aku baik, aku soleh, aku berharga diri
aku intelek, aku modern, gagah sekali
tapi hanya aku aku aku yang kutemui
aku lupa memeluk dirimu
bagaimana bila aku diposisimu
lupa berterimakasih sudah mewakili
bagaimana bila takdirmu aku yang jalani
Kekecewaan kesedihan rasa apa ini
dalam diam merasuk ke hati
menjangkiti jasmani gelapkan rohani
seharian berlari tetap tak mau pergi
aku ke puncak dunia
mata melihat indahnya
lautan dan panorama
hanya kepuasan sementara
lalu aku kembali ke rumah
melihatnya tetap gerah
masih tersempil amarah
sampai lelap ku gelisah
ternyata esok hari
ku membuka diri
memeluk yang kubenci
dan aku relakan hati
seketika rasa pedih itu pergi
terpulihkan obat penyembuh hati
bernama memaafkan merelakan
ruh itu mendamba ketenangan