gak penting hanya sekedar dokumentasi
mendeskripsikan perasaan lewat pikiran
bukan argumen kebenaran
hanya catatan kenangan
kita bahas soal ruh
jelas dalil hanya Allah yang tau
ini hanya perasaan yang saya rasakan
apakah ruh ini ??
Aku kamu manusia
sudah pasti ada ruh
hanya sebagai pengamat
dan saya amati rasa ini
sudah kesekian kalinya
bukan mau pamer atau sombong
setiap koneksi ke Allah
misal aku zikir atau doa yang khusyuk
tiba tiba air mata meleleh tak terencana
rasa di dada seperti rindu
seperti membuncah
seperti mencari tempat kembali
momen momen yang kuingat
ada mungkin sekitar 3 kali
dzikir di motor alhamdulillah
lailahailallah ,
momen besar saat dengar
di motor via yutub
dzikir majelis idrisiyah
nangis tumpah seperti bayi
menyebut hu Allah
sampai merinding
momen besar lainnya
awal awal belajar zikir
gairah tahajud ngaji yang besar
sampai sampai menggerakan badan
seusai menangis mencari masjid
untuk subuhan
seperti sesuatu yang ingin bergerak
sesuatu yang diam
yang lembut meminta ingin kembali
mungkin itu adalah ruh
lebih seperti naluri, dorongan
kearah Tuhan
Dan Aku simpulkan soal nafsu
itupun sama seperti ruh
berupa dorongan naluri
diam tapi menggerakan
namun lebih kearah
kebutuhan jasad
naluri kehewanan
lalu siapa yang berbisik
ide ide obrolan dikepala ini
kupikir ini yang disebut kesadaran
yang bernama aku
yang kadang setan ikut nimbrung
memberi bisikan bisikan
lintasan lintasan pikiran yang buruk
jadi ada dua macam dorongan :
1. Ruh , 2.Nafsu
dan aku adalah :
kesadaran ini
pikiran ini
si penyaksi
dan di aku inilah
setan bermain di pikiran
itulah gunanya zikir
Tidak ada komentar:
Posting Komentar