Minggu, 16 Maret 2025

Kisah Panjang Perjalanan Rezeki Tukang Rongsokan

sigraku terparkir didepan pembuangan
para tukang rongsokan berpencaharian
ibu gerobakan datang dari belakang
pas dipintu mobil lalu serah terima barang

betapa drama jadi perlu
melalui jalan berliku liku
untuk kita berjumpa di titik itu
di menit itu di detik itu

dari wabah dengue anakku
yang penuh haru membiru
diopname 5 hari di bulan suci
sampai drama guncang hati

seorang suami cemburu buta
teror pasien sebelahnya cari gara gara
supaya pindah jauhi istrinya
seruangan begini bukan mauku pula

kumaki di hati orang kampung norak sekali
buat aturan sendiri kau pikir ini RS pribadi
harusnya pesan saja ruang Vi Ai Pi
begitulah setan memprovokasi pikiran ini

kukemasi barang pindah ruangan
menelan kesal kedongkolan
hampir sampai tahap ingin bentrokan
hanya karena kuasa Tuhan semua aman

hari hari itu adalah hari penilaian
sejauh mana pencapaian 
bahwa ujian adalah praktek lapangan
oh aku seperti ini sejauh ini perkembangan

sepulangnya zizan aku berpendirian
bereskan rumah agar tidak penyakitan
aku hamba Tuhan yang dapat kewajiban
menjaga mencintai yang kau titipkan

maka dimulai mencari lemari pakaian
untuk kurangi nyamuk bersliweran
walau duit pas pasan untuk kesayangan
sang ayah akan mencoba berikan

seperti inilah kisah berkelok kelok itu
mentrigger buang sampah ke tempat itu
jadi asbab disubuh itu untuk memberimu
sedikit rezeki di ramadhan syahdu 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar