa minnii, wa mal lam yath'am-hu fa innahuu minniii illaa manightarofa ghurfatam biyadih, fa syaribuu min-hu illaa qoliilam min-hum, fa lammaa jaawazahuu huwa wallaziina aamanuu ma'ahuu qooluu laa thooqota lanal-yauma bijaaluuta wa junuudih, qoolallaziina yazhunnuuna annahum mulaaqullohi kam ming fi-ating qoliilatin gholabat fi-atang kasiirotam bi-iznillaah, wallohu ma'ash-shoobiriin

"Maka ketika Talut membawa bala tentaranya, dia berkata, "Allah akan menguji kamu dengan sebuah sungai. Maka barang siapa meminum (airnya), dia bukanlah pengikutku. Dan barang siapa tidak meminumnya, maka dia adalah pengikutku kecuali menciduk seciduk dengan tangan." Tetapi mereka meminumnya kecuali sebagian kecil di antara mereka. Ketika dia (Talut) dan orang-orang yang beriman bersamanya menyeberangi sungai itu, mereka berkata, "Kami tidak kuat lagi pada hari ini melawan Jalut dan bala tentaranya." Mereka yang meyakini bahwa mereka akan menemui Allah berkata, "Betapa banyak kelompok kecil mengalahkan kelompok besar dengan izin Allah." Dan Allah beserta orang-orang yang sabar."
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 249)

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

وَلَمَّا بَرَزُوْا لِجَـالُوْتَ وَجُنُوْدِهٖ قَا لُوْا رَبَّنَاۤ اَفْرِغْ عَلَيْنَا صَبْرًا وَّثَبِّتْ اَقْدَا مَنَا وَا نْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْکٰفِرِيْنَ 
wa lammaa barozuu lijaaluuta wa junuudihii qooluu robbanaaa afrigh 'alainaa shobrow wa sabbit aqdaamanaa wangshurnaa 'alal-qoumil-kaafiriin

"Dan ketika mereka maju melawan Jalut dan tentaranya, mereka berdoa, "Ya Tuhan kami, limpahkanlah kesabaran kepada kami, kukuhkanlah langkah kami dan tolonglah kami menghadapi orang-orang kafir.""
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 250)

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

فَهَزَمُوْهُمْ بِاِ ذْنِ اللّٰهِ ۗ وَقَتَلَ دَاوٗدُ جَا لُوْتَ وَاٰ تٰٮهُ اللّٰهُ الْمُلْكَ وَا لْحِکْمَةَ وَعَلَّمَهٗ مِمَّا يَشَآءُ ۗ وَلَوْلَا دَفْعُ اللّٰهِ النَّا سَ بَعْضَهُمْ بِبَعْضٍ لَّفَسَدَتِ الْاَ رْضُ وَلٰـکِنَّ اللّٰهَ ذُوْ فَضْلٍ عَلَى الْعٰلَمِيْنَ
fa hazamuuhum bi-iznillaah, wa qotala daawuudu jaaluuta wa aataahullohul-mulka wal-hikmata wa 'allamahuu mimmaa yasyaaa, walau laa daf'ullohin-naasa ba'dhohum biba'dhil lafasadatil-ardhu wa laakinnalloha zuu fadhlin 'alal-'aalamiin

"Maka mereka mengalahkannya dengan izin Allah, dan Daud membunuh Jalut. Kemudian, Allah memberinya (Daud) kerajaan, dan Hikmah, dan mengajarinya apa yang Dia kehendaki. Dan kalau Allah tidak melindungi sebagian manusia dengan sebagian yang lain, niscaya rusaklah bumi ini. Tetapi Allah mempunyai karunia (yang dilimpahkan-Nya) atas seluruh alam."
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 251)

*Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

اَللّٰهُ وَلِيُّ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا يُخْرِجُهُمْ مِّنَ الظُّلُمٰتِ اِلَى النُّوْرِ ۗ وَا لَّذِيْنَ كَفَرُوْۤا اَوْلِيٰۤــئُهُمُ الطَّا غُوْتُ ۙ يُخْرِجُوْنَهُمْ مِّنَ النُّوْرِ اِلَى الظُّلُمٰتِ ۗ اُولٰٓئِكَ اَصْحٰبُ النَّا رِ ۚ هُمْ فِيْهَا خٰلِدُوْنَ
allohu waliyyullaziina aamanuu yukhrijuhum minazh-zhulumaati ilan-nuur, wallaziina kafaruuu auliyaaa-uhumuth-thooghuutu yukhrijuunahum minan-nuuri ilazh-zhulumaat, ulaaa-ika ash-haabun-naar, hum fiihaa khooliduun

"Allah Pelindung orang yang beriman. Dia mengeluarkan mereka dari kegelapan kepada cahaya (iman). Dan orang-orang yang kafir, pelindung-pelindungnya adalah setan, yang mengeluarkan mereka dari cahaya kepada kegelapan. Mereka adalah penghuni neraka. Mereka kekal di dalamnya."
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 257)

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

اَللّٰهُ وَلِيُّ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا يُخْرِجُهُمْ مِّنَ الظُّلُمٰتِ اِلَى النُّوْرِ ۗ وَا لَّذِيْنَ كَفَرُوْۤا اَوْلِيٰۤــئُهُمُ الطَّا غُوْتُ ۙ يُخْرِجُوْنَهُمْ مِّنَ النُّوْرِ اِلَى الظُّلُمٰتِ ۗ اُولٰٓئِكَ اَصْحٰبُ النَّا رِ ۚ هُمْ فِيْهَا خٰلِدُوْنَ
allohu waliyyullaziina aamanuu yukhrijuhum minazh-zhulumaati ilan-nuur, wallaziina kafaruuu auliyaaa-uhumuth-thooghuutu yukhrijuunahum minan-nuuri ilazh-zhulumaat, ulaaa-ika ash-haabun-naar, hum fiihaa khooliduun

"Allah Pelindung orang yang beriman. Dia mengeluarkan mereka dari kegelapan kepada cahaya (iman). Dan orang-orang yang kafir, pelindung-pelindungnya adalah setan, yang mengeluarkan mereka dari cahaya kepada kegelapan. Mereka adalah penghuni neraka. Mereka kekal di dalamnya."
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 257)

* Via Al-Qur'an Indonesia https://quran-id.com
اَوْ كَا لَّذِيْ مَرَّ عَلٰى قَرْيَةٍ وَّ هِيَ خَاوِيَةٌ عَلٰى عُرُوْشِهَا ۚ قَا لَ اَنّٰى يُحْيٖ هٰذِهِ اللّٰهُ بَعْدَ مَوْتِهَا ۚ فَاَ مَا تَهُ اللّٰهُ مِائَةَ عَا مٍ ثُمَّ بَعَثَهٗ ۗ قَا لَ كَمْ لَبِثْتَ ۗ قَا لَ لَبِثْتُ يَوْمًا اَوْ بَعْضَ يَوْمٍ ۗ قَا لَ بَلْ لَّبِثْتَ مِائَةَ عَا مٍ فَا نْظُرْ اِلٰى طَعَا مِكَ وَشَرَا بِكَ لَمْ يَتَسَنَّهْ ۚ وَا نْظُرْ اِلٰى حِمَا رِكَ ۗ وَلِنَجْعَلَكَ اٰيَةً لِّلنَّا سِ وَا نْظُرْ اِلَى الْعِظَا مِ كَيْفَ نُـنْشِزُهَا ثُمَّ نَكْسُوْهَا لَحْمًا ۗ فَلَمَّا تَبَيَّنَ لَهٗ ۙ قَا لَ اَعْلَمُ اَنَّ اللّٰهَ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ
au kallazii marro 'alaa qoryatiw wa hiya khoowiyatun 'alaa 'uruusyihaa, qoola annaa yuhyii haazihillaahu ba'da mautihaa, fa amaatahullohu mi-ata 'aaming summa ba'asah, qoola kam labist, qoola labistu yauman au ba'dho yauum, qoola bal labista mi-ata 'aaming fangzhur ilaa tho'aamika wa syaroobika lam yatasannah, wangzhur ilaa himaarik, wa linaj'alaka aayatal lin-naasi wangzhur ilal-'izhoomi kaifa nungsyizuhaa summa naksuuhaa lahmaa, fa lammaa tabayyana lahuu qoola a'lamu annalloha 'alaa kulli syai-ing qodiir

"Atau seperti orang yang melewati suatu negeri yang (bangunan-bangunannya) telah roboh hingga menutupi (reruntuhan) atap-atapnya, dia berkata, "Bagaimana Allah menghidupkan kembali (negeri) ini setelah hancur?" Lalu Allah mematikannya (orang itu) selama seratus tahun, kemudian membangkitkannya (menghidupkannya) kembali. Dan (Allah) bertanya, "Berapa lama engkau tinggal (di sini)?" Dia (orang itu) menjawab, "Aku tinggal (di sini) sehari atau setengah hari." Allah berfirman, "Tidak! Engkau telah tinggal seratus tahun. Lihatlah makanan dan minumanmu yang belum berubah, tetapi lihatlah keledaimu (yang telah menjadi tulang-belulang). Dan agar Kami jadikan engkau tanda kekuasaan Kami bagi manusia. Lihatlah tulang-belulang (keledai itu), bagaimana Kami menyusunnya kembali kemudian Kami membalutnya dengan daging." Maka ketika telah nyata baginya, dia pun berkata, "Saya mengetahui bahwa Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.""
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 259)

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

وَاِ ذْ قَا لَ اِبْرٰهٖمُ رَبِّ اَرِنِيْ كَيْفَ تُحْيِ الْمَوْتٰى ۗ قَا لَ اَوَلَمْ تُؤْمِنْ ۗ قَا لَ بَلٰى وَلٰـكِنْ لِّيَطْمَئِنَّ قَلْبِيْ ۗ قَا لَ فَخُذْ اَرْبَعَةً مِّنَ الطَّيْرِ فَصُرْهُنَّ اِلَيْكَ ثُمَّ اجْعَلْ عَلٰى كُلِّ جَبَلٍ مِّنْهُنَّ جُزْءًا ثُمَّ ادْعُهُنَّ يَأْتِيْنَكَ سَعْيًا ۗ وَا عْلَمْ اَنَّ اللّٰهَ عَزِيْزٌ حَكِيْمٌ
wa iz qoola ibroohiimu robbi arinii kaifa tuhyil-mautaa, qoola a wa lam tu-min, qoola balaa wa laakil liyathma-inna qolbii, qoola fakhuz arba'atam minath-thoiri fa shur-hunna ilaika summaj'al 'alaa kulli jabalim min-hunna juz-ang summad'uhunna ya-tiinaka sa'yaa, wa'lam annalloha 'aziizun hakiim

"Dan (ingatlah) ketika Ibrahim berkata, "Tuhanku, perlihatkanlah kepadaku bagaimana Engkau menghidupkan orang mati." Allah berfirman, "Belum percayakah engkau?" Dia (Ibrahim) menjawab, "Aku percaya, tetapi agar hatiku tenang (mantap)." Dia (Allah) berfirman, "Kalau begitu, ambillah empat ekor burung, lalu cincanglah olehmu, kemudian letakkan di atas masing-masing bukit satu bagian, kemudian panggillah mereka, niscaya mereka datang kepadamu dengan segera." Ketahuilah bahwa Allah Maha Perkasa, Maha Bijaksana."
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 260)

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

اَلشَّيْطٰنُ يَعِدُكُمُ الْـفَقْرَ وَيَأْمُرُكُمْ بِا لْفَحْشَآءِ ۚ وَا للّٰهُ يَعِدُكُمْ مَّغْفِرَةً مِّنْهُ وَفَضْلًا ۗ وَا للّٰهُ وَا سِعٌ عَلِيْمٌ 
asy-syaithoonu ya'idukumul-faqro wa ya-murukum bil-fahsyaaa, wallohu ya'idukum maghfirotam min-hu wa fadhlaa, wallohu waasi'un 'aliim

"Setan menjanjikan (menakut-nakuti) kemiskinan kepadamu dan menyuruh kamu berbuat keji (kikir), sedangkan Allah menjanjikan ampunan dan karunia-Nya kepadamu. Dan Allah Maha Luas, Maha Mengetahui."
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 268)

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

لَيْسَ عَلَيْكَ هُدٰٮهُمْ وَلٰـكِنَّ اللّٰهَ يَهْدِيْ مَنْ يَّشَآءُ ۗ وَمَا تُنْفِقُوْا مِنْ خَيْرٍ فَلِاَ نْفُسِكُمْ ۗ وَمَا تُنْفِقُوْنَ اِلَّا ابْتِغَآءَ وَجْهِ اللّٰهِ ۗ وَمَا تُنْفِقُوْا مِنْ خَيْرٍ يُّوَفَّ اِلَيْكُمْ وَاَ نْـتُمْ لَا تُظْلَمُوْنَ
laisa 'alaika hudaahum wa laakinnalloha yahdii may yasyaaa, wa maa tungfiquu min khoiring fa li-angfusikum, wa maa tungfiquuna illabtighooo-a waj-hillaah, wa maa tungfiquu min khoiriy yuwaffa ilaikum wa angtum laa tuzhlamuun

"Bukanlah kewajibanmu (Muhammad) menjadikan mereka mendapat petunjuk, tetapi Allah-lah yang memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki. Apa pun harta yang kamu infakkan, maka (kebaikannya) untuk dirimu sendiri. Dan janganlah kamu berinfak melainkan karena mencari rida Allah. Dan apa pun harta yang kamu infakkan, niscaya kamu akan diberi (pahala) secara penuh dan kamu tidak akan dizalimi (dirugikan)."
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 272)

*Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

اَلَّذِيْنَ يُنْفِقُوْنَ اَمْوَا لَهُمْ بِا لَّيْلِ وَا لنَّهَا رِ سِرًّا وَّعَلَا نِيَةً فَلَهُمْ اَجْرُهُمْ عِنْدَ رَبِّهِمْ ۚ وَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُوْنَ
allaziina yungfiquuna amwaalahum bil-laili wan-nahaari sirrow wa 'alaaniyatang fa lahum ajruhum 'ingda robbihim, wa laa khoufun 'alaihim wa laa hum yahzanuun

"Orang-orang yang menginfakkan hartanya malam dan siang hari (secara) sembunyi-sembunyi maupun terang-terangan, mereka mendapat pahala di sisi Tuhannya. Tidak ada rasa takut pada mereka dan mereka tidak bersedih hati."
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 274)
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

اَلَّذِيْنَ يَأْكُلُوْنَ الرِّبٰوا لَا يَقُوْمُوْنَ اِلَّا كَمَا يَقُوْمُ الَّذِيْ يَتَخَبَّطُهُ الشَّيْطٰنُ مِنَ الْمَسِّ ۗ ذٰلِكَ بِاَ نَّهُمْ قَا لُوْۤا اِنَّمَا الْبَيْعُ مِثْلُ الرِّبٰوا ۘ وَاَ حَلَّ اللّٰهُ الْبَيْعَ وَحَرَّمَ الرِّبٰوا ۗ فَمَنْ جَآءَهٗ مَوْعِظَةٌ مِّنْ رَّبِّهٖ فَا نْتَهٰى فَلَهٗ مَا سَلَفَ ۗ وَاَ مْرُهٗۤ اِلَى اللّٰهِ ۗ وَمَنْ عَا دَ فَاُ ولٰٓئِكَ اَصْحٰبُ النَّا رِ ۚ هُمْ فِيْهَا خٰلِدُوْنَ
allaziina ya-kuluunar-ribaa laa yaquumuuna illaa kamaa yaquumullazii yatakhobbathuhusy-syaithoonu minal-mass, zaalika bi-annahum qooluuu innamal-bai'u mislur-ribaa, wa ahallallohul-bai'a wa harromar-ribaa, fa mang jaaa-ahuu mau'izhotum mir robbihii fangtahaa fa lahuu maa salaf, wa amruhuuu ilalloh, wa man 'aada fa ulaaa-ika ash-haabun-naar, hum fiihaa khooliduun

"Orang-orang yang memakan riba tidak dapat berdiri, melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan setan karena gila. Yang demikian itu karena mereka berkata bahwa jual beli sama dengan riba. Padahal, Allah telah menghalalkan jual-beli dan mengharamkan riba. Barang siapa mendapat peringatan dari Tuhannya, lalu dia berhenti, maka apa yang telah diperolehnya dahulu menjadi miliknya dan urusannya (terserah) kepada Allah. Barang siapa mengulangi, maka mereka itu penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya."
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 275)

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

اِنَّ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ وَاَ قَا مُوا الصَّلٰوةَ وَاٰ تَوُا الزَّكٰوةَ لَهُمْ اَجْرُهُمْ عِنْدَ رَبِّهِمْ ۚ وَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُوْنَ
innallaziina aamanuu wa 'amilush-shoolihaati wa aqoomush-sholaata wa aatawuz-zakaata lahum ajruhum 'ingda robbihim, wa laa khoufun 'alaihim wa laa hum yahzanuun

"Sungguh, orang-orang yang beriman, mengerjakan kebajikan, melaksanakan sholat, dan menunaikan zakat, mereka mendapat pahala di sisi Tuhannya. Tidak ada rasa takut pada mereka dan mereka tidak bersedih hati."
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 277)

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

فَاِ نْ لَّمْ تَفْعَلُوْا فَأْذَنُوْا بِحَرْبٍ مِّنَ اللّٰهِ وَرَسُوْلِهٖ ۚ وَاِ نْ تُبْتُمْ فَلَـكُمْ رُءُوْسُ اَمْوَا لِكُمْ ۚ لَا تَظْلِمُوْنَ وَلَا تُظْلَمُوْنَ
fa il lam taf'aluu fa-zanuu biharbim minallohi wa rosuulih, wa ing tubtum fa lakum ru-uusu amwaalikum, laa tazhlimuuna wa laa tuzhlamuun

"Jika kamu tidak melaksanakannya, maka umumkanlah perang dari Allah dan Rasul-Nya. Tetapi jika kamu bertobat, maka kamu berhak atas pokok hartamu. Kamu tidak berbuat zalim (merugikan) dan tidak dizalimi (dirugikan)."
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 279)

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

اٰمَنَ الرَّسُوْلُ بِمَاۤ اُنْزِلَ اِلَيْهِ مِنْ رَّبِّهٖ وَ الْمُؤْمِنُوْنَ ۗ كُلٌّ اٰمَنَ بِا للّٰهِ وَمَلٰٓئِكَتِهٖ وَكُتُبِهٖ وَرُسُلِهٖ ۗ لَا نُفَرِّقُ بَيْنَ اَحَدٍ مِّنْ رُّسُلِهٖ ۗ وَقَا لُوْا سَمِعْنَا وَاَ طَعْنَا غُفْرَا نَكَ رَبَّنَا وَاِ لَيْكَ الْمَصِيْرُ
aamanar-rosuulu bimaaa ungzila ilaihi mir robbihii wal-mu-minuun, kullun aamana billaahi wa malaaa-ikatihii wa kutubihii wa rusulih, laa nufarriqu baina ahadim mir rusulih, wa qooluu sami'naa wa atho'naa ghufroonaka robbanaa wa ilaikal-mashiir

"Rasul (Muhammad) beriman kepada apa yang diturunkan kepadanya (Al-Qur'an) dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semua beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, dan rasul-rasul-Nya. (Mereka berkata), "Kami tidak membeda-bedakan seorang pun dari rasul-rasul-Nya." Dan mereka berkata, "Kami dengar dan kami taat. Ampunilah kami, ya Tuhan kami, dan kepada-Mu tempat (kami) kembali.""
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 285)

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

لَا يُكَلِّفُ اللّٰهُ نَفْسًا اِلَّا وُسْعَهَا ۗ لَهَا مَا كَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَا اكْتَسَبَتْ ۗ رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَاۤ اِنْ نَّسِيْنَاۤ اَوْ اَخْطَأْنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تَحْمِلْ عَلَيْنَاۤ اِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهٗ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلْنَا مَا لَا طَا قَةَ لَنَا بِهٖ ۚ وَا عْفُ عَنَّا ۗ وَا غْفِرْ لَنَا ۗ وَا رْحَمْنَا ۗ اَنْتَ مَوْلٰٮنَا فَا نْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكٰفِرِيْنَ
laa yukallifullohu nafsan illaa wus'ahaa, lahaa maa kasabat wa 'alaihaa maktasabat, robbanaa laa tu-aakhiznaaa in nasiinaaa au akhtho-naa, robbanaa wa laa tahmil 'alainaaa ishrong kamaa hamaltahuu 'alallaziina ming qoblinaa, robbanaa wa laa tuhammilnaa maa laa thooqota lanaa bih, wa'fu 'annaa, waghfir lanaa, war-hamnaa, angta maulaanaa fangshurnaa 'alal-qoumil-kaafiriin

"Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Dia mendapat (pahala) dari (kebajikan) yang dikerjakannya dan dia mendapat (siksa) dari (kejahatan) yang diperbuatnya. (Mereka berdoa), "Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami melakukan kesalahan. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebani kami dengan beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tidak sanggup kami memikulnya. Maafkanlah kami, ampunilah kami, dan rahmatilah kami. Engkaulah pelindung kami, maka tolonglah kami menghadapi orang-orang kafir.""
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 286)

* Via Al-Qur'an Indonesia https://quran-id.com

Kamis, 04 April 2024

kesalahan ku

aku sendiri buat cerita derita
tak patut ku menyalahi mereka
bila kita amati sesungguhnya
mereka juga manusia biasa

tidak juga takdir Tuhan salah
ruh sama hanya berbeda wadah
keletihan menjalani roda dunia
letih tanyakan apa ini semua

aku ini buruk seperti monster
gerogoti tubuh seperti kanker
penuh topeng kemunafikan diri
anti sanjung puji tapi marah di buli 

setiap kejadian ada andil kesalahan
kau aku salah karena kita hanya insan
penuh dugaan dengki ketamakan
hanya meraba bentuk kebenaran Tuhan

(apa aku mencari ridho Mu)