Perhatikan perbedaannya.
Dalam ayat-ayat jihad, manusia sedang MEMBERIKAN pengorbanannya.
Maka urutannya mengikuti tahapan pengorbanan, Harta lau Jiwa.
Tetapi dalam At-Taubah:111, Allah sedang menyebut apa yang DIBELI dari seorang mukmin.
Maka yang ditonjolkan adalah inti dari akad tersebut, Jiwa lalu Harta.
Yang satu perjalanan manusia ketika berkorban.
At-Taubah 111 menjelaskan nilai sesuatu dalam akad dengan Allah.
Dan perubahan itu cukup untuk mengubah seluruh perspektif ayat.
Ibn al-Qayyim menjelaskan bahwa karena jiwa adalah objek utama transaksi itu.
Jiwa adalah sesuatu yang sebenarnya menjadi inti akad tersebut, sedangkan harta mengikutinya.
Abu Hayyan juga memberikan penjelasan yang sesuai: jiwa didahulukan karena ia lebih mulia dan merupakan sesuatu yang apabila hilang tidak dapat diganti sebagaimana harta dapat diganti.
Maka susunannya menjadi أَنفُسَهُمْ وَأَمْوَالَهُم
Jiwa, kemudian Harta.
Jika jiwa jauh lebih berharga daripada harta, mengapa justru harta hampir selalu disebut lebih dahulu?
Ibn al-Qayyim memberikan penjelasan bahwa manusia biasanya terlebih dahulu mengorbankan hartanya untuk melindungi dirinya. Jika keadaan telah mencapai batas, barulah dirinya yang dipertaruhkan.
Maka menurutnya, mendahulukan harta atas jiwa dalam ayat-ayat jihad adalah susunan yang “sesuai dengan realitas” pengorbanan manusia.
Harta berada di luar diri manusia, tetapi manusia mencintainya sampai bahkan mempertaruhkan keselamatan untuk mendapatkannya.
Karenanya, pengorbanan harta menjadi salah satu tahapan pembuktian, Apakah Allah lebih dicintainya daripada sesuatu yang ia kumpulkan dan pertahankan?
Ibn al-Qayyim menjelaskan bahwa ketika seseorang mampu menyerahkan sesuatu yang dicintainya berupa harta karena Allah, ia kemudian naik kepada tingkatan yang lebih tinggi, yaitu menyerahkan dirinya sendiri.
Lalu dimana susunannya dibalik?
Terdapat pengecualian dalam mendahulukannya pada surah At-Taubah ayat 111:
إِنَّ اللَّهَ اشْتَرَىٰ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ أَنفُسَهُمْ وَأَمْوَالَهُم بِأَنَّ لَهُمُ الْجَنَّةَ
“Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin diri mereka dan harta mereka, dengan memberikan surga untuk mereka.”
Berbeda dengan ayat lainnya, karena jiwa didahulukan daripada harta.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar