sigraku terparkir didepan pembuangan
para tukang rongsokan berpencaharian
ibu gerobakan datang dari belakang
pas dipintu mobil lalu serah terima barang
melalui jalan berliku liku
untuk kita berjumpa di titik itu
di menit itu di detik itu
dari wabah dengue anakku
yang penuh haru membiru
diopname 5 hari di bulan suci
sampai drama guncang hati
seorang suami cemburu buta
teror pasien sebelahnya cari gara gara
supaya pindah jauhi istrinya
seruangan begini bukan mauku pula
kumaki di hati orang kampung norak sekali
buat aturan sendiri kau pikir ini RS pribadi
harusnya pesan saja ruang Vi Ai Pi
begitulah setan memprovokasi pikiran ini
kukemasi barang pindah ruangan
menelan kesal kedongkolan
hampir sampai tahap ingin bentrokan
hanya karena kuasa Tuhan semua aman
hari hari itu adalah hari penilaian
sejauh mana pencapaian
bahwa ujian adalah praktek lapangan
oh aku seperti ini sejauh ini perkembangan
sepulangnya zizan aku berpendirian
bereskan rumah agar tidak penyakitan
aku hamba Tuhan yang dapat kewajiban
menjaga mencintai yang kau titipkan
maka dimulai mencari lemari pakaian
untuk kurangi nyamuk bersliweran
walau duit pas pasan untuk kesayangan
sang ayah akan mencoba berikan
seperti inilah kisah berkelok kelok itu
mentrigger buang sampah ke tempat itu
jadi asbab disubuh itu untuk memberimu
sedikit rezeki di ramadhan syahdu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar