Minggu, 29 Desember 2024

takut

ya setiap muslim pasti masuk surga
neraka bagi kita untuk bersihkan dosa
susah di dunia saja rasanya seperti neraka
bagaimana neraka beribu tahun lamanya

aku ini...makin lama hidup didunia
makin banyak mengumpulkan dosa
dunia ini terasa menyesakan dada
kehausan kerinduan tiada taranya

ingin pulang meninggalkan ini semua  
tapi aku takut hisabnya takut neraka
aku malu atas diriku amalanku dosaku
aku hidup hanya mengharap kasihanMu

Jumat, 27 Desember 2024

tergantung kamu

di beberapa surat Al Quran
At Taubah ayat 102
atau surat yunus ayat 14
ada makna tersirat
seolah masuk surga neraka
itu seperti pilihan kita sendiri
di surat at taubah 
ada kata mudah2an 
Allah mengampuni mereka
maknanya 
" ya tergantung kamu manusia "

Minggu, 22 Desember 2024

senyuman bayi

Dia belum mengenal arus
senyuman yang paling tulus
adalah senyuman bayi 
jiwa yang masih murni

kita dulu adalah bayi itu
kita dulu begitu lugu
lalu berkubang waktu
hati kelabu membatu

Menyaksikan Kegilaan ini

aku melihat engkau mengamuk
hanya karena hal kecil 
mulutmu keluar binatang
sumpah serapah
dan aku hanya tercengang
menyaksikan

kemarin kulihat mereka tertawa
mungkin menertawakanku
ya terserahlah itu hak mereka
lalu mereka tersenyum
tersenyum ramah padaku
entah itu hanya basa basi

namun aku terus menyaksikan
orang orang itu bertopeng kepalsuan
mungkin sama sepertiku 
bersikap ramah sebenarnya
menyimpan kejengkelan
kedongkolan

tapi ya sudahlah
semua orang menggila 
menyembunyikan kegilaannya
menjadi monster yang ramah
aku kini hanya terperangah 
tak seperti dulu 
langsung bereaksi bak bocah

menyaksikan sifat manusia
mengamati sifat dunia
dunia yang katanya terlaknat
mereka semua menyimpan monster
mereka semua menyimpan kepahitan
sarkastik narsistik 

hidup mencari pengakuan
ada yang dengan cara menginjak orang
agar terlihat lebih tinggi
ada yang dengan cara mengumpulkan
kongsi kongsi agar tervalidasi
yang jelas mereka semua sakit
dan aku menyaksikan
atau akan ikut ikutan ?


Sabtu, 21 Desember 2024

bahkan

bahkan jari jari
yang mengetik ini 
bukanlah aku 
bukan milikku

mereka terdiri 
jaringan jaringan rumit
saling terkait
berkoordinasi

laju darah, indera, pencerna
organ segala tak cukup dicerita
aku bisa sakit aku bisa mati
kapanpun tidak dapat kukendali

intinya tubuh inipun aku tak berkuasa
aku mengendarainya hanya pengguna
aku hanya bisa merawat dan menjaga
apalagi mereka mereka diluar sana

menyadari ketidak berdayaanku
semua diluar kendaliku
rencana kita bisa berubah tiba tiba
begitu rapuhnya manusia

apa yang kulakukan
apa yang kau lakukan
selama ini segala berjalan 
karena diizinkan Tuhan


Selasa, 17 Desember 2024

Khaled Nabhan

Dia yang mati tersenyum
puas melihat surganya
semasa hidupnya penuh kerelaan
Alhamdulillah dia katakan

dalam penilaian kami
hidupnya sedih sekali
namun dimata illahi
dia dipuncak tertinggi

dalam pandangan kita
dunia ini lautan derita
padahal luka yang tercipta
adalah tanda sayangnya

pembersih dosa 
sebelum kembali padanya
cukup dibayar di dunia, karena
siksa akhirat 1000 tahun lamanya

Jumat, 13 Desember 2024

Curhat Pelubang Gunung

makin hari 
aku makin gak suka
dengan dunia ini
bukan dunianya
tapi manusianya

kadang aku berfikir
mungkin benar kata orang
aku tidak bisa bergaul 
wow darimana mereka 
bisa segitu jelasnya
mendeskripsikan tentangku
sementara aku sendiri
belum paham tentang diriku
dasar manusia 
sejak dahulu 
mau itu tua muda
hobinya menilai
menghakimi saja
lah aku juga 
sedang menghakimi mereka

tapi mungkin ada 
benarnya kata mereka
sebenarnya aku agak risih
dikeramaian merasa terasingkan
apalagi gelar buyuk ati suudzonan 
yang pernah dikatakan 
mamaku dulu - waktu aku muda
sering ribut dengan adik kaka

sebenarnya aku tak kuasa disini
aku ingat dimana hari hari
dunia tidak seasing ini
tapi aku menyiayiakan
si pemarah penuh kesombongan
takdir yang buruk inipun
karena kesalahanku
karena kedzalimanku

namun yang terjadi 
sudah terjadi keterasingan ini
adalah hukuman untuk kujalani
sebenarnya bila tanpa kuasaMu
semenit saja mungkin aku tak bisa
berkumpul dengan mereka
yang asing begitu kurasa

pernah terlintas dipikiran
melubangi gunung aku bisa
bergaul dengan manusia 
aku tak berdaya aku tak nyaman
mereka tidak sopan
untuk lelaki suudzonan
kuhitung masih belasan tahunan
aku berdikari disini
walau kata orang ini akan berubah
namun lumayan aku merasa payah

dasar aku manusia kurang bersyukur
posisi sepertiku ini sudah manjur
tak perlu aduk semen keringat bercucur
takdir orang lain yang tak bisa kujalani
dan takdir ini yang hanya aku
yang spesial bisa menjalani

ini doaku meminta keridhoan Tuhan
dan dia sedang mengabulkan
memang terasa berat 
tapi seperti kata anwar
saat diinpus jangan melawan
senjatamu adalah diam dan tenang
senyum dan jalani saja dengan sabar
berikan yang terbaik 
dengan tulus dan jujur
kau hanya berharap ridhonya
bukan pengakuan manusia
atau ego mu yang penuh tipu daya



Kamis, 12 Desember 2024

tiada yang tau

engkau mencari ketenangan
ketenangan menjadi Tuhan
engkau mencari kebenaran
kebenaran menjadi pembenaran

engkau harapkan pencerahan
pencerahan yang menggelapkan
segala menjadi tak semestinya
bila masih ada rasa jumawa

pengetahuan adalah tidak tau
kemuliaan adalah kehinaan
puncak adalah lembah misteri
pencarian tanpa henti sampai mati

jangan menyerah - semua ini pasti akan berakhir

aku pernah tertegun
rebahan dalam keputusasaan
padahal banyak yang kutelan
falsafah sebanyak itu dimuntahkan

aku sering gagal merasa sia sia
aku tak ada dunia tak mengapa
aku lupa aku hanyalah hamba
rusa terluka di intai singa

untung aku tidak berbaring lama 
dimakan setan menjelma singa
entah masih lama atau sementara
toh kita pasti akan mati juga

jika setan tak pernah menyerah
maka aku tak akan menyerah
harus bergerak mengubah arah
sisa hidup mencari berkah  

Rabu, 11 Desember 2024

Netral

rasa yang di maknai 
suka senang sakit benci
menjadi nyata membebani
penyakit buatan sendiri

segalanya adalah netral
itu bukan dirimu padahal
kau sendiri yang nilai nilai
pikiranmu yang membuai

kau bisa membenci
kau bisa mencintai
semua pilihanmu sendiri
jalinan nasib aksi reaksi

kau bisa bahagia
kau bisa kecewa
kau bisa sehat - bisa mati
semua pilihanmu sendiri

Jumat, 06 Desember 2024

orang awam bicara ruh, nafsu, kesadaran & setan

ini catatan iseng saja
gak penting hanya sekedar dokumentasi
mendeskripsikan perasaan lewat pikiran
bukan argumen kebenaran 
hanya catatan kenangan

kita bahas soal ruh
jelas dalil hanya Allah yang tau
ini hanya perasaan yang saya rasakan
apakah ruh ini ??

Aku kamu manusia 
sudah pasti ada ruh
hanya sebagai pengamat
dan saya amati rasa ini
sudah kesekian kalinya
bukan mau pamer atau sombong
setiap koneksi ke Allah 
misal aku zikir atau doa yang khusyuk
tiba tiba air mata meleleh tak terencana
rasa di dada seperti rindu 
seperti membuncah 
seperti mencari tempat kembali
momen momen yang kuingat
ada mungkin sekitar 3 kali 
dzikir di motor alhamdulillah
lailahailallah , 
momen besar saat dengar
di motor via yutub
dzikir majelis idrisiyah
nangis tumpah seperti bayi
menyebut hu Allah 
sampai merinding
momen besar lainnya
awal awal belajar zikir
gairah tahajud ngaji yang besar
sampai sampai menggerakan badan
seusai menangis mencari masjid
untuk subuhan 
seperti sesuatu yang ingin bergerak
sesuatu yang diam 
yang lembut meminta ingin kembali 
mungkin itu adalah ruh
lebih seperti naluri, dorongan
kearah Tuhan

Dan Aku simpulkan soal nafsu
itupun sama seperti ruh
berupa dorongan naluri
diam tapi menggerakan
namun lebih kearah 
kebutuhan jasad
naluri kehewanan

lalu siapa yang berbisik 
ide ide obrolan  dikepala ini
kupikir ini yang disebut kesadaran
yang bernama aku
yang kadang setan ikut nimbrung
memberi bisikan bisikan
lintasan lintasan pikiran yang buruk

jadi ada dua macam dorongan :
1. Ruh ,   2.Nafsu

dan aku adalah :
kesadaran ini 
pikiran ini 
si penyaksi

dan di aku inilah 
setan bermain di pikiran
itulah gunanya zikir

Rabu, 04 Desember 2024

Yang Viral Hujan Cacian


Tuhan tak pernah menzalimi hambanya
jika ada hal yang buruk menimpa mereka
itu karena ulah mereka sendiri

perihal Nissa Sabyan, Agus donasi
yang terbaru gus miftah
mereka semua di sayang Allah
karenanya dibayar kontan
dengan cacian hinaan netizen
netizen 62 seperti ikan piranha
apa apa yang buruk 
viral langsung nyambar
perilaku mereka mungkin 
memang buruk - ada salahnya
tapi kita manusia tiada yang sempurna
tiada yang luput dari dosa
hanya Tuhan masih menutupi saja 

bisa saja karena ada kebaikan 
ada doa ada iman di dada mereka
tapi masih ada keburukan besar 
maka cara Tuhan menghapus dosa
dengan memberi mereka kesulitan
musibah, guncangan, kesedihan, hinaan
agar mereka bisa mengambil hikmah
dan menemukan jalan kembali

toh kita gak tau 
akhir nasib kita bagaimana
yang baik bisa jadi buruk
yang buruk bisa jadi baik
atau selalu istiqomah
atau terputus hidayah
kita tak tau akhir kita
yang kita tau teruslah
berusaha menjadi baik
dan hanya kepada Nya lah 
kita berserah



Selasa, 26 November 2024

Al A'Raf 163 - 165

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

وَسْــئَلْهُمْ عَنِ الْـقَرْيَةِ الَّتِيْ كَا نَتْ حَا ضِرَةَ الْبَحْرِ ۘ اِذْ يَعْدُوْنَ فِى السَّبْتِ اِذْ تَأْتِيْهِمْ حِيْتَا نُهُمْ يَوْمَ سَبْتِهِمْ شُرَّعًا وَّيَوْمَ لَا يَسْبِتُوْنَ ۙ لَا تَأْتِيْهِمْ  ۛ  كَذٰلِكَ  ۛ  نَبْلُوْهُمْ بِمَا كَا نُوْا يَفْسُقُوْنَ
was-al-hum 'anil-qoryatillatii kaanat haadhirotal-bahr, iz ya'duuna fis-sabti iz ta-tiihim hiitaanuhum yauma sabtihim syurro'aw wa yauma laa yasbituuna laa ta-tiihim, kazaalika nabluuhum bimaa kaanuu yafsuquun

"Dan tanyakanlah kepada Bani Israil tentang negeri yang terletak di dekat laut ketika mereka melanggar aturan pada hari Sabat, (yaitu) ketika datang kepada mereka ikan-ikan (yang berada di sekitar) mereka terapung-apung di permukaan air, padahal pada hari-hari yang bukan Sabat ikan-ikan itu tidak datang kepada mereka. Demikianlah Kami menguji mereka disebabkan mereka berlaku fasik."
(QS. Al-A'raf 7: Ayat 163)

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

وَاِ ذْ قَا لَتْ اُمَّةٌ مِّنْهُمْ لِمَ تَعِظُوْنَ قَوْمًا ۙ ٱلـلّٰهُ مُهْلِكُهُمْ اَوْ مُعَذِّبُهُمْ عَذَا بًا شَدِيْدًا ۗ قَا لُوْا مَعْذِرَةً اِلٰى رَبِّكُمْ وَلَعَلَّهُمْ يَتَّقُوْنَ
wa iz qoolat ummatum min-hum lima ta'izhuuna qoumanillaahu muhlikuhum au mu'azzibuhum 'azaabang syadiidaa, qooluu ma'zirotan ilaa robbikum wa la'allahum yattaquun

"Dan (ingatlah) ketika suatu umat di antara mereka berkata, "Mengapa kamu menasihati kaum yang akan dibinasakan atau diazab Allah dengan azab yang sangat keras?" Mereka menjawab, "Agar kami mempunyai alasan (lepas tanggung jawab) kepada Tuhanmu, dan agar mereka bertakwa.""
(QS. Al-A'raf 7: Ayat 164)


Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

فَلَمَّا نَسُوْا مَا ذُكِّرُوْا بِهٖۤ اَنْجَيْنَا الَّذِيْنَ يَنْهَوْنَ عَنِ السُّوْٓءِ وَاَ خَذْنَا الَّذِيْنَ ظَلَمُوْا بِعَذَا بٍۢ بَـئِيْسٍ بِۢمَا كَا نُوْا يَفْسُقُوْنَ
fa lammaa nasuu maa zukkiruu bihiii angjainallaziina yan-hauna 'anis-suuu-i wa akhoznallaziina zholamuu bi'azaabim ba-iisim bimaa kaanuu yafsuquun

"Maka setelah mereka melupakan apa yang diperingatkan kepada mereka, Kami selamatkan orang-orang yang melarang orang berbuat jahat dan Kami timpakan kepada orang-orang yang zalim siksaan yang keras, disebabkan mereka selalu berbuat fasik."
(QS. Al-A'raf 7: Ayat 165)

Al A'raf 155 - 157

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:


وَا خْتَا رَ مُوْسٰى قَوْمَهٗ سَبْعِيْنَ رَجُلًا لِّمِيْقَا تِنَا ۚ فَلَمَّاۤ اَخَذَتْهُمُ الرَّجْفَةُ قَا لَ رَبِّ لَوْ شِئْتَ اَهْلَـكْتَهُمْ مِّنْ قَبْلُ وَاِ يَّايَ ۗ اَ تُهْلِكُنَا بِمَا فَعَلَ السُّفَهَآءُ مِنَّا ۚ اِنْ هِيَ اِلَّا فِتْنَـتُكَ ۗ تُضِلُّ بِهَا مَنْ تَشَآءُ وَتَهْدِيْ مَنْ تَشَآءُ ۗ اَنْتَ وَلِيُّنَا فَا غْفِرْ لَـنَا وَا رْحَمْنَا وَاَ نْتَ خَيْرُ الْغَا فِرِيْنَ

wakhtaaro muusaa qoumahuu sab'iina rojulal limiiqootinaa, fa lammaaa akhozat-humur-rojfatu qoola robbi lau syi-ta ahlaktahum ming qoblu wa iyyaay, a tuhlikunaa bimaa fa'alas-sufahaaa-u minnaa, in hiya illaa fitnatuk, tudhillu bihaa mang tasyaaa-u wa tahdii mang tasyaaa, angta waliyyunaa faghfir lanaa war-hamnaa wa angta khoirul-ghoofiriin


"Dan Musa memilih tujuh puluh orang dari kaumnya untuk (memohon tobat kepada Kami) pada waktu yang telah Kami tentukan. Ketika mereka ditimpa gempa bumi, Musa berkata, "Ya Tuhanku, jika Engkau kehendaki, tentulah Engkau binasakan mereka dan aku sebelum ini. Apakah Engkau akan membinasakan kami karena perbuatan orang-orang yang kurang berakal di antara kami? Itu hanyalah cobaan dari-Mu, Engkau sesatkan dengan cobaan itu siapa yang Engkau kehendaki dan Engkau beri petunjuk kepada siapa yang Engkau kehendaki. Engkaulah pemimpin kami, maka ampunilah kami dan berilah kami rahmat. Engkaulah pemberi ampun yang terbaik.""

(QS. Al-A'raf 7: Ayat 155)

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:


وَا كْتُبْ لَـنَا فِيْ هٰذِهِ الدُّنْيَا حَسَنَةً وَّفِى الْاٰ خِرَةِ اِنَّا هُدْنَاۤ اِلَيْكَ ۗ قَا لَ عَذَا بِيْۤ اُصِيْبُ بِهٖ مَنْ اَشَآءُ ۚ وَرَحْمَتِيْ وَسِعَتْ كُلَّ شَيْءٍ ۗ فَسَاَ كْتُبُهَا لِلَّذِيْنَ يَتَّقُوْنَ وَيُؤْتُوْنَ الزَّكٰوةَ وَا لَّذِيْنَ هُمْ بِاٰ يٰتِنَا يُؤْمِنُوْنَ 

waktub lana fii haazihid-dun-yaa hasanataw wa fil-aakhiroti innaa hudnaaa ilaiik, qoola 'azaabiii ushiibu bihii man asyaaa, wa rohmatii wasi'at kulla syaii, fa sa-aktubuhaa lillaziina yattaquuna wa yu-tuunaz-zakaata wallaziina hum bi-aayaatinaa yu-minuun


"Dan tetapkanlah untuk kami kebaikan di dunia ini dan di akhirat. Sungguh, kami kembali (bertobat) kepada Engkau. (Allah) berfirman, "Siksa-Ku akan Aku timpakan kepada siapa yang Aku kehendaki dan rahmat-Ku meliputi segala sesuatu. Maka, akan Aku tetapkan rahmat-Ku bagi orang-orang yang bertakwa, yang menunaikan zakat, dan orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat Kami.""

(QS. Al-A'raf 7: Ayat 156)


Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:


اَ لَّذِيْنَ يَتَّبِعُوْنَ الرَّسُوْلَ النَّبِيَّ الْاُ مِّيَّ الَّذِيْ يَجِدُوْنَهٗ مَكْتُوْبًا عِنْدَهُمْ فِى التَّوْرٰٮةِ وَا لْاِ نْجِيْلِ يَأْمُرُهُمْ بِا لْمَعْرُوْفِ وَيَنْهٰٮهُمْ عَنِ الْمُنْكَرِ وَيُحِلُّ لَهُمُ الطَّيِّبٰتِ وَيُحَرِّمُ عَلَيْهِمُ الْخَبٰٓئِثَ وَيَضَعُ عَنْهُمْ اِصْرَهُمْ وَا لْاَ غْلٰلَ الَّتِيْ كَا نَتْ عَلَيْهِمْ ۗ فَا لَّذِيْنَ اٰمَنُوْا بِهٖ وَعَزَّرُوْهُ وَنَصَرُوْهُ وَ اتَّبَـعُوا النُّوْرَ الَّذِيْۤ اُنْزِلَ مَعَهٗۤ ۙ اُولٰٓئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُوْنَ

allaziina yattabi'uunar-rosuulan-nabiyyal-ummiyyallazii yajiduunahuu maktuuban 'ingdahum fit-taurooti wal-ingjiili ya-muruhum bil-ma'ruufi wa yan-haahum 'anil-mungkari wa yuhillu lahumuth-thoyyibaati wa yuharrimu 'alaihimul-khobaaa-isa wa yadho'u 'an-hum ishrohum wal-aghlaalallatii kaanat 'alaihim, fallaziina aamanuu bihii wa 'azzaruuhu wa nashoruuhu wattaba'un-nuurollaziii ungzila ma'ahuuu ulaaa-ika humul-muflihuun


"(Yaitu) orang-orang yang mengikuti Rasul, Nabi yang ummi (tidak bisa baca tulis) yang (namanya) mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada pada mereka, yang menyuruh mereka berbuat yang makruf dan mencegah dari yang mungkar, dan yang menghalalkan segala yang baik bagi mereka dan mengharamkan segala yang buruk bagi mereka, dan membebaskan beban-beban dan belenggu-belenggu yang ada pada mereka. Adapun orang-orang yang beriman kepadanya, memuliakannya, menolongnya, dan mengikuti cahaya yang terang yang diturunkan kepadanya (Al-Qur'an), mereka itulah orang-orang beruntung."

(QS. Al-A'raf 7: Ayat 157)

Rabu, 20 November 2024

deep collector

Dia menagih nagih tak mau pindah
layaknya deepcollector gedor rumah
seakan puasa menunggu berbuka
tak lengkap semua bila dia tak ada

dia seperti obat anti menggila
seakan kacau dunia bila tanpanya
padahal biasa saja tapi ada drama
ada dilema di semesta jiwa raga 

hidup seperti dipinggir jurang
jatuh mati atau tenggelam berkubang
seperti babi jalan yang jalang
tersesat kembali berharap jalan pulang

lalu begitu lagi terulang lagi
seperti mimpi izanagi 
malu tak malu munafik ini
seperti pengkhianat busuk hati

Senin, 04 November 2024

Hamba Sahaya

Aku ini pengemis tak punya apa apa
fakir miskin hina dina 
melalui jalan kehinaan 
Aku terima segala pemberian

Apa yang kusandang adalah titipan
nafasku hari ini adalah pemberian
tak perlu banyak tanya protes tak terima
aku tak berkuasa Dia pengendali segala

Aku ini tak berdaya tiada daya upaya
jiwaku hatiku di genggamannya 
tiada tempat bernaung tiada tempat cerita
kecuali hanya padaNya

Aku ini budak yang tak punya hak 
terserah Tuan aku tak boleh berontak
karena aku yakin Tuanku baik
diseluruh alam dialah majikan terbaik


Masih Kau Beri Kesempatan

hal yang paling aku takuti 
adalah mati dalam 
keadaan suul khotimah

mati dalam keadaan 
marah karena tidak ridho
dengan takdir dan ketentuanNya

sekarang aku syukuri
bila Kau tidak mencabut nyawaku
saat aku sedang berdosa 

celakalah aku ruginya aku
bila sedang bermaksiat 
kau tarik nyawa dari raga

maka aku syukuri 
bila kesialan datang
karena meluruhkan kerak dosa

maka apalagi yang tersisa dariku
kecuali rasa syukur
masih kau beri kesempatan

untuk menerima semua
untuk menjalaninya dengan sukacita
merayakan dan merawat kehidupan

manusia (tausiyah UAH)

fasik = membangkang
baik ditutup jahat = balasa = iblis

nama manusia dlm al quran

1.basyhar = manusia / menata nafsu
2.insan = kehidupan sehari hari pribadi
3.ins pasangan jin = nampak /manusia baik /lembut =Akhlak
4.bani adam = biologi
4.nas = hub sosial

Sabtu, 02 November 2024

Pembela Nafsu

sebenarnya yang aku bela itu 
adalah nafsuku ego ku
ada aku menempel dimanapun
karena itu aku sakit hati
aku menempel di gelarku
aku menempel di pekerjaanku
aku menempel di jabatanku
aku anggap semua
yang berkaitan denganku 
itu adalah aku

padahal yang aku bela itu 
adalah nafsu ku ego ku 
lalu jika aku sakit jika aku gagal
jika aku tidak dihargai
aku menyalahkan orang
aku membenci orang
aku kecewa sakit hati
ooh betapa menyedihkannya
aku menyerahkan remote control
kebahagiaanku pada kata orang
bahkan sampai menyalahkan Tuhan

Di dalam firmannya tersebar
bahwa Tuhan tak pernah
mendzalimi hambanya
aku sendiri yang jahat
aku sendiri yang membuat 
diriku jatuh dan sakit
aku sendiri yang memanjakan nafsuku
aku lupa dengan ruhku 
kesejatian diriku 
indera ini tubuh ini
bukanlah aku
aku adalah ruh
yang cenderung 
mencari Tuhan
namun aku memanjakan bisikan
bisikan bisikan dalam pikiran
yang riuh berisik bagai topan
ruh yang terlupakan 
Ruh yang tujuannya hanya Tuhan

Jumat, 01 November 2024

iman sabar syukur ikhlas ridho

sabar dan syukur 
menjadi sayapmu
kepalamu adalah iman
dan hatimu adalah ikhlas 
dengan itu kau terbang
menuju rumahmu
bernama ridho Tuhan

iman;
iman si kepala  pusat segalanya
ilmu makanannya 
untuk mengenal dunia 
kau harus mengenalNya 
ini bekal yang utama
mencari ilmu agama 
adalah syarat yang utama
tanpa iman segala menjadi sia sia

sabar ;
perihal kesabaran
seperti pasien yang
sedang perawatan
terima saja dulu
itu obat, jangan berontak
jangan mengeluh

seperti apapun keadaanmu
kau bersyukur,
mensyukuri bahwasanya
hidup ini adalah pemberian
masih banyak saudara saudara kita
yang lebih menderita 
terlunta lunta di dunia

bersyukur masih diberi kesempatan hidup
bersyukur saat maksiat nyawa tak direnggut
bersyukur terlahir lisan berdzikir, 
berdoa bershalawat
bersyukur masih digerakan hati
untuk beramal beribadah pada illahi

setiap hari adalah kado
kesempatan lagi untuk mengulang
memperbaiki kesalahan yang kemarin
maka syukurilah rahmat & berkah Tuhan 
masih memberimu kesempatan hari ini

maka ikhlas adalah surga dunia
yang dilakukan semata mencari ridhonya
bukan mengharap sanjungan pengakuan manusia 
berharap pada selainnya hanya akan melelahkan jiwa menciptakan kehausan tiada tara

On The Way

untukmu yang sedang dalam perjalanan
perjalanan ini panjang namun relatif juga
bila mundur ke sepuluh tahun yang lalu
waktu seperti sekejap saja

bagaimana dulu kita menyelesaikan persoalan
bukan karena kita hebat 
namun semua berlalu 
waktu membawa semua
yang tersisa disini hanya jejak kenangan
kepahitan atau kenangan dirindukan 

maka begitupun saat ini 
sesulit apapun keadaanmu 
bertahanlah berjuanglah dengan kebaikan
lalu pasrahkan ingatlah semua akan berlalu
tiada kesedihan selamanya 
kesenangan hanya sementara

lihat dahulu hal hal sulit
yang mustahil bisa kau lewati
namun kau sudah melewatinya
begitupun saat ini

karena Dia yang Qayyum
maha mengurus mahluknya
kita manusia mereka reka
merasa bisa mengendalikan semua
merasa semua harus sesuai keinginan kita

jadi karena ini sementara
maka janganlah over drama
akan banyak yang terluka
menjadi kenangan buruk selamanya

karena ini sementara
maka tak perlu putus asa
jalani saja terima saja
kita hidup hanya menyaksikan
siapa kita dalam kehidupan
setiap kejadian hanya menunjukan
seperti apa karakter & kesabaran
bila tanpa ujian kau tidak akan tau
siapa sebenarnya dirimu

bisa saja di dalam tulisan
kau merasa pangeran kebenaran
namun saat menjalani ujian
kau menjadi raja keluhan
penuh maki dan kemarahan

kejadian sudah dituliskan
bukankah hidup untuk ridho Tuhan
itulah tujuan kebahagiaan
surga itu hati yang rela penuh kemaaafan

Minggu, 27 Oktober 2024

syukur lagi

sebenarnya tiada alasan bagiku
untuk tidak bersyukur
justru sangat aneh jika aku
berwajah sungut bermandi lumpur

hari ini syukur besok syukur
setiap hari syukur selamanya syukur
mensyukuri hidup adalah pemberian
apapun rupanya kado dari Tuhan

hanya syukur yang bisa kita lakukan
insyaAllah kelak berkawan kesabaran
syukur alasan datang kebahagiaan
kufur adalah jalan menuju kesempitan

Jumat, 18 Oktober 2024

Ikhlas

jasad tak membusuk
ruh menghidupinya
hidup menjadi mahluk
ilmu membimbingnya

ilmu menjadi hampa
tanpa amalan yang nyata
Amalan tak berharga
jika tiada ikhlas di dalamnya

(imam syafii = ikhlas = beramal karena Allah)

ikhlas menyelamatkanmu dari luka
karena apapun yang kau lakukan 
semata hanya mengharap ridhoNya
bukan pengakuan / penghargaan Manusia

neraka hati

maka nerakalah rumahmu
amarah menderu deru
bermandikan kesedihan
berpakaian kebencian

maka rusaklah harimu
tiada kerelaan tiada keikhlasan
langit menjadi kelabu
misi setan terselesaikan

maafkanlah ridhoilah
hanya itu obatnya
ikhlas pasrah berserah
segala adalah izin Nya

segala kejadian adalah ujian
agar engkau menyaksikan
seperti inilah dirimu seburuk itu
menghendaki perbaikan bagimu


Selasa, 15 Oktober 2024

syariat kesanggupan kepasrahan

masih terkait masthato'tum 
yang berarti kesanggupan
maka Tuhan tidak akan mengubah
nasib suatu kaum bila kaum itu
tidak merubah diri mereka sendiri
(surat ar rad)

kesanggupan untuk berusaha
adalah syarat dan ketentuan
lalu diperjelas dengan 
kisah kisah terdahulu

siti hajar yang berlarian
dari 1 bukit ke bukit yang lain
sampai dia lelah dan pasrah
maka keluarlah air dari kaki bayinya

kisah nabi musa yang berlari
namun terpentok oleh lautan 
sudah dirasa tak ada jalan keluar
namun ternyata lautpun bisa dibelah
melalui syariat tongkatnya

siti maryam yang kelelahan
melahirkan bayi sendirian
sampai dititik kepasrahan
lalu ada syariat ada usaha
untuk mengoyangkan pohon kurma
maka keluarlah mata air 
dan kurma sebagai makanan
yang menghilangkan kepayahannya
dan memperteguh hatinya

semuanya ada usaha yang keras
ikhtiar memanfaatkan yang ada
lalu pasrah tak berdaya berdoa
dan Tuhan akan mengabulkannya

MASTATHO'TUM


فَاتَّقُوا اللَّهَ مَا اسْتَطَعْتُمْ

Maka bertakwalah kamu kepada Allah menurut kesanggupanmu  … (QS. At Taghabun: 16)

وَأَعِدُّوا لَهُمْ مَا اسْتَطَعْتُمْ مِنْ قُوَّةٍ

Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi  … (QS. Al-Anfal: 60)


Pada tahun 1980-an, tersebutlah seorang ulama terkemuka yang juga merupakan tokoh pergerakan Islam  bernama  Abdullah Al Azzam yang tinggal di Jenin, Yordania. Beliau seorang syekh teladan dan panutan, dihormati lagi disegani oleh para muridnya.

Pada suatu saat beliau ditanya oleh muridnya,
“Ya syekh, apa yang dimaksud dengan mastatho’tum?"

Sang Syekh pun membawa muridnya ke sebuah lapangan, meminta semuanya muridnya berlari sekuat tenaga mengelilingi lapangan semampu mereka. Titik dan waktu keberangkatan sama, akan tetapi waktu akhir dan jumlah putaran setiap murid akan berbeda. 

Satu putaran masih belum terasa,  putaran kedua berkurang tenaga, dan mulai berguguran di putaran ketiga hingga tersisa beberapa orang saja. Akhirnya satu persatu merasa lelah dan menyerah. Mereka semua pun menepi ke pinggir lapangan, kelelahan. Mereka sudah berusaha sekuat tenaga, semampu mereka.

Setelah semua muridnya menyerah, Sang Syekh pun tak mau kalah. Beliau berlari mengelilingi lapangan hingga membuat semua muridnya keheranan. Semua murid kaget dan tidak tega melihat gurunya yang sudah tua itu kepayahan. 

Satu putaran masih berseri seri. Dua putaran mulai pucat pasi. Tiga putaran mulai kehilangan kendali. Menuju putaran yang keempat Sang Syekh makin tampak kelelahan, raut mukanya memerah, keringat bertetesan, nafas tersengal-sengal tidak beraturan, tapi tetap berusaha. Beliau terus berlari sekuat tenaga, dari cepat, melambat, melambat lagi, hingga kemudian beliau pun terhuyung tanpa  penyangga. Energinya terkuras habis tak tersisa. Beliau jatuh pingsan, tak sadarkan diri.

Setelah beliau siuman dan terbangun, muridnya bertanya,
“Syekh, apa yang hendak engkau ajarkan kepada kami?”
“Muridku, Inilah yang dinamakan titik mastatho’tum! Titik di mana saat kita berusaha semaksimal tenaga sampai Allah sendiri yang menghentikan perjuangan kita”, jawab Sang Syekh dengan mantap. 

********************************************

Berjuanglah di jalan Allah tanpa kenal lelah sampai Allah menghentikan langkah kita.

#renungan
#renunganislami
#tafakur
#motivasi
#muhasabah
#santri
#santrikeren
#mujahid
#mujahidmuda
#pesantren
#pesantrensalaf
#pesantrenpagelaran3
#pesantrenmodern
#boardingschool
#islamicboardingschool

(sumber : fb pesantren pagelaran subang 3)https://www.facebook.com/pesantrenpagelaran3/photos/a.686369824805480/1829408510501600/?type=3&app=fbl



Rabu, 09 Oktober 2024

Kebebasan mu

maka ringanlah beban itu
ketika tidak ada rasa aku mu
pada mereka yang kau mau
yang kau harap mencintaimu

tiada lagi harapan 
melainkan Tuhan
tiada lagi api berkobaran
melainkan rasa di ikhlaskan

ketika semua itu lepas
maka kau menjadi bebas
maka hilanglah bebanmu
terangkatlah deritamu

Jumat, 27 September 2024

catetan terjaga 27 sep 24

terbangun di tengah malam 
jam 12an
karena si kecil tidurnya nakal
tidurpun sampai bermimpi
impuls otak buat cerita sendiri
mimpi itu batas antara bangun dan tidur
maka terjaga kembali
hal yang sudah lama tak kutemui
biasanya aku tidur nyenyak
membuka hp nostalgia ke masa lalu
dengan lagu lagu romeo band
wow sekali selera musikku
bocah belasan tahun 
di cekoki musik klasik
malam ini aku merasa tua sekali
terpikir ingin berhenti eksis menyanyi
di dunia medsos ini 
mau tau diri tak muda lagi
aku kembali menemukan kehampaan
kekosongan waktu begitu cepat melaju
band idolaku mulai menua begitupun aku
yang dulu bocah kebingungan
saat keributan di keluarga
sekarang sudah bapak anak dua
ah terasa lama sudah hidup di dunia ini
terasa tiada lagi yang kucari
terasa waktu mementahkan
masalah masa lalu
seperti hari ini akan jadi 
sepuluh tahun lalu 
aku seperti sedang naik kapal
ditengah lautan malam
kapal ini melaju kencang
jelas sekali malam ini
begitu cepatnya sang waktu

Kamis, 19 September 2024

semua kan berlalu namun jejaknya abadi

Semua ini ada akhirnya
tiada cerita yang selamanya
perubahan adalah keniscayaan
scene demi scene kesementaraan

hal terbaik yang bisa dilakukan
menjalani dengan keridhoan
adalah terima dan menikmatinya
segala luka atau suka cita

bila kau sedang susah saat ini
ini semua akan berlalu pasti berganti
bila kau sedang senang saat ini
ini semua tiada yang abadi

agar tidak berkubangan
dalam keterpurukan
agar tidak terbalutkan
oleh pakaian keputus asaan

namun hidup kita 
hanya meninggalkan
kenangan dan cerita
jejak berkepanjangan

segalanya sementara
namun monumen ini 
terpahat ada jejaknya
terukir selamanya



Selasa, 17 September 2024

Aku Menderita

Si aku yang masih ada
si aku yang menderita
dimana Aku ada
disitu ada derita

fans idola menempel padaku
gelar jabatan adalah aku
karya & kata menjadi aku
berkembang biak beribu ribu

ribuan duri diresapi
pikiran melintas ribut sekali
perbuatanku membela diri
menuntut balas tiada bertepi

lautan derita direnangi
drama monolog busuk hati
berharap lawan mati
tapi racun ku minumi

aku yang menciptakan derita
tapi si aku mengarahkan jarinya
aku yang masih ada 
membuat derita tiada akhirnya


Jumat, 13 September 2024

rotten apple

yang begitu megah nan begitu mewah
kulitnya saja
yang begitu indah yang begitu halus
tapi busuk

suaramu terdengar diruangmu saja
echo chamber
hidungmu mengembang 
si pangeran tampan
haus pujian

ooh di circlemu saja
huuu di gua mu saja
ooh apel yang mahalan
berlubang di dalam





Kamis, 12 September 2024

Sebuah Cermin Kado Untuk Tuhan

Dia Tuhan memiliki segalanya 
kelak aku akan menemuinya 
dalam sebuah acara 
Apa yang bisa kuberi padanya 

Dia maha segalanya 
memiliki semuanya 
tidak ada kado yang lebih megah 
melainkan dirinya maha indah

akhirnya ku mulai yakin
untuk memberi hadiah cermin
agar Dia melihat Indah dirinya
di cermin jernih bercahaya

Hati ini adalah cermin itu
perhiasan tingkah laku
pancaran kehidupanku 
catatan perjalananku 

bagaimana bisa ku menghadapnya
cermin hati gundah gulana 
bagaimana akan tersenyum Dia
hatiku keruh bermuram durja

Harta Dunia itu bernama Rahmat & Barokah

Anugerah terbesar di dunia ini 
dalam hal rohani bernama 
Rahmat dan Barokah

Dalam hal fisik berupa rezeki ;
kesehatan, uang, makanan, kemudahan anak, isteri, saudara, kerabat itu bisa dibilang rezeki 

namun tidak ada gunanya rezeki 
tanpa adanya barokah
barokah sendiri intinya keberkahan 
yang membawa manusia 
makin dekat kepada Allah 
misal punya mobil baru 
sering di pakai untuk 
mengajak orang tua berobat,
atau  jalan - jalan,

misal punya HP canggih 
malah jadi malas sholat,
terima PNS malah jadi sombong, 
jadi pimpinan malah korupsi, 
kolusi, nepotisme
itu namanya gak berkah 

Rahmat artinya 
anugerah kebaikan 
yang artinya 
bisa berupa ; petunjuk,
kemudahan melakukan kebaikan,
pertolongan Allah, 
ketenangan jiwa 
yang intinya rahmat itu 
hadiah kasih sayang 
dari Allah kepada hambanya, 
bila manusia tidak mendapat rahmat 
maka jalannya akan 
terus menuju kesesatan
misal mendapat rahmat dari Allah 
bisa menunaikan sholat tahajud rutin 
bisa sedekah, rajin mengaji
menjadi insan berakhlak baik

jadi jangan salah ya
Dunia ini tak lebih berharga
dari sehelai sayap lalat
jadi bila bergelimang harta
terkenal kaya raya, sukses sehat
namun tidak ada 
rahmat dan berkah
semua itu sia sia 
hanya sehelai sayap lalat belaka

Kamis, 05 September 2024

Keberadaan Tuhan

bila anakmu bertanya
apakah Allah ada - mana buktinya
jawabnya ada di dekat kita
kitab Al Quran keajaiban terjaga

Rosulmu dan keberadaannya
ceritanya tanahnya sahib kerabatnya
jejak nabi shaleh ibrahim Ismail 
kota tempat turunnya burung ababil

air zam zam yang ajaib
gua hira masjid jin yang gaib
ke barat sana ada masjid Al Aqsa
peninggalan nabi nabi legenda


Rabu, 04 September 2024

Doa doa yang terwujud

Doa yang di jawab Tuhan :

Dulu aku salesman
istirahat di mesjid
rekanku bercerita dia diterima PNS
aku jadi ingin seberuntung dia
lalu selepas dzuhur aku berdoa
dengan sungguh ; 
ya Tuhanku aku tak pandai 
bergaul dan bicara 
aku tak bisa jadi salesman
aku juga tidak segagah kuli bangunan
tolonglah jadikan aku PNS
dan 2 Tahun kemudian doaku terkabul

Dulu aku cemas dengan diriku
yang mudah sekali marah
jadi aku berdoa selalu
agar diselamatkan dari 
kedzolimanku dan 
kedzoliman yang lainnya
aku berdoa supaya sabar dan kuat
langsung dibayar kontan oleh Tuhan
doaku dikabulkan melalui banyak adegan

mencari perlengkapan 
bayi di jalanan uang pas pasan
lelah tapi masih penasaran
Aku berdoa kepada Tuhan
dengan penuh kesungguhan
mencari baby walker yang 
harganya di bawah 
300 ribu rupiah
dan di jawab Tuhan

benerin pintu kamar 
yang rusak eh malah terkurung
dengan memelas karena
kesusahan seperti kemustahilan
aku berdoa dengan sungguh
tenyata Tuhan mengabulkan

Selasa, 27 Agustus 2024

Penyaksi

Aku ingin jadi bintang utama
cahaya lampu tersorot merona
nyatanya aku hanya penonton
yang menyaksikan sinetron

cerita perjalanan hatiku
cerita penuh drama nan palsu
cerita aku memaknai hidupku 
cerita tentang Diakah yang kutuju

Jangan Sedih Nyalaku

Dunia yang kau cari meneguk air lautan

Puncak bukit hampa nan kesepian 

perjalanan mengumpulkan bekal

Kebaikan sekarang untuk yang kekal


jangan sedih, marah, takut, gelisah

tetaplah menyala walau secercah

sekedar tanda penunjuk arah

agar kapal tak karam lantaran goyah


sudah cukup yang kau lakukan

tak perlu kau ambil kerjaan Tuhan

lepaskan saja beban kehidupan

tiada kuasamu ubah keadaan


Nuh pun tak bisa selamatkan keluarganya

Rosulku berduka tragis keluarga cucunya

Ibrahim, Musa, Isa di eksekusi penguasa

si kakek berkursi roda begitu juga


lalu kau siapa bocil rebahan jumawa

mengharap dunia seperti telenovela

merasa kau sebagai tokoh utama

maunya menang senang di dunia


label

aku sibuk melabelisasi diriku sendiri
aku baik, aku soleh, aku berharga diri
aku intelek, aku modern, gagah sekali
tapi hanya aku aku aku yang kutemui

aku lupa memeluk dirimu
bagaimana bila aku diposisimu
lupa berterimakasih sudah mewakili
bagaimana bila takdirmu aku yang jalani



Selasa, 13 Agustus 2024

Drama itu membuatmu ber Doa

Ada yang melekat
namun tak terlihat 
cuti ini seperti surga
tapi berbatas waktunya

hingga aku seperti
tak mau kembali
enggan bersua lagi
manusia sepahit ini 

andaikan kerja dibebankan
melubangi gunung kulakukan
namun dengan insan insan
sungguh mahluk menakutkan

aku mulai kehilangan ridhanya
pikiran ini menyesatkan jiwa
kau tak seluka para syuhada
si drama paling menderita

mungkin aku putus asa
lalu mengadu pada yang kuasa
bukankah karena ini cerita
kau merengek lagi padaNya

kesedihan saat membuka medsos

memulai hari subuh dini
melek mata langsung mencari
scrol scrol sana sini
ngumpulin nyawa tak berarti

begitu banyak kesedihan
drama drama kehidupan
pembullyan, kerajaan
pencurian, kemanusiaan

dampak jahatnya membudaya
akhirnya sampai juga di dekat kita
bawaan saudara misalnya 
kelakuan seperti mafia 

kecurangan dimaklumi
tiada standar kompetensi
yang bicara uang & kuasa
kebenaran menjadi hampa

Sabtu, 10 Agustus 2024

Ayat Penting

1. Al baqarah 214 : 
kesulitan, penderitaan & guncangan 
Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa oleh kemelaratan (kesulitan) dan kesengsaraan (penderitaan), serta digoncangkan ( paling berat) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya: "Bilakah datangnya pertolongan Allah?" Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat.

2. Al Fatihah : ayat 7
"(yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepadanya; bukan (jalan) mereka yang dimurkai, dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat."
(QS. Al-Fatihah 1: Ayat 7)

3. An Nisa 69
"Dan barang siapa menaati Allah dan Rasul (Muhammad) maka mereka itu akan bersama-sama dengan orang yang diberikan nikmat oleh Allah, (yaitu) para nabi, para pencinta kebenaran/ siddiq (sahabat), orang-orang yang mati syahid, dan orang-orang saleh. Mereka itulah teman yang sebaik-baiknya."
(QS. An-Nisa' 4: Ayat 69)

4. Yunus 44
Sesungguhnya Allah tidak berbuat zalim sedikit pun kepada manusia, tetapi manusialah yang berbuat zalim pada diri mereka. 

5. Ar Rad ayat 28
(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram

6. Az zariyat 56
"Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku,"

7. Al Ghassiyah ayat terakhir,
Fazakir inama anta muzakir, Engkau hanyalah pemberi kabar / pengingat

Rabu, 07 Agustus 2024

Ruh Pemaaf

Kekecewaan kesedihan rasa apa ini

dalam diam merasuk ke hati

menjangkiti jasmani gelapkan rohani

seharian berlari tetap tak mau pergi


aku ke puncak dunia

mata melihat indahnya

lautan dan panorama

hanya kepuasan sementara


lalu aku kembali ke rumah

melihatnya tetap gerah

masih tersempil amarah

sampai lelap ku gelisah


ternyata esok hari

ku membuka diri

memeluk yang kubenci

dan aku relakan hati


seketika rasa pedih itu pergi

terpulihkan obat penyembuh hati

bernama memaafkan merelakan

ruh itu mendamba ketenangan

Selasa, 09 Juli 2024

Selesai

1. Tidak melekat
2. Tidak peduli label / merk
3. Hidup Sehat
4. Bersyukur
5. Berserah
6. menjaga hubungan
7. nyaman sendiri
8. Memiliki Tujuan 
9. Cinta tanpa syarat
10.berharap selain Tuhan itu pahit
(ALLAH)

Kamis, 04 Juli 2024

membuat Tuhan tersenyum

Aku memberi lalu dia ambil
Dia menari senang seperti anak kecil
yang riang ketika menerima mainan
padahal hanya uang seratus ribuan

aku tersenyum ceria
senang melihat pemberianku
diterima dengan bahagia
mungkin seperti itulah Tuhanku

maafkan aku yang banyak cemberut
sementara karuniamu tak pernah surut
bila aku ingin melihat Engkau tersenyum
segala anugerahMU kupeluk kucium

Jumat, 28 Juni 2024

04.An Nisa

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

يٰۤـاَيُّهَا النَّا سُ اتَّقُوْا رَبَّكُمُ الَّذِيْ خَلَقَكُمْ مِّنْ نَّفْسٍ وَّا حِدَةٍ وَّخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَا لًا كَثِيْرًا وَّنِسَآءً ۚ وَا تَّقُوا اللّٰهَ الَّذِيْ تَسَآءَلُوْنَ بِهٖ وَا لْاَ رْحَا مَ ۗ اِنَّ اللّٰهَ كَا نَ عَلَيْكُمْ رَقِيْبًا
yaaa ayyuhan-naasuttaquu robbakumullazii kholaqokum min nafsiw waahidatiw wa kholaqo min-haa zaujahaa wa bassa min-humaa rijaalang kasiirow wa nisaaa-aa, wattaqullohallazii tasaaa-aluuna bihii wal-ar-haam, innalloha kaana 'alaikum roqiibaa

"Wahai manusia! Bertakwalah kepada Tuhanmu yang telah menciptakan kamu dari diri yang satu (Adam), dan (Allah) menciptakan pasangannya (Hawa) dari (diri)nya; dan dari keduanya Allah memperkembangbiakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Bertakwalah kepada Allah yang dengan nama-Nya kamu saling meminta dan (peliharalah) hubungan kekeluargaan. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasimu."
(QS. An-Nisa' 4: Ayat 1)

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

وَاِ ذَا حَضَرَ الْقِسْمَةَ اُولُوا الْقُرْبٰى وَا لْيَتٰمٰى وَا لْمَسٰكِيْنُ فَا رْزُقُوْهُمْ مِّنْهُ وَقُوْلُوْا لَهُمْ قَوْلًا مَّعْرُوْفًا
wa izaa hadhorol-qismata ulul-qurbaa wal-yataamaa wal-masaakiinu farzuquuhum min-hu wa quuluu lahum qoulam ma'ruufaa

"Dan apabila sewaktu pembagian itu hadir beberapa kerabat, anak-anak yatim, dan orang-orang miskin, maka berilah mereka dari harta itu (sekadarnya) dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang baik."
(QS. An-Nisa' 4: Ayat 8)

* Via Al-Qur'an Indonesia https://quranformobile.com/get/id
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

اِنَّمَا التَّوْبَةُ عَلَى اللّٰهِ لِلَّذِيْنَ يَعْمَلُوْنَ السُّوْٓءَ بِجَهَا لَةٍ ثُمَّ يَتُوْبُوْنَ مِنْ قَرِيْبٍ فَاُ ولٰٓئِكَ يَتُوْبُ اللّٰهُ عَلَيْهِمْ ۗ وَكَا نَ اللّٰهُ عَلِيْمًا حَكِيْمًا
innamat-taubatu 'alallohi lillaziina ya'maluunas-suuu-a bijahaalating summa yatuubuuna ming qoriibing fa ulaaa-ika yatuubullohu 'alaihim, wa kaanallohu 'aliiman hakiimaa

"Sesungguhnya bertobat kepada Allah itu hanya (pantas) bagi mereka yang melakukan kejahatan karena tidak mengerti, kemudian segera bertobat. Tobat mereka itulah yang diterima Allah. Allah Maha Mengetahui, Maha Bijaksana."
(QS. An-Nisa' 4: Ayat 17)

* Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

وَلَيْسَتِ التَّوْبَةُ لِلَّذِيْنَ يَعْمَلُوْنَ السَّيِّاٰتِ ۚ حَتّٰۤى اِذَا حَضَرَ اَحَدَهُمُ الْمَوْتُ قَا لَ اِنِّيْ تُبْتُ الْــئٰنَ وَلَا الَّذِيْنَ يَمُوْتُوْنَ وَهُمْ كُفَّا رٌ ۗ اُولٰٓئِكَ اَعْتَدْنَا لَهُمْ عَذَا بًا اَ لِيْمًا
wa laisatit-taubatu lillaziina ya'maluunas-sayyi-aat, hattaaa izaa hadhoro ahadahumul-mautu qoola innii tubtul-aana wa lallaziina yamuutuuna wa hum kuffaar, ulaaa-ika a'tadnaa lahum 'azaaban aliimaa

"Dan tobat itu tidaklah (diterima Allah) dari mereka yang melakukan kejahatan hingga apabila datang ajal kepada seseorang di antara mereka, (barulah) dia mengatakan, "Saya benar-benar bertobat sekarang." Dan tidak (pula diterima tobat) dari orang-orang yang meninggal, sedang mereka di dalam kekafiran. Bagi orang-orang itu telah Kami sediakan azab yang pedih."
(QS. An-Nisa' 4: Ayat 18)

* Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَا يَحِلُّ لَـكُمْ اَنْ تَرِثُوا النِّسَآءَ كَرْهًا ۗ وَلَا تَعْضُلُوْهُنَّ لِتَذْهَبُوْا بِبَعْضِ مَاۤ اٰتَيْتُمُوْهُنَّ اِلَّاۤ اَنْ يَّأْتِيْنَ بِفَا حِشَةٍ مُّبَيِّنَةٍ ۚ وَعَا شِرُوْهُنَّ بِا لْمَعْرُوْفِ ۚ فَاِ نْ كَرِهْتُمُوْهُنَّ فَعَسٰۤى اَنْ تَكْرَهُوْا شَيْـئًـا وَّيَجْعَلَ اللّٰهُ فِيْهِ خَيْرًا كَثِيْرًا
yaaa ayyuhallaziina aamanuu laa yahillu lakum ang tarisun-nisaaa-a kar-haa, wa laa ta'dhuluuhunna litaz-habuu biba'dhi maaa aataitumuuhunna illaaa ay ya-tiina bifaahisyatim mubayyinah, wa 'aasyiruuhunna bil-ma'ruuf, fa ing karihtumuuhunna fa 'asaaa ang takrohuu syai-aw wa yaj'alallohu fiihi khoirong kasiiroo

"Wahai orang-orang yang beriman! Tidak halal bagi kamu mewarisi perempuan dengan jalan paksa dan janganlah kamu menyusahkan mereka karena hendak mengambil kembali sebagian dari apa yang telah kamu berikan kepadanya, kecuali apabila mereka melakukan perbuatan keji yang nyata. Dan bergaullah dengan mereka menurut cara yang patut. Jika kamu tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah) karena boleh jadi kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan kebaikan yang banyak padanya"
(QS. An-Nisa' 4: Ayat 19)

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

وَ كَيْفَ تَأْخُذُوْنَهٗ وَقَدْ اَفْضٰى بَعْضُكُمْ اِلٰى بَعْضٍ وَّاَخَذْنَ مِنْكُمْ مِّيْثَا قًا غَلِيْظًا
wa kaifa ta-khuzuunahuu wa qod afdhoo ba'dhukum ilaa ba'dhiw wa akhozna mingkum miisaaqon gholiizhoo

"Dan bagaimana kamu akan mengambilnya kembali, padahal kamu telah bergaul satu sama lain (sebagai suami-istri). Dan mereka (istri-istrimu) telah mengambil perjanjian yang kuat (ikatan pernikahan) dari kamu."
(QS. An-Nisa' 4: Ayat 21)

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

يُرِيْدُ اللّٰهُ لِيُبَيِّنَ لَـكُمْ وَيَهْدِيَكُمْ سُنَنَ الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ وَيَتُوْبَ عَلَيْكُمْ ۗ وَا للّٰهُ عَلِيْمٌ حَكِيْمٌ
yuriidullohu liyubayyina lakum wa yahdiyakum sunanallaziina ming qoblikum wa yatuuba 'alaikum, wallohu 'aliimun hakiim

"Allah hendak menerangkan (syariat-Nya) kepadamu, dan menunjukkan jalan-jalan (kehidupan) orang yang sebelum kamu (para nabi dan orang-orang saleh) dan Dia menerima tobatmu. Allah Maha Mengetahui, Maha Bijaksana."
(QS. An-Nisa' 4: Ayat 26)

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

وَا للّٰهُ يُرِيْدُ اَنْ يَّتُوْبَ عَلَيْكُمْ ۗ وَيُرِيْدُ الَّذِيْنَ يَتَّبِعُوْنَ الشَّهَوٰتِ اَنْ تَمِيْلُوْا مَيْلًا عَظِيْمًا
wallohu yuriidu ay yatuuba 'alaikum, wa yuriidullaziina yattabi'uunasy-syahawaati ang tamiiluu mailan 'azhiimaa

"Dan Allah hendak menerima tobatmu, sedang orang-orang yang mengikuti keinginannya menghendaki agar kamu berpaling sejauh-jauhnya (dari kebenaran)."
(QS. An-Nisa' 4: Ayat 27)

* Via Al-Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

اِنْ تَجْتَنِبُوْا كَبٰٓئِرَ مَا تُنْهَوْنَ عَنْهُ نُكَفِّرْ عَنْكُمْ سَيِّاٰتِكُمْ وَنُدْخِلْـكُمْ مُّدْخَلًا كَرِيْمًا
ing tajtanibuu kabaaa-iro maa tun-hauna 'an-hu nukaffir 'angkum sayyi-aatikum wa nudkhilkum mudkholang kariimaa

"Jika kamu menjauhi dosa-dosa besar di antara dosa-dosa yang dilarang mengerjakannya, niscaya Kami hapus kesalahan-kesalahanmu dan akan Kami masukkan kamu ke tempat yang mulia (surga)."
(QS. An-Nisa' 4: Ayat 31)

* Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

وَلَا تَتَمَنَّوْا مَا فَضَّلَ اللّٰهُ بِهٖ بَعْضَكُمْ عَلٰى بَعْضٍ ۗ لِلرِّجَا لِ نَصِيْبٌ مِّمَّا اكْتَسَبُوْا ۗ وَلِلنِّسَآءِ نَصِيْبٌ مِّمَّا اكْتَسَبْنَ ۗ وَسْئَـلُوا اللّٰهَ مِنْ فَضْلِهٖ ۗ اِنَّ اللّٰهَ كَا نَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيْمًا
wa laa tatamannau maa fadhdholallohu bihii ba'dhokum 'alaa ba'dh, lir-rijaali nashiibum mimmaktasabuu, wa lin-nisaaa-i nashiibum mimmaktasabn, was-alulloha ming fadhlih, innalloha kaana bikulli syai-in 'aliimaa

"Dan janganlah kamu iri hati terhadap karunia yang telah dilebihkan Allah kepada sebagian kamu atas sebagian yang lain. (Karena) bagi laki-laki ada bagian dari apa yang mereka usahakan, dan bagi perempuan (pun) ada bagian dari apa yang mereka usahakan. Mohonlah kepada Allah sebagian dari karunia-Nya. Sungguh, Allah Maha Mengetahui segala sesuatu."
(QS. An-Nisa' 4: Ayat 32)


Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

اَلرِّجَا لُ قَوَّا مُوْنَ عَلَى النِّسَآءِ بِمَا فَضَّلَ اللّٰهُ بَعْضَهُمْ عَلٰى بَعْضٍ وَّبِمَاۤ اَنْفَقُوْا مِنْ اَمْوَا لِهِمْ ۗ فَا لصّٰلِحٰتُ قٰنِتٰتٌ حٰفِظٰتٌ لِّلْغَيْبِ بِمَا حَفِظَ اللّٰهُ ۗ وَا لّٰتِيْ تَخَا فُوْنَ نُشُوْزَهُنَّ فَعِظُوْهُنَّ وَاهْجُرُوْهُنَّ فِى الْمَضَا جِعِ وَا ضْرِبُوْهُنَّ ۚ فَاِ نْ اَطَعْنَكُمْ فَلَا تَبْغُوْا عَلَيْهِنَّ سَبِيْلًا ۗ اِنَّ اللّٰهَ كَا نَ عَلِيًّا كَبِيْرًا
ar-rijaalu qowwaamuuna 'alan-nisaaa-i bimaa fadhdholallohu ba'dhohum 'alaa ba'dhiw wa bimaaa angfaquu min amwaalihim, fash-shoolihaatu qoonitaatun haafizhootul lil-ghoibi bimaa hafizholloh, wallaatii takhoofuuna nusyuuzahunna fa'izhuuhunna wahjuruuhunna fil-madhooji'i wadhribuuhunn, fa in atho'nakum fa laa tabghuu 'alaihinna sabiilaa, innalloha kaana 'aliyyang kabiiroo

"Laki-laki (suami) itu pelindung bagi perempuan (istri), karena Allah telah melebihkan sebagian mereka (laki-laki) atas sebagian yang lain (perempuan), dan karena mereka (laki-laki) telah memberikan nafkah dari hartanya. Maka perempuan-perempuan yang saleh, adalah mereka yang taat (kepada Allah) dan menjaga diri ketika (suaminya) tidak ada, karena Allah telah menjaga (mereka). Perempuan-perempuan yang kamu khawatirkan akan nusyuz, hendaklah kamu beri nasihat kepada mereka, tinggalkanlah mereka di tempat tidur (pisah ranjang), dan (kalau perlu) pukullah mereka. Tetapi jika mereka menaatimu, maka janganlah kamu mencari-cari alasan untuk menyusahkannya. Sungguh, Allah Maha Tinggi, Maha Besar."
(QS. An-Nisa' 4: Ayat 34)

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

وَاِ نْ خِفْتُمْ شِقَا قَ بَيْنِهِمَا فَا بْعَثُوْا حَكَمًا مِّنْ اَهْلِهٖ وَحَكَمًا مِّنْ اَهْلِهَا ۚ اِنْ يُّرِيْدَاۤ اِصْلَا حًا يُّوَفِّـقِ اللّٰهُ بَيْنَهُمَا ۗ اِنَّ اللّٰهَ كَا نَ عَلِيْمًا خَبِيْرًا
wa in khiftum syiqooqo bainihimaa fab'asuu hakamam min ahlihii wa hakamam min ahlihaa, iy yuriidaaa ishlaahay yuwaffiqillaahu bainahumaa, innalloha kaana 'aliiman khobiiroo

"Dan jika kamu khawatir terjadi persengketaan antara keduanya, maka kirimlah seorang juru damai dari keluarga laki-laki dan seorang juru damai dari keluarga perempuan. Jika keduanya (juru damai itu) bermaksud mengadakan perbaikan, niscaya Allah memberi taufik kepada suami-istri itu. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Maha Teliti."
(QS. An-Nisa' 4: Ayat 35)

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

وَا عْبُدُوا اللّٰهَ وَلَا تُشْرِكُوْا بِهٖ شَيْـئًـا ۗ وَّبِا لْوَا لِدَيْنِ اِحْسَا نًا وَّبِذِى الْقُرْبٰى وَا لْيَتٰمٰى وَ الْمَسٰكِيْنِ وَا لْجَـارِ ذِى الْقُرْبٰى وَا لْجَـارِ الْجُـنُبِ وَا لصَّا حِبِ بِا لْجَـنْبِۢ وَا بْنِ السَّبِيْلِ ۙ وَمَا مَلَـكَتْ اَيْمَا نُكُمْ ۗ اِنَّ اللّٰهَ لَا يُحِبُّ مَنْ كَا نَ مُخْتَا لًا فَخُوْرًا 
wa'budulloha wa laa tusyrikuu bihii syai-aw wa bil-waalidaini ihsaanaw wa bizil-qurbaa wal-yataamaa wal-masaakiini wal-jaari zil-qurbaa wal-jaaril-junubi wash-shoohibi bil-jambi wabnis-sabiili wa maa malakat aimaanukum, innalloha laa yuhibbu mang kaana mukhtaalang fakhuuroo

"Dan sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun. Dan berbuat baiklah kepada kedua orang tua, karib kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga dekat dan tetangga jauh, teman sejawat, ibnu sabil, dan hamba sahaya yang kamu miliki. Sungguh, Allah tidak menyukai orang yang sombong dan membanggakan diri,"
(QS. An-Nisa' 4: Ayat 36)

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

ٱلَّذِيْنَ يَـبْخَلُوْنَ وَيَأْمُرُوْنَ النَّا سَ بِا لْبُخْلِ وَيَكْتُمُوْنَ مَاۤ اٰتٰٮهُمُ اللّٰهُ مِنْ فَضْلِهٖ ۗ وَ اَعْتَدْنَا لِلْكٰفِرِيْنَ عَذَا بًا مُّهِيْنًا 
allaziina yabkholuuna wa ya-muruunan-naasa bil-bukhli wa yaktumuuna maaa aataahumullohu ming fadhlih, wa a'tadnaa lil-kaafiriina 'azaabam muhiinaa

"(yaitu) orang yang kikir, dan menyuruh orang lain berbuat kikir, dan menyembunyikan karunia yang telah diberikan Allah kepadanya. Kami telah menyediakan untuk orang-orang kafir azab yang menghinakan."
(QS. An-Nisa' 4: Ayat 37)

* Via Al-Qur'an Indonesia https://quranformobile.com/get/id

Jumat, 14 Juni 2024

Tuhan hanya menunjukan

Tuhan hanya menunjukan
padamu yang larut perasaan
bahwa ketika topeng terbuka
mataku melihat yang sebenarnya

Tuhan menjelaskan lewat persoalan
borok meradang butuh penanganan
itulah gunanya rasa - sinyal penanda
berjaga di kebun raya awas ada singa

bernama syahwat busuk angkara murka
menyerap energimu yang berharga
tenggelamkanmu dikubangan nestapa 
ini semua akan berlalu menjadi cerita 

siapa aku siapa mereka
domba bajuku hati serigala
tarik menarik semesta 
begitu kurikulum kasih Nya

investasi hati

punya anak punya isteri
maka aku berinvestasi
harapan, perasaan & hati
siap mendulang suka & duri

namun memilih sepi
itu sama juga seperti mati
lewati malam hingga pagi
tak berarti - tak bertepi

Senin, 10 Juni 2024

kubangan rasa busuknya hati

ku menulis apa yang mau kutulis
entah penting atau hanya was wis
pengamatan akan rasa begitu dalam
tak sadar berkubang bisa tenggelam

kadang ku iri dengan senyumnya
bisa begitu bebasnya tanpa rasa dosa
sementara aku jadi pendengki
alih alih suci malah busuk hati

Jumat, 07 Juni 2024

air mata berharga

yang mahal itu bernama air mata
sujud di malam buta panggilan berharga 
air mata saat tengadahkan tangan
air mata mohon ampun & penyesalan

tak semua sujud mendapatkannya
deraian air mata itu bukan dusta
rasa lega selepas mengutarakan
rasa pasrah terlepas beban

kutulis ini bukan memamerkan
hanya catatan kenangan 
esok tiada jaminan
bisa saja berkubang kesesatan 

maka aku akan tau pernah disini
jika kulupa rasa yang pernah kualami
jika aku penat disibukan diri sendiri
ini sebuah peta jalan kembali

Kamis, 06 Juni 2024

Ilmu Kura kura

aku mau curhat soal ujian kehidupan
curhat disini saja atau dengan Tuhan
karena pernah aku curhat ke Insan
yang ada jadi bahan ghibah & guyonan

hingga kutarik kesimpulan 
jadilah kura kura tak semua ditunjukan
walau argumen kurasa bisa diandalkan
kepala masuk ke cangkang bila tak aman


03.Ali Imran


Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

هُوَ الَّذِيْۤ اَنْزَلَ عَلَيْكَ الْكِتٰبَ مِنْهُ اٰيٰتٌ مُّحْكَمٰتٌ هُنَّ اُمُّ الْكِتٰبِ وَاُ خَرُ مُتَشٰبِهٰتٌ ۗ فَاَ مَّا الَّذِيْنَ فِيْ قُلُوْبِهِمْ زَيْغٌ فَيَتَّبِعُوْنَ مَا تَشَا بَهَ مِنْهُ ابْتِغَآءَ الْفِتْنَةِ وَا بْتِغَآءَ تَأْوِيْلِهٖ ۚ وَمَا يَعْلَمُ تَأْوِيْلَهٗۤ اِلَّا اللّٰهُ ۘ وَ الرّٰسِخُوْنَ فِى الْعِلْمِ يَقُوْلُوْنَ اٰمَنَّا بِهٖ ۙ كُلٌّ مِّنْ عِنْدِ رَبِّنَا ۚ وَمَا يَذَّكَّرُ اِلَّاۤ اُولُوا الْاَ لْبَا بِ
huwallaziii angzala 'alaikal-kitaaba min-hu aayaatum muhkamaatun hunna ummul-kitaabi wa ukhoru mutasyaabihaat, fa ammallaziina fii quluubihim zaighung fayattabi'uuna maa tasyaabaha min-hubtighooo-al-fitnati wabtighooo-a ta-wiilih, wa maa ya'lamu ta-wiilahuuu illalloh, war-roosikhuuna fil-'ilmi yaquuluuna aamannaa bihii kullum min 'ingdi robbinaa, wa maa yazzakkaru illaaa ulul-albaab

"Dialah yang menurunkan Kitab (Al-Qur'an) kepadamu (Muhammad). Di antaranya ada ayat-ayat yang muhkamat, itulah pokok-pokok Kitab (Al-Qur'an) dan yang lain mutasyabihat. Adapun orang-orang yang dalam hatinya condong pada kesesatan, mereka mengikuti yang mutasyabihat untuk mencari-cari fitnah dan untuk mencari-cari takwilnya, padahal tidak ada yang mengetahui takwilnya kecuali Allah. Dan orang-orang yang ilmunya mendalam berkata, "Kami beriman kepadanya (Al-Qur'an), semuanya dari sisi Tuhan kami." Tidak ada yang dapat mengambil pelajaran kecuali orang yang berakal."
(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 7)

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوْبَنَا بَعْدَ اِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَّدُنْكَ رَحْمَةً ۚ اِنَّكَ اَنْتَ الْوَهَّا بُ
robbanaa laa tuzigh quluubanaa ba'da iz hadaitanaa wa hab lanaa mil ladungka rohmah, innaka angtal-wahhaab

"(Mereka berdoa), "Ya Tuhan kami, janganlah Engkau condongkan hati kami kepada kesesatan setelah Engkau berikan petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi-Mu, sesungguhnya Engkau Maha Pemberi.""
(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 8)
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

قَدْ كَا نَ لَـكُمْ اٰيَةٌ فِيْ فِئَتَيْنِ الْتَقَتَا ۗ فِئَةٌ تُقَا تِلُ فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ وَاُ خْرٰى كَا فِرَةٌ يَّرَوْنَهُمْ مِّثْلَيْهِمْ رَأْيَ الْعَيْنِ ۗ وَا للّٰهُ يُؤَيِّدُ بِنَصْرِهٖ مَنْ يَّشَآءُ ۗ اِنَّ فِيْ ذٰلِكَ لَعِبْرَةً لِّاُولِى الْاَ بْصَا رِ
qod kaana lakum aayatung fii fi-atainiltaqotaa, fi-atung tuqootilu fii sabiilillaahi wa ukhroo kaafirotuy yarounahum mislaihim ro-yal-'aiin, wallohu yu-ayyidu binashrihii may yasyaaa, inna fii zaalika la'ibrotal li-ulil-abshoor

"Sungguh, telah ada tanda bagi kamu pada dua golongan yang berhadap-hadapan. Satu golongan berperang di jalan Allah dan yang lain (golongan) kafir yang melihat dengan mata kepala, bahwa mereka (golongan muslim) dua kali lipat mereka. Allah menguatkan dengan pertolongan-Nya bagi siapa yang Dia kehendaki. Sungguh, pada yang demikian itu terdapat pelajaran bagi orang-orang yang mempunyai penglihatan (mata hati)."
(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 13)

* Via Al-Qur'an Indonesia https://quran-id.com

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

زُيِّنَ لِلنَّا سِ حُبُّ الشَّهَوٰتِ مِنَ النِّسَآءِ وَا لْبَـنِيْنَ وَا لْقَنَا طِيْرِ الْمُقَنْطَرَةِ مِنَ الذَّهَبِ وَا لْفِضَّةِ وَا لْخَـيْلِ الْمُسَوَّمَةِ وَا لْاَ نْعَا مِ وَا لْحَـرْثِ ۗ ذٰلِكَ مَتَا عُ الْحَيٰوةِ الدُّنْيَا ۚ وَا للّٰهُ عِنْدَهٗ حُسْنُ الْمَاٰ بِ
zuyyina lin-naasi hubbusy-syahawaati minan-nisaaa-i wal-baniina wal-qonathiiril-muqongthoroti minaz-zahabi wal-fidhdhoti wal-khoilil-musawwamati wal-an'aami wal-hars, zaalika mataa'ul-hayaatid-dun-yaa, wallohu 'ingdahuu husnul-ma-aab

"Dijadikan terasa indah dalam pandangan manusia cinta terhadap apa yang diinginkan, berupa perempuan-perempuan, anak-anak, harta benda yang bertumpuk dalam bentuk emas dan perak, kuda pilihan, hewan ternak, dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik."
(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 14)

* Via Al-Qur'an Indonesia https://quran-id.com

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

اَلَّذِيْنَ يَقُوْلُوْنَ رَبَّنَاۤ اِنَّنَاۤ اٰمَنَّا فَا غْفِرْ لَنَا ذُنُوْبَنَا وَقِنَا عَذَا بَ النَّا رِ 
allaziina yaquuluuna robbanaaa innanaaa aamannaa faghfir lanaa zunuubanaa wa qinaa 'azaaban-naar

"(Yaitu) orang-orang yang berdoa, "Ya Tuhan kami, kami benar-benar beriman, maka ampunilah dosa-dosa kami dan lindungilah kami dari azab neraka.""
(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 16)

* Via Al-Qur'an Indonesia https://quran-id.com

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

اَلصّٰــبِرِيْنَ وَا لصّٰدِقِــيْنَ وَا لْقٰنِتِــيْنَ وَا لْمُنْفِقِيْنَ وَا لْمُسْتَغْفِرِيْنَ بِا لْاَ سْحَا رِ
ash-shoobiriina wash-shoodiqiina wal-qoonitiina wal-mungfiqiina wal-mustaghfiriina bil-as-haar

"(Juga) orang yang sabar, orang yang benar, orang yang taat, orang yang menginfakkan hartanya, dan orang yang memohon ampunan pada waktu sebelum fajar."
(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 17)

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

شَهِدَ اللّٰهُ اَنَّهٗ لَاۤ اِلٰهَ اِلَّا هُوَ ۙ وَا لْمَلٰٓئِكَةُ وَاُ ولُوا الْعِلْمِ قَآئِمًا بِۢا لْقِسْطِ ۗ لَاۤ اِلٰهَ اِلَّا هُوَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ 
syahidallohu annahuu laaa ilaaha illaa huwa wal-malaaa-ikatu wa ulul-'ilmi qooo-imam bil-qisth, laaa ilaaha illaa huwal-'aziizul-hakiim

"Allah menyatakan bahwa tidak ada tuhan selain Dia; (demikian pula) para malaikat dan orang berilmu yang menegakkan keadilan, tidak ada tuhan selain Dia, Yang Maha Perkasa, Maha Bijaksana."
(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 18)

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

فَاِ نْ حَآ جُّوْكَ فَقُلْ اَسْلَمْتُ وَجْهِيَ لِلّٰهِ وَمَنِ اتَّبَعَنِ ۗ وَقُلْ لِّلَّذِيْنَ اُوْتُوا الْكِتٰبَ وَا لْاُ مِّيّٖنَ ءَاَسْلَمْتُمْ ۗ فَاِ نْ اَسْلَمُوْا فَقَدِ اهْتَدَوْا ۚ وَاِ نْ تَوَلَّوْا فَاِ نَّمَا عَلَيْكَ الْبَلٰغُ ۗ وَا للّٰهُ بَصِيْرٌ بِۢا لْعِبَا دِ
fa in haaajjuuka fa qul aslamtu waj-hiya lillaahi wa manittaba'an, wa qul lillaziina uutul-kitaaba wal-ummiyyiina a aslamtum, fa in aslamuu fa qodihtadau, wa ing tawallau fa innamaa 'alaikal-balaagh, wallohu bashiirum bil-'ibaad

"Kemudian jika mereka membantah engkau (Muhammad) katakanlah, "Aku berserah diri kepada Allah dan (demikian pula) orang-orang yang mengikutiku. Dan katakanlah kepada orang-orang yang telah diberi kitab dan kepada orang-orang buta huruf, "Sudahkah kamu masuk Islam?" Jika mereka masuk Islam, berarti mereka telah mendapat petunjuk, tetapi jika mereka berpaling, maka kewajibanmu hanyalah menyampaikan. Dan Allah Maha Melihat hamba-hamba-Nya."
(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 20)

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

اِنَّ الَّذِيْنَ يَكْفُرُوْنَ بِاٰ يٰتِ اللّٰهِ وَيَقْتُلُوْنَ النَّبِيّٖنَ بِغَيْرِ حَقٍّ ۙ وَّيَقْتُلُوْنَ الَّذِيْنَ يَأْمُرُوْنَ بِا لْقِسْطِ مِنَ النَّا سِ ۙ فَبَشِّرْهُمْ بِعَذَا بٍ اَ لِيْمٍ
innallaziina yakfuruuna bi-aayaatillaahi wa yaqtuluunan-nabiyyiina bighoiri haqqiw wa yaqtuluunallaziina ya-muruuna bil-qisthi minan-naasi fa basysyir-hum bi'azaabin aliim

"Sesungguhnya orang-orang yang mengingkari ayat-ayat Allah dan membunuh para nabi tanpa hak (alasan yang benar) dan membunuh orang-orang yang menyuruh manusia berbuat adil, sampaikanlah kepada mereka kabar gembira, yaitu azab yang pedih."
(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 21)

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

اُولٰٓئِكَ الَّذِيْنَ حَبِطَتْ اَعْمَا لُهُمْ فِى الدُّنْيَا وَا لْاٰ خِرَةِ ۖ وَمَا لَهُمْ مِّنْ نّٰصِرِيْنَ
ulaaa-ikallaziina habithot a'maaluhum fid-dun-yaa wal-aakhiroti wa maa lahum min naashiriin

"Mereka itulah orang-orang yang sia-sia pekerjaannya di dunia dan di akhirat, dan mereka tidak memperoleh penolong."
(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 22)

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

اَلَمْ تَرَ اِلَى الَّذِيْنَ اُوْتُوْا نَصِيْبًا مِّنَ الْكِتٰبِ يُدْعَوْنَ اِلٰى كِتٰبِ اللّٰهِ لِيَحْكُمَ بَيْنَهُمْ ثُمَّ يَتَوَلّٰى فَرِيْقٌ مِّنْهُمْ وَهُمْ مُّعْرِضُوْنَ
a lam taro ilallaziina uutuu nashiibam minal-kitaabi yud'auna ilaa kitaabillaahi liyahkuma bainahum summa yatawallaa fariiqum min-hum wa hum mu'ridhuun

"Tidakkah engkau memperhatikan orang-orang yang telah diberi bagian Kitab (Taurat)? Mereka diajak (berpegang) pada Kitab Allah untuk memutuskan (perkara) di antara mereka. Kemudian sebagian dari mereka berpaling seraya menolak (kebenaran)."
(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 23)

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

ذٰلِكَ بِاَ نَّهُمْ قَا لُوْا لَنْ تَمَسَّنَا النَّا رُ اِلَّاۤ اَيَّا مًا مَّعْدُوْدٰتٍ ۖ وَّغَرَّهُمْ فِيْ دِيْنِهِمْ مَّا كَا نُوْا يَفْتَرُوْنَ
zaalika bi-annahum qooluu lang tamassanan-naaru illaaa ayyaamam ma'duudaatiw wa ghorrohum fii diinihim maa kaanuu yaftaruun

"Hal itu adalah karena mereka berkata, "Api neraka tidak akan menyentuh kami kecuali beberapa hari saja." Mereka teperdaya dalam agama mereka oleh apa yang mereka ada-adakan."
(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 24)

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

قُلِ اللّٰهُمَّ مٰلِكَ الْمُلْكِ تُؤْتِى الْمُلْكَ مَنْ تَشَآءُ وَتَنْزِعُ الْمُلْكَ مِمَّنْ تَشَآءُ ۖ وَتُعِزُّ مَنْ تَشَآءُ وَتُذِلُّ مَنْ تَشَآءُ ۗ بِيَدِكَ الْخَيْرُ ۗ اِنَّكَ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ
qulillaahumma maalikal-mulki tu-til-mulka mang tasyaaa-u wa tangzi'ul-mulka mim mang tasyaaa-u wa tu'izzu mang tasyaaa-u wa tuzillu mang tasyaaa, biyadikal-khoiir, innaka 'alaa kulli syai-ing qodiir

"Katakanlah (Muhammad), "Wahai Tuhan Pemilik kekuasaan, Engkau berikan kekuasaan kepada siapa pun yang Engkau kehendaki, dan Engkau cabut kekuasaan dari siapa pun yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan siapa pun yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan siapa pun yang Engkau kehendaki. Di tangan Engkaulah segala kebajikan. Sungguh, Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu."
(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 26)

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

تُوْلِجُ الَّيْلَ فِى النَّهَا رِ وَتُوْلِجُ النَّهَا رَ فِى الَّيْلِ وَتُخْرِجُ الْحَـيَّ مِنَ الْمَيِّتِ وَتُخْرِجُ الْمَيِّتَ مِنَ الْحَـيِّ وَتَرْزُقُ مَنْ تَشَآءُ بِغَيْرِ حِسَا بٍ
tuulijul-laila fin-nahaari wa tuulijun-nahaaro fil-laili wa tukhrijul-hayya minal-mayyiti wa tukhrijul-mayyita minal-hayyi wa tarzuqu mang tasyaaa-u bighoiri hisaab

"Engkau masukkan malam ke dalam siang dan Engkau masukkan siang ke dalam malam. Dan Engkau keluarkan yang hidup dari yang mati, dan Engkau keluarkan yang mati dari yang hidup. Dan Engkau berikan rezeki kepada siapa yang Engkau kehendaki tanpa perhitungan.""
(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 27)

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

لَا يَتَّخِذِ الْمُؤْمِنُوْنَ الْكٰفِرِيْنَ اَوْلِيَآءَ مِنْ دُوْنِ الْمُؤْمِنِيْنَ ۚ وَمَنْ يَّفْعَلْ ذٰلِكَ فَلَيْسَ مِنَ اللّٰهِ فِيْ شَيْءٍ اِلَّاۤ اَنْ تَتَّقُوْا مِنْهُمْ تُقٰٮةً ۗ وَيُحَذِّرُكُمُ اللّٰهُ نَفْسَهٗ ۗ وَاِ لَى اللّٰهِ الْمَصِيْرُ
laa yattakhizil-mu-minuunal-kaafiriina auliyaaa-a ming duunil-mu-miniin, wa may yaf'al zaalika fa laisa minallohi fii syai-in illaaa ang tattaquu min-hum tuqooh, wa yuhazzirukumullohu nafsah, wa ilallohil-mashiir

"Janganlah orang-orang beriman menjadikan orang kafir sebagai pemimpin, melainkan orang-orang beriman. Barang siapa berbuat demikian, niscaya dia tidak akan memperoleh apa pun dari Allah, kecuali karena (siasat) menjaga diri dari sesuatu yang kamu takuti dari mereka. Dan Allah memperingatkan kamu akan diri (siksa)-Nya, dan hanya kepada Allah tempat kembali."
(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 28)

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

قُلْ اِنْ تُخْفُوْا مَا فِيْ صُدُوْرِكُمْ اَوْ تُبْدُوْهُ يَعْلَمْهُ اللّٰهُ ۗ وَيَعْلَمُ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى الْاَ رْضِ ۗ وَا للّٰهُ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ
qul ing tukhfuu maa fii shuduurikum au tubduuhu ya'lam-hulloh, wa ya'lamu maa fis-samaawaati wa maa fil-ardh, wallohu 'alaa kulli syai-ing qodiir

"Katakanlah, "Jika kamu sembunyikan apa yang ada dalam hatimu atau kamu nyatakan, Allah pasti mengetahuinya." Dia mengetahui apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu."
(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 29)

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

يَوْمَ تَجِدُ كُلُّ نَفْسٍ مَّا عَمِلَتْ مِنْ خَيْرٍ مُّحْضَرًا  ۛ  وَمَا عَمِلَتْ مِنْ سُوْٓءٍ  ۛ  تَوَدُّ لَوْ اَنَّ بَيْنَهَا وَبَيْنَهٗۤ اَمَدًاۢ بَعِيْدًا ۗ وَيُحَذِّرُكُمُ اللّٰهُ نَفْسَهٗ ۗ وَا للّٰهُ رَءُوْفٌ بِۢا لْعِبَا دِ
yauma tajidu kullu nafsim maa 'amilat min khoirim muhdhorow wa maa 'amilat ming suuu, tawaddu lau anna bainahaa wa bainahuuu amadam ba'iidaa, wa yuhazzirukumullohu nafsah, wallohu ro-uufum bil-'ibaad

"(Ingatlah) pada hari (ketika) setiap jiwa mendapatkan (balasan) atas kebajikan yang telah dikerjakan dihadapkan kepadanya, (begitu juga balasan) atas kejahatan yang telah dia kerjakan. Dia berharap sekiranya ada jarak yang jauh antara dia dengan (hari) itu. Dan Allah memperingatkan kamu akan diri (siksa)-Nya. Allah Maha Penyayang terhadap hamba-hamba-Nya."
(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 30)

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

وَاِ ذْ قَا لَتِ الْمَلٰٓئِكَةُ يٰمَرْيَمُ اِنَّ اللّٰهَ اصْطَفٰٮكِ وَطَهَّرَكِ وَا صْطَفٰٮكِ عَلٰى نِسَآءِ الْعٰلَمِيْنَ
wa iz qoolatil-malaaa-ikatu yaa maryamu innallohashthofaaki wa thohharoki washthofaaki 'alaa nisaaa-il-'aalamiin

"Dan (ingatlah) ketika para malaikat berkata, "Wahai Maryam! Sesungguhnya Allah telah memilihmu, menyucikanmu, dan melebihkanmu di atas segala perempuan di seluruh alam (pada masa itu)."
(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 42)

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

ذٰلِكَ مِنْ اَنْۢـبَآءِ الْغَيْبِ نُوْحِيْهِ اِلَيْكَ ۗ وَمَا كُنْتَ لَدَيْهِمْ اِذْ يُلْقُوْنَ اَقْلَا مَهُمْ اَيُّهُمْ يَكْفُلُ مَرْيَمَ ۖ وَمَا كُنْتَ لَدَيْهِمْ اِذْ يَخْتَصِمُوْنَ
zaalika min ambaaa-il-ghoibi nuuhiihi ilaiik, wa maa kungta ladaihim iz yulquuna aqlaamahum ayyuhum yakfulu maryama wa maa kungta ladaihim iz yakhtashimuun

"Itulah sebagian dari berita-berita gaib yang Kami wahyukan kepadamu (Muhammad), padahal engkau tidak bersama mereka ketika mereka melemparkan pena mereka (untuk mengundi) siapa di antara mereka yang akan memelihara Maryam. Dan engkau pun tidak bersama mereka ketika mereka bertengkar."
(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 44)

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

وَرَسُوْلًا اِلٰى بَنِيْۤ اِسْرٰٓءِيْلَ ۙ اَنِّيْ قَدْ جِئْتُكُمْ بِاٰ يَةٍ مِّنْ رَّبِّكُمْ ۙ اَنِّيْۤ اَخْلُقُ لَـكُمْ مِّنَ الطِّيْنِ كَهَیْــئَةِ الطَّيْرِ فَاَ نْفُخُ فِيْهِ فَيَكُوْنُ طَيْرًا بِۢاِذْنِ اللّٰهِ ۚ وَاُ بْرِئُ الْاَ كْمَهَ وَا لْاَ بْرَصَ وَاُ حْيِ الْمَوْتٰى بِاِ ذْنِ اللّٰهِ ۚ وَ اُنَبِّئُكُمْ بِمَا تَأْكُلُوْنَ وَمَا تَدَّخِرُوْنَ ۙ فِيْ بُيُوْتِكُمْ ۗ اِنَّ فِيْ ذٰلِكَ لَاٰ يَةً لَّـكُمْ اِنْ كُنْتُمْ مُّؤْمِنِيْنَ 
wa rosuulan ilaa baniii isrooo-iila annii qod ji-tukum bi-aayatim mir robbikum anniii akhluqu lakum minath-thiini kahai-atith-thoiri fa angfukhu fiihi fa yakuunu thoirom bi-iznillaah, wa ubri-ul-akmaha wal-abrosho wa uhyil-mautaa bi-iznillaah, wa unabbi-ukum bimaa ta-kuluuna wa maa taddakhiruuna fii buyuutikum, inna fii zaalika la-aayatal lakum ing kungtum mu-miniin

"Dan sebagai rasul kepada Bani Israil (dia berkata), "Aku telah datang kepada kamu dengan sebuah tanda (mukjizat) dari Tuhanmu, yaitu aku membuatkan bagimu (sesuatu) dari tanah berbentuk seperti burung, lalu aku meniupnya, maka ia menjadi seekor burung dengan izin Allah. Dan aku menyembuhkan orang yang buta sejak dari lahir dan orang yang berpenyakit kusta. Dan aku menghidupkan orang mati dengan izin Allah, dan aku beri tahukan kepadamu apa yang kamu makan dan apa yang kamu simpan di rumahmu. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat suatu tanda (kebenaran kerasulanku) bagimu, jika kamu orang beriman."
(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 49)

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

وَمُصَدِّقًا لِّمَا بَيْنَ يَدَيَّ مِنَ التَّوْرٰٮةِ وَلِاُ حِلَّ لَـكُمْ بَعْضَ الَّذِيْ حُرِّمَ عَلَيْكُمْ وَجِئْتُكُمْ بِاٰ يَةٍ مِّنْ رَّبِّكُمْ ۗ فَا تَّقُوْا اللّٰهَ وَاَ طِيْعُوْنِ
wa mushoddiqol limaa baina yadayya minat-taurooti wa li-uhilla lakum ba'dhollazii hurrima 'alaikum wa ji-tukum bi-aayatim mir robbikum, fattaqulloha wa athii'uun

"Dan sebagai seorang yang membenarkan Taurat yang datang sebelumku, dan agar aku menghalalkan bagi kamu sebagian dari yang telah diharamkan untukmu. Dan aku datang kepadamu membawa suatu tanda (mukjizat) dari Tuhanmu. Karena itu, bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku."
(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 50)

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

اِنَّ اللّٰهَ رَبِّيْ وَرَبُّكُمْ فَا عْبُدُوْهُ ۗ هٰذَا صِرَا طٌ مُّسْتَقِيْمٌ
innalloha robbii wa robbukum fa'buduuh, haazaa shiroothum mustaqiim

"Sesungguhnya Allah itu Tuhanku dan Tuhanmu, karena itu sembahlah Dia. Inilah jalan yang lurus.""
(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 51)

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

وَمَكَرُوْا وَمَكَرَا للّٰهُ ۗ وَا للّٰهُ خَيْرُ الْمَا كِرِيْنَ
wa makaruu wa makarolloh, wallohu khoirul-maakiriin

"Dan mereka (orang-orang kafir) membuat tipu daya, maka Allah pun membalas tipu daya. Dan Allah sebaik-baik pembalas tipu daya."
(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 54)

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

اِنَّ مَثَلَ عِيْسٰى عِنْدَ اللّٰهِ كَمَثَلِ اٰدَمَ ۗ خَلَقَهٗ مِنْ تُرَا بٍ ثُمَّ قَا لَ لَهٗ كُنْ فَيَكُوْنُ
inna masala 'iisaa 'ingdallohi kamasali aadam, kholaqohuu ming turoobing summa qoola lahuu kung fa yakuun

"Sesungguhnya perumpamaan (penciptaan) 'Isa bagi Allah, seperti (penciptaan) Adam. Dia menciptakannya dari tanah, kemudian Dia berkata kepadanya, "Jadilah!" Maka jadilah sesuatu itu."
(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 59)
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

اَلْحَـقُّ مِنْ رَّبِّكَ فَلَا تَكُنْ مِّنَ الْمُمْتَرِيْنَ
al-haqqu mir robbika fa laa takum minal-mumtariin

"Kebenaran itu dari Tuhanmu, karena itu janganlah engkau (Muhammad) termasuk orang-orang yang ragu."
(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 60)

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

فَمَنْ حَآ جَّكَ فِيْهِ مِنْۢ بَعْدِ مَا جَآءَكَ مِنَ الْعِلْمِ فَقُلْ تَعَا لَوْا نَدْعُ اَبْنَآءَنَا وَاَ بْنَآءَكُمْ وَنِسَآءَنَا وَنِسَآءَكُمْ وَاَ نْفُسَنَا وَاَ نْفُسَكُمْ ۗ ثُمَّ نَبْتَهِلْ فَنَجْعَلْ لَّعْنَتَ اللّٰهِ عَلَى الْكٰذِبِيْنَ
fa man haaajjaka fiihi mim ba'di maa jaaa-aka minal-'ilmi fa qul ta'aalau nad'u abnaaa-anaa wa abnaaa-akum wa nisaaa-anaa wa nisaaa-akum wa angfusanaa wa angfusakum, summa nabtahil fa naj'al la'natallohi 'alal-kaazibiin

"Siapa yang membantahmu dalam hal ini setelah engkau memperoleh ilmu, katakanlah (Muhammad), "Marilah kita panggil anak-anak kami dan anak-anak kamu, istri-istri kami dan istri-istrimu, kami sendiri dan kamu juga, kemudian marilah kita bermubahalah agar laknat Allah ditimpakan kepada orang-orang yang dusta.""
(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 61)

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

اِنَّ اَوْلَى النَّا سِ بِاِ بْرٰهِيْمَ لَـلَّذِيْنَ اتَّبَعُوْهُ وَهٰذَا النَّبِيُّ وَا لَّذِيْنَ اٰمَنُوْا ۗ وَا للّٰهُ وَلِيُّ الْمُؤْمِنِيْنَ
inna aulan-naasi bi-ibroohiima lallaziinattaba'uuhu wa haazan-nabiyyu wallaziina aamanuu, wallohu waliyyul-mu-miniin

"Orang yang paling dekat kepada Ibrahim ialah orang yang mengikutinya, dan Nabi ini (Muhammad), dan orang yang beriman. Allah adalah pelindung orang-orang yang beriman."
(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 68)

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

مَا كَا نَ اِبْرٰهِيْمُ يَهُوْدِيًّا وَّلَا نَصْرَا نِيًّا وَّ لٰكِنْ كَا نَ حَنِيْفًا مُّسْلِمًا ۗ وَمَا كَا نَ مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ
maa kaana ibroohiimu yahuudiyyaw wa laa nashrooniyyaw wa laaking kaana haniifam muslimaa, wa maa kaana minal-musyrikiin

"Ibrahim bukanlah seorang Yahudi dan bukan (pula) seorang Nasrani, tetapi dia adalah seorang yang lurus, muslim, dan dia tidaklah termasuk orang-orang musyrik."
(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 67)

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

وَدَّتْ طَّآئِفَةٌ مِّنْ اَهْلِ الْكِتٰبِ لَوْ يُضِلُّوْنَكُمْ ۗ  وَمَا يُضِلُّوْنَ اِلَّاۤ اَنْفُسَهُمْ وَمَا يَشْعُرُوْنَ
waddath thooo-ifatum min ahlil-kitaabi lau yudhilluunakum, wa maa yudhilluuna illaaa angfusahum wa maa yasy'uruun

"Segolongan Ahli Kitab ingin menyesatkan kamu. Padahal (sesungguhnya), mereka tidak menyesatkan melainkan diri mereka sendiri, tetapi mereka tidak menyadari."
(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 69)

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

اِنَّ الَّذِيْنَ يَشْتَرُوْنَ بِعَهْدِ اللّٰهِ وَاَ يْمَا نِهِمْ ثَمَنًا قَلِيْلًا اُولٰٓئِكَ لَا خَلَا قَ لَهُمْ فِى الْاٰ خِرَةِ وَلَا يُكَلِّمُهُمُ اللّٰهُ وَلَا يَنْظُرُ اِلَيْهِمْ يَوْمَ الْقِيٰمَةِ وَلَا يُزَكِّيْهِمْ ۖ وَلَهُمْ عَذَا بٌ اَ لِيْمٌ
innallaziina yasytaruuna bi'ahdillaahi wa aimaanihim samanang qoliilan ulaaa-ika laa kholaaqo lahum fil-aakhiroti wa laa yukallimuhumullohu wa laa yangzhuru ilaihim yaumal-qiyaamati wa laa yuzakkiihim wa lahum 'azaabun aliim

"Sesungguhnya orang-orang yang memperjualbelikan janji Allah dan sumpah-sumpah mereka dengan harga murah, mereka itu tidak memperoleh bagian di akhirat, Allah tidak akan menyapa mereka, tidak akan memperhatikan mereka pada hari Kiamat, dan tidak akan menyucikan mereka. Bagi mereka azab yang pedih."
(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 77)

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

وَاِ نَّ مِنْهُمْ لَـفَرِيْقًا يَّلْوٗنَ اَلْسِنَتَهُمْ بِا لْكِتٰبِ لِتَحْسَبُوْهُ مِنَ الْكِتٰبِ وَمَا هُوَ مِنَ الْكِتٰبِ ۚ وَيَقُوْلُوْنَ هُوَ مِنْ عِنْدِ اللّٰهِ وَمَا هُوَ مِنْ عِنْدِ اللّٰهِ ۚ وَيَقُوْلُوْنَ عَلَى اللّٰهِ الْكَذِبَ وَ هُمْ يَعْلَمُوْنَ
wa inna min-hum lafariiqoy yalwuuna alsinatahum bil-kitaabi litahsabuuhu minal-kitaabi wa maa huwa minal-kitaab, wa yaquuluuna huwa min 'ingdillaahi wa maa huwa min 'ingdillaah, wa yaquuluuna 'alallohil-kaziba wa hum ya'lamuun

"Dan sungguh, di antara mereka niscaya ada segolongan yang memutarbalikkan lidahnya membaca kitab, agar kamu menyangka (yang mereka baca) itu sebagian dari Kitab, padahal itu bukan dari Kitab dan mereka berkata, "Itu dari Allah," padahal itu bukan dari Allah. Mereka mengatakan hal yang dusta terhadap Allah, padahal mereka mengetahui."
(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 78)

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

وَلَا يَأْمُرَكُمْ اَنْ تَتَّخِذُوا الْمَلٰٓئِكَةَ وَا لنَّبِيّٖنَ اَرْبَا بًا ۗ اَيَأْمُرُكُمْ بِا لْكُفْرِ بَعْدَ اِذْ اَنْـتُمْ مُّسْلِمُوْنَ
wa laa ya-murokum ang tattakhizul-malaaa-ikata wan-nabiyyiina arbaabaa, a ya-murukum bil-kufri ba'da iz angtum muslimuun

"Dan tidak (mungkin pula baginya) menyuruh kamu menjadikan para malaikat dan para nabi sebagai Tuhan. Apakah dia (patut) menyuruh kamu menjadi kafir setelah kamu menjadi muslim?"
(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 80)

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

اَفَغَيْرَ دِيْنِ اللّٰهِ يَبْغُوْنَ وَلَهٗۤ اَسْلَمَ مَنْ فِى السَّمٰوٰتِ وَا لْاَ رْضِ طَوْعًا وَّكَرْهًا وَّاِلَيْهِ يُرْجَعُوْنَ
a fa ghoiro diinillaahi yabghuuna wa lahuuu aslama mang fis-samaawaati wal-ardhi thou'aw wa kar-haw wa ilaihi yurja'uun

"Maka mengapa mereka mencari agama yang lain selain agama Allah, padahal apa yang di langit dan di bumi berserah diri kepada-Nya, (baik) dengan suka maupun terpaksa, dan hanya kepada-Nya mereka dikembalikan?"
(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 83)

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

وَمَنْ يَّبْتَغِ غَيْرَ الْاِ سْلَا مِ دِيْنًا فَلَنْ يُّقْبَلَ مِنْهُ ۚ وَهُوَ فِى الْاٰ خِرَةِ مِنَ الْخٰسِرِيْنَ
wa may yabtaghi ghoirol-islaami diinang fa lay yuqbala min-h, wa huwa fil-aakhiroti minal-khoosiriin

"Dan barang siapa mencari agama selain Islam, dia tidak akan diterima, dan di akhirat dia termasuk orang yang rugi."
(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 85)
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

اِنَّ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا وَمَا تُوْا وَهُمْ كُفَّا رٌ فَلَنْ يُّقْبَلَ مِنْ اَحَدِهِمْ مِّلْءُ الْاَ رْضِ ذَهَبًا وَّلَوِ افْتَدٰى بِهٖ ۗ اُولٰٓئِكَ لَـهُمْ عَذَا بٌ اَلِـيْمٌ ۙ وَّمَا لَـهُمْ مِّــنْ نّٰصِــرِيْنَ
innallaziina kafaruu wa maatuu wa hum kuffaarung fa lay yuqbala min ahadihim mil-ul-ardhi zahabaw wa lawiftadaa bih, ulaaa-ika lahum 'azaabun aliimuw wa maa lahum min naashiriin

"Sungguh, orang-orang yang kafir dan mati dalam kekafiran, tidak akan diterima (tebusan) dari seseorang di antara mereka sekalipun (berupa) emas sepenuh bumi, sekiranya dia hendak menebus diri dengannya. Mereka itulah orang-orang yang mendapat azab yang pedih dan tidak memperoleh penolong."
(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 91)

* Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

لَنْ تَنَا لُوا الْبِرَّ حَتّٰى تُنْفِقُوْا مِمَّا تُحِبُّوْنَ ۗ وَمَا تُنْفِقُوْا مِنْ شَيْءٍ فَاِ نَّ اللّٰهَ بِهٖ عَلِيْمٌ
lang tanaalul-birro hattaa tungfiquu mimmaa tuhibbuun, wa maa tungfiquu ming syai-ing fa innalloha bihii 'aliim

"Kamu tidak akan memperoleh kebajikan, sebelum kamu menginfakkan sebagian harta yang kamu cintai. Dan apa pun yang kamu infakkan, tentang hal itu, sungguh Allah Maha mengetahui."
(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 92)

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

اِنَّ اَوَّلَ بَيْتٍ وُّضِعَ لِلنَّا سِ لَـلَّذِيْ بِبَكَّةَ مُبٰرَكًا وَّهُدًى لِّلْعٰلَمِيْنَ 
inna awwala baitiw wudhi'a lin-naasi lallazii bibakkata mubaarokaw wa hudal lil-'aalamiin

"Sesungguhnya rumah (ibadah) pertama yang dibangun untuk manusia, ialah (Baitullah) yang di Bakkah (Mekah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi seluruh alam."
(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 96)

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

فِيْهِ اٰيٰتٌۢ بَيِّنٰتٌ مَّقَا مُ اِبْرٰهِيْمَ ۚ وَمَنْ دَخَلَهٗ كَا نَ اٰمِنًا ۗ وَلِلّٰهِ عَلَى النَّا سِ حِجُّ الْبَيْتِ مَنِ اسْتَطَا عَ اِلَيْهِ سَبِيْلًا ۗ وَمَنْ كَفَرَ فَاِ نَّ اللّٰهَ غَنِيٌّ عَنِ الْعٰلَمِيْنَ
fiihi aayaatum bayyinaatum maqoomu ibroohiim, wa mang dakholahuu kaana aaminaa, wa lillaahi 'alan-naasi hijjul-baiti manistathoo'a ilaihi sabiilaa, wa mang kafaro fa innalloha ghoniyyun 'anil-'aalamiin

"Di sana terdapat tanda-tanda yang jelas, (di antaranya) maqam Ibrahim. Barang siapa memasukinya (Baitullah) amanlah dia. Dan (di antara) kewajiban manusia terhadap Allah adalah melaksanakan ibadah haji ke Baitullah, yaitu bagi orang-orang yang mampu mengadakan perjalanan ke sana. Barang siapa mengingkari (kewajiban) haji, maka ketahuilah bahwa Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari seluruh alam."
(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 97)

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا اتَّقُوا اللّٰهَ حَقَّ تُقٰتِهٖ وَلَا تَمُوْتُنَّ اِلَّا وَاَ نْـتُمْ مُّسْلِمُوْنَ
yaaa ayyuhallaziina aamanuttaqulloha haqqo tuqootihii wa laa tamuutunna illaa wa angtum muslimuun

"Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya dan janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan muslim."
(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 102)

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا اتَّقُوا اللّٰهَ حَقَّ تُقٰتِهٖ وَلَا تَمُوْتُنَّ اِلَّا وَاَ نْـتُمْ مُّسْلِمُوْنَ
yaaa ayyuhallaziina aamanuttaqulloha haqqo tuqootihii wa laa tamuutunna illaa wa angtum muslimuun

"Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya dan janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan muslim."
(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 102)

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

تِلْكَ اٰيٰتُ اللّٰهِ نَـتْلُوْهَا عَلَيْكَ بِا لْحَـقِّ ۗ وَمَا اللّٰهُ يُرِيْدُ ظُلْمًا لِّلْعٰلَمِيْنَ
tilka aayaatullohi natluuhaa 'alaika bil-haqq, wa mallohu yuriidu zhulmal lil-'aalamiin

"Itulah ayat-ayat Allah yang Kami bacakan kepada kamu dengan benar, dan Allah tidaklah berkehendak menzalimi (siapa pun) di seluruh alam."
(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 108)

* Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

كُنْتُمْ خَيْرَ اُمَّةٍ اُخْرِجَتْ لِلنَّا سِ تَأْمُرُوْنَ بِا لْمَعْرُوْفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَتُؤْمِنُوْنَ بِا للّٰهِ ۗ وَلَوْ اٰمَنَ اَهْلُ الْكِتٰبِ لَكَا نَ خَيْرًا لَّهُمْ ۗ مِنْهُمُ الْمُؤْمِنُوْنَ وَاَ كْثَرُهُمُ الْفٰسِقُوْنَ
kungtum khoiro ummatin ukhrijat lin-naasi ta-muruuna bil-ma'ruufi wa tan-hauna 'anil-mungkari wa tu-minuuna billaah, walau aamana ahlul-kitaabi lakaana khoirol lahum, min-humul-mu-minuuna wa aksaruhumul-faasiquun

"Kamu (umat Islam) adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, (karena kamu) menyuruh (berbuat) yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka. Di antara mereka ada yang beriman, namun kebanyakan mereka adalah orang-orang fasik."
(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 110)

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

لَنْ يَّضُرُّوْكُمْ اِلَّاۤ اَذًى ۗ وَاِ نْ يُّقَا تِلُوْكُمْ يُوَلُّوْكُمُ الْاَ دْبَا رَ ۗ ثُمَّ لَا يُنْصَرُوْنَ
lay yadhurruukum illaaa azaa, wa iy yuqootiluukum yuwalluukumul-adbaar, summa laa yungshoruun

"Mereka tidak akan membahayakan kamu, kecuali gangguan-gangguan kecil saja, dan jika mereka memerangi kamu, niscaya mereka mundur berbalik ke belakang (kalah). Selanjutnya mereka tidak mendapat pertolongan."
(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 111)

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

لَـيْسُوْا سَوَآءً ۗ مِنْ اَهْلِ الْكِتٰبِ اُمَّةٌ قَآئِمَةٌ يَّتْلُوْنَ اٰيٰتِ اللّٰهِ اٰنَآءَ الَّيْلِ وَ هُمْ يَسْجُدُوْنَ
laisuu sawaaa-aa, min ahlil-kitaabi ummatung qooo-imatuy yatluuna aayaatillaahi aanaaa-al-laili wa hum yasjuduun

"Mereka itu tidak (seluruhnya) sama. Di antara Ahli Kitab ada golongan yang jujur, mereka membaca ayat-ayat Allah pada malam hari, dan mereka (juga) bersujud (sholat)."
(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 113)

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

يُؤْمِنُوْنَ بِا للّٰهِ وَا لْيَوْمِ الْاٰ خِرِ وَ يَأْمُرُوْنَ بِا لْمَعْرُوْفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَيُسَا رِعُوْنَ فِى الْخَيْرٰتِ ۗ وَاُ ولٰٓئِكَ مِنَ الصّٰلِحِيْنَ
yu-minuuna billaahi wal-yaumil-aakhiri wa ya-muruuna bil-ma'ruufi wa yan-hauna 'anil-mungkari wa yusaari'uuna fil-khoiroot, wa ulaaa-ika minash-shoolihiin

"Mereka beriman kepada Allah dan hari Akhir, menyuruh (berbuat) yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar dan bersegera (mengerjakan) berbagai kebajikan. Mereka termasuk orang-orang saleh."
(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 114)

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَا تَتَّخِذُوْا بِطَا نَةً مِّنْ دُوْنِكُمْ لَا يَأْلُوْنَكُمْ خَبَا لًا ۗ وَدُّوْا مَا عَنِتُّمْ ۚ قَدْ بَدَتِ الْبَغْضَآءُ مِنْ اَفْوَاهِهِمْ ۖ وَمَا تُخْفِيْ صُدُوْرُهُمْ اَكْبَرُ ۗ قَدْ بَيَّنَّا لَـكُمُ الْاٰ يٰتِ اِنْ كُنْتُمْ تَعْقِلُوْنَ
yaaa ayyuhallaziina aamanuu laa tattakhizuu bithoonatam ming duunikum laa ya-luunakum khobaalaa, wadduu maa 'anittum, qod badatil-baghdhooo-u min afwaahihim wa maa tukhfii shuduuruhum akbar, qod bayyannaa lakumul-aayaati ing kungtum ta'qiluun

"Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu menjadikan orang-orang yang di luar kalanganmu (seagama) sebagai teman kepercayaanmu, (karena) mereka tidak henti-hentinya menyusahkan kamu. Mereka mengharapkan kehancuranmu. Sungguh, telah nyata kebencian dari mulut mereka, dan apa yang tersembunyi di hati mereka lebih jahat. Sungguh, telah Kami terangkan kepadamu ayat-ayat (Kami), jika kamu mengerti."
(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 118)

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

هٰۤاَ نْتُمْ اُولَآ ءِ تُحِبُّوْنَهُمْ وَلَا يُحِبُّوْنَكُمْ وَتُؤْمِنُوْنَ بِا لْكِتٰبِ كُلِّهٖ ۚ وَاِ ذَا لَقُوْكُمْ قَا لُوْۤا اٰمَنَّا ۖ وَاِ ذَا خَلَوْا عَضُّوْا عَلَيْكُمُ الْاَ نَا مِلَ مِنَ الْغَيْظِ ۗ قُلْ مُوْتُوْا بِغَيْظِكُمْ ۗ اِنَّ اللّٰهَ عَلِيْمٌ بِۢذَا تِ الصُّدُوْرِ
haaa-angtum ulaaa-i tuhibbuunahum wa laa yuhibbuunakum wa tu-minuuna bil-kitaabi kullih, wa izaa laquukum qooluuu aamannaa wa izaa kholau 'adhdhuu 'alaikumul-anaamila minal-ghoiizh, qul muutuu bighoizhikum, innalloha 'aliimum bizaatish-shuduur

"Beginilah kamu! Kamu menyukai mereka, padahal mereka tidak menyukaimu, dan kamu beriman kepada semua kitab. Apabila mereka berjumpa kamu, mereka berkata, "Kami beriman," dan apabila mereka menyendiri, mereka menggigit ujung jari karena marah dan benci kepadamu. Katakanlah, "Matilah kamu karena kemarahanmu itu!" Sungguh, Allah Maha Mengetahui segala isi hati."
(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 119)

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

اِنْ تَمْسَسْكُمْ حَسَنَةٌ تَسُؤْهُمْ ۖ وَاِ نْ تُصِبْكُمْ سَيِّئَةٌ يَّفْرَحُوْا بِهَا ۗ وَاِ نْ تَصْبِرُوْا وَتَتَّقُوْا لَا يَضُرُّكُمْ كَيْدُهُمْ شَيْــئًا ۗ اِنَّ اللّٰهَ بِمَا يَعْمَلُوْنَ مُحِيْطٌ
ing tamsaskum hasanatung tasu-hum wa ing tushibkum sayyi-atuy yafrohuu bihaa, wa ing tashbiruu wa tattaquu laa yadhurrukum kaiduhum syai-aa, innalloha bimaa ya'maluuna muhiith

"Jika kamu memperoleh kebaikan, (niscaya) mereka bersedih hati, tetapi jika kamu tertimpa bencana, mereka bergembira karenanya. Jika kamu bersabar dan bertakwa, tipu daya mereka tidak akan menyusahkan kamu sedikit pun. Sungguh, Allah Maha Meliputi segala apa yang mereka kerjakan."
(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 120)

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

اِذْ هَمَّتْ طَّآئِفَتٰنِ مِنْكُمْ اَنْ تَفْشَلَا ۙ وَا للّٰهُ وَلِيُّهُمَا ۗ وَعَلَى اللّٰهِ فَلْيَتَوَكَّلِ الْمُؤْمِنُوْنَ
iz hammath thooo-ifataani mingkum ang tafsyalaa wallohu waliyyuhumaa, wa 'alallohi falyatawakkalil-mu-minuun

"Ketika dua golongan dari pihak kamu ingin (mundur) karena takut, padahal Allah adalah penolong mereka. Karena itu, hendaklah kepada Allah saja orang-orang mukmin bertawakal."
(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 122)

*Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

وَلَقَدْ نَصَرَكُمُ اللّٰهُ بِبَدْرٍ وَّاَنْـتُمْ اَذِلَّةٌ ۚ فَا تَّقُوا اللّٰهَ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ
wa laqod nashorokumullohu bibadriw wa angtum azillah, fattaqulloha la'allakum tasykuruun

"Dan sungguh, Allah telah menolong kamu dalam Perang Badar, padahal kamu dalam keadaan lemah. Karena itu, bertakwalah kepada Allah, agar kamu mensyukuri-Nya."
(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 123)

*Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

اِذْ تَقُوْلُ لِلْمُؤْمِنِيْنَ اَلَنْ يَّكْفِيَكُمْ اَنْ يُّمِدَّكُمْ رَبُّكُمْ بِثَلٰثَةِ اٰلَا فٍ مِّنَ الْمَلٰٓئِكَةِ مُنْزَلِيْنَ 
iz taquulu lil-mu-miniina a lay yakfiyakum ay yumiddakum robbukum bisalaasati aalaafim minal-malaaa-ikati mungzaliin

"(Ingatlah), ketika engkau (Muhammad) mengatakan kepada orang-orang beriman, "Apakah tidak cukup bagimu bahwa Allah membantu kamu dengan tiga ribu malaikat yang diturunkan (dari langit)?""
(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 124)

* Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

بَلٰۤى ۙ اِنْ تَصْبِرُوْا وَتَتَّقُوْا وَيَأْتُوْكُمْ مِّنْ فَوْرِهِمْ هٰذَا يُمْدِدْكُمْ رَبُّكُمْ بِخَمْسَةِ اٰلَا فٍ مِّنَ الْمَلٰٓئِكَةِ مُسَوِّمِيْنَ
balaaa ing tashbiruu wa tattaquu wa ya-tuukum ming faurihim haazaa yumdidkum robbukum bikhomsati aalaafim minal-malaaa-ikati musawwimiin

""Ya" (cukup). Jika kamu bersabar dan bertakwa ketika mereka datang menyerang kamu dengan tiba-tiba, niscaya Allah menolongmu dengan lima ribu malaikat yang memakai tanda."
(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 125)

* Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

وَسَا رِعُوْۤا اِلٰى مَغْفِرَةٍ مِّنْ رَّبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمٰوٰتُ وَا لْاَ رْضُ ۙ اُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِيْنَ 
wa saari'uuu ilaa maghfirotim mir robbikum wa jannatin 'ardhuhas-samaawaatu wal-ardhu u'iddat lil-muttaqiin

"Dan bersegeralah kamu mencari ampunan dari Tuhanmu dan mendapatkan surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan bagi orang-orang yang bertakwa,"
(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 133)

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

الَّذِيْنَ يُنْفِقُوْنَ فِى السَّرَّآءِ وَا لضَّرَّآءِ وَا لْكٰظِمِيْنَ الْغَيْظَ وَا لْعَا فِيْنَ عَنِ النَّا سِ ۗ وَا للّٰهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِيْنَ 
allaziina yungfiquuna fis-sarrooo-i wadh-dhorrooo-i wal-kaazhimiinal-ghoizho wal-'aafiina 'anin-naas, wallohu yuhibbul-muhsiniin

"(yaitu) orang-orang yang berinfak, baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang lain. Dan Allah mencintai orang yang berbuat kebaikan."
(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 134)

* Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

وَا لَّذِيْنَ اِذَا فَعَلُوْا فَا حِشَةً اَوْ ظَلَمُوْۤا اَنْفُسَهُمْ ذَكَرُوا اللّٰهَ فَا سْتَغْفَرُوْا لِذُنُوْبِهِمْ ۗ وَمَنْ يَّغْفِرُ الذُّنُوْبَ اِلَّا اللّٰهُ ۗ وَلَمْ يُصِرُّوْا عَلٰى مَا فَعَلُوْا وَهُمْ يَعْلَمُوْنَ
wallaziina izaa fa'aluu faahisyatan au zholamuuu angfusahum zakarulloha fastaghfaruu lizunuubihim, wa may yaghfiruz-zunuuba illalloh, wa lam yushirruu 'alaa maa fa'aluu wa hum ya'lamuun

"Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menzalimi diri sendiri, (segera) mengingat Allah, lalu memohon ampunan atas dosa-dosanya, dan siapa (lagi) yang dapat mengampuni dosa-dosa selain Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan dosa itu, sedang mereka mengetahui"
(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 135)


Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

وَلَا تَهِنُوْا وَ لَا تَحْزَنُوْا وَاَ نْتُمُ الْاَ عْلَوْنَ اِنْ كُنْتُمْ مُّؤْمِنِيْنَ
wa laa tahinuu wa laa tahzanuu wa angtumul-a'launa ing kungtum mu-miniin

"Dan janganlah kamu (merasa) lemah, dan jangan (pula) bersedih hati, sebab kamu paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang yang beriman."
(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 139)

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

اِنْ يَّمْسَسْكُمْ قَرْحٌ فَقَدْ مَسَّ الْقَوْمَ قَرْحٌ مِّثْلُهٗ ۗ وَتِلْكَ الْاَ يَّا مُ نُدَاوِلُهَا بَيْنَ النَّا سِ ۚ وَلِيَـعْلَمَ اللّٰهُ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَيَتَّخِذَ مِنْكُمْ شُهَدَآءَ ۗ وَا للّٰهُ لَا يُحِبُّ الظّٰلِمِيْنَ 
iy yamsaskum qor-hung fa qod massal-qouma qor-hum misluh, wa tilkal-ayyaamu nudaawiluhaa bainan-naas, wa liya'lamallohullaziina aamanuu wa yattakhiza mingkum syuhadaaa, wallohu laa yuhibbuzh-zhoolimiin

"Jika kamu (pada Perang Uhud) mendapat luka, maka mereka pun (pada Perang Badar) mendapat luka yang serupa. Dan masa (kejayaan dan kehancuran) itu, Kami pergilirkan di antara manusia (agar mereka mendapat pelajaran), dan agar Allah membedakan orang-orang yang beriman (dengan orang-orang kafir) dan agar sebagian kamu dijadikan-Nya (gugur sebagai) syuhada. Dan Allah tidak menyukai orang-orang zalim."
(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 140)

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

وَلِيُمَحِّصَ اللّٰهُ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَيَمْحَقَ الْكٰفِرِيْنَ
wa liyumahhishollohullaziina aamanuu wa yam-haqol-kaafiriin

"dan agar Allah membersihkan orang-orang yang beriman (dari dosa mereka) dan membinasakan orang-orang kafir."
(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 141)

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

اَمْ حَسِبْتُمْ اَنْ تَدْخُلُوا الْجَـنَّةَ وَلَمَّا يَعْلَمِ اللّٰهُ الَّذِيْنَ جَاهَدُوْا مِنْكُمْ وَيَعْلَمَ الصّٰبِرِيْنَ
am hasibtum ang tadkhulul-jannata wa lammaa ya'lamillaahullaziina jaahaduu mingkum wa ya'lamash-shoobiriin

"Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum nyata bagi Allah orang-orang yang berjihad di antara kamu, dan belum nyata orang-orang yang sabar."
(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 142)

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

وَمَا مُحَمَّدٌ اِلَّا رَسُوْلٌ ۚ قَدْ خَلَتْ مِنْ قَبْلِهِ الرُّسُلُ ۗ اَفَا۟ئِنْ مَّا تَ اَوْ قُتِلَ انْقَلَبْتُمْ عَلٰۤى اَعْقَا بِكُمْ ۗ وَمَنْ يَّنْقَلِبْ عَلٰى عَقِبَيْهِ فَلَنْ يَّضُرَّ اللّٰهَ شَيْــئًا ۗ وَسَيَجْزِى اللّٰهُ الشّٰكِرِيْنَ
wa maa muhammadun illaa rosuul, qod kholat ming qoblihir-rusul, a fa im maata au qutilangqolabtum 'alaaa a'qoobikum, wa may yangqolib 'alaa 'aqibaihi fa lay yadhurrolloha syai-aa, wa sayajzillaahusy-syaakiriin

"Dan Muhammad hanyalah seorang rasul; sebelumnya telah berlalu beberapa rasul. Apakah jika dia wafat atau dibunuh, kamu berbalik ke belakang (murtad)? Barang siapa berbalik ke belakang, maka dia tidak akan merugikan Allah sedikit pun. Allah akan memberi balasan kepada orang yang bersyukur."
(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 144)

* Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

وَمَا كَا نَ لِنَفْسٍ اَنْ تَمُوْتَ اِلَّا بِاِ ذْنِ اللّٰهِ كِتٰبًا مُّؤَجَّلًا ۗ وَ مَنْ يُّرِدْ ثَوَا بَ الدُّنْيَا نُؤْتِهٖ مِنْهَا ۚ وَمَنْ يُّرِدْ ثَوَا بَ الْاٰ خِرَةِ نُؤْتِهٖ مِنْهَا ۗ وَسَنَجْزِى الشّٰكِرِيْنَ
wa maa kaana linafsin ang tamuuta illaa bi-iznillaahi kitaabam mu-ajjalaa, wa may yurid sawaabad-dun-yaa nu-tihii min-haa, wa may yurid sawaabal-aakhiroti nu-tihii min-haa, wa sanajzisy-syaakiriin

"Dan setiap yang bernyawa tidak akan mati kecuali dengan izin Allah, sebagai ketetapan yang telah ditentukan waktunya. Barang siapa menghendaki pahala dunia, niscaya Kami berikan kepadanya pahala (dunia) itu, dan barang siapa menghendaki pahala akhirat, Kami berikan (pula) kepadanya pahala (akhirat) itu, dan Kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur."
(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 145)

* Via Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

وَكَاَ يِّنْ مِّنْ نَّبِيٍّ قٰتَلَ ۙ مَعَهٗ رِبِّيُّوْنَ كَثِيْرٌ ۚ فَمَا وَهَنُوْا لِمَاۤ اَصَا بَهُمْ فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ وَمَا ضَعُفُوْا وَمَا اسْتَكَا نُوْا ۗ وَا للّٰهُ يُحِبُّ الصّٰبِرِيْنَ
wa ka-ayyim min nabiyying qootala ma'ahuu ribbiyyuuna kasiir, fa maa wahanuu limaaa ashoobahum fii sabiilillaahi wa maa dho'ufuu wa mastakaanuu, wallohu yuhibbush-shoobiriin

"Dan betapa banyak nabi yang berperang didampingi sejumlah besar dari pengikut(nya) yang bertakwa. Mereka tidak (menjadi) lemah karena bencana yang menimpanya di jalan Allah, tidak patah semangat dan tidak (pula) menyerah (kepada musuh). Dan Allah mencintai orang-orang yang sabar."
(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 146)

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَا تَكُوْنُوْا كَا لَّذِيْنَ كَفَرُوْا وَقَا لُوْا لِاِ خْوَا نِهِمْ اِذَا ضَرَبُوْا فِى الْاَ رْضِ اَوْ كَا نُوْا غُزًّى لَّوْ كَا نُوْا عِنْدَنَا مَا مَا تُوْا وَمَا قُتِلُوْا ۚ لِيَجْعَلَ اللّٰهُ ذٰلِكَ حَسْرَةً فِيْ قُلُوْبِهِمْ ۗ وَا للّٰهُ يُحْيٖ وَيُمِيْتُ ۗ وَ اللّٰهُ بِمَا تَعْمَلُوْنَ بَصِيْرٌ
yaaa ayyuhallaziina aamanuu laa takuunuu kallaziina kafaruu wa qooluu li-ikhwaanihim izaa dhorobuu fil-ardhi au kaanuu ghuzzal lau kaanuu 'ingdanaa maa maatuu wa maa qutiluu, liyaj'alallohu zaalika hasrotang fii quluubihim, wallohu yuhyii wa yumiit, wallohu bimaa ta'maluuna bashiir

"Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu seperti orang-orang kafir yang mengatakan kepada saudara-saudaranya apabila mereka mengadakan perjalanan di bumi atau berperang, "Sekiranya mereka tetap bersama kita, tentulah mereka tidak mati dan tidak terbunuh." (Dengan perkataan) yang demikian itu, karena Allah hendak menimbulkan rasa penyesalan di hati mereka. Allah menghidupkan dan mematikan, dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan."
(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 156)

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

فَبِمَا رَحْمَةٍ مِّنَ اللّٰهِ لِنْتَ لَهُمْ ۚ وَلَوْ كُنْتَ فَظًّا غَلِيْظَ الْقَلْبِ لَا نْفَضُّوْا مِنْ حَوْلِكَ ۖ فَا عْفُ عَنْهُمْ وَا سْتَغْفِرْ لَهُمْ وَشَاوِرْهُمْ فِى الْاَ مْرِ ۚ فَاِ ذَا عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ عَلَى اللّٰهِ ۗ اِنَّ اللّٰهَ يُحِبُّ الْمُتَوَكِّلِيْنَ
fa bimaa rohmatim minallohi lingta lahum, walau kungta fazhzhon gholiizhol-qolbi langfadhdhuu min haulika fa'fu 'an-hum wastaghfir lahum wa syaawir-hum fil-amr, fa izaa 'azamta fa tawakkal 'alalloh, innalloha yuhibbul-mutawakkiliin

"Maka berkat rahmat Allah engkau (Muhammad) berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras dan berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekitarmu. Karena itu maafkanlah mereka dan mohonkanlah ampun untuk mereka, dan bermusyawaralah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian, apabila engkau telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sungguh, Allah mencintai orang yang bertawakal."
(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 159)

* Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

اِنْ يَّنْصُرْكُمُ اللّٰهُ فَلَا غَا لِبَ لَـكُمْ ۚ وَاِ نْ يَّخْذُلْكُمْ فَمَنْ ذَا الَّذِيْ يَنْصُرُكُمْ مِّنْۢ بَعْدِهٖ ۗ وَعَلَى اللّٰهِ فَلْيَتَوَكَّلِ الْمُؤْمِنُوْنَ
iy yangshurkumullohu fa laa ghooliba lakum, wa iy yakhzulkum fa mang zallazii yangshurukum mim ba'dih, wa 'alallohi falyatawakkalil-mu-minuun

"Jika Allah menolong kamu, maka tidak ada yang dapat mengalahkan kamu, tetapi jika Allah membiarkan kamu (tidak memberi pertolongan), maka siapa yang dapat menolongmu setelah itu? Karena itu, hendaklah kepada Allah saja orang-orang beriman bertawakal."
(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 160)

* Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

وَمَا كَا نَ لِنَبِيٍّ اَنْ يَّغُلَّ ۗ وَمَنْ يَّغْلُلْ يَأْتِ بِمَا غَلَّ يَوْمَ الْقِيٰمَةِ ۚ ثُمَّ تُوَفّٰى كُلُّ نَفْسٍ مَّا كَسَبَتْ وَهُمْ لَا يُظْلَمُوْنَ
wa maa kaana linabiyyin ay yaghull, wa may yaghlul ya-ti bimaa gholla yaumal-qiyaamah, summa tuwaffaa kullu nafsim maa kasabat wa hum laa yuzhlamuun

"Dan tidak mungkin seorang nabi berkhianat (dalam urusan harta rampasan perang). Barangsiapa berkhianat, niscaya pada hari Kiamat dia akan datang membawa apa yang dikhianatkannya itu. Kemudian setiap orang akan diberi balasan yang sempurna sesuai dengan apa yang dilakukannya dan mereka tidak dizalimi."
(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 161)

*Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

اَوَلَمَّاۤ اَصَا بَتْكُمْ مُّصِيْبَةٌ قَدْ اَصَبْتُمْ مِّثْلَيْهَا ۙ قُلْتُمْ اَنّٰى هٰذَا ۗ قُلْ هُوَ مِنْ عِنْدِ اَنْفُسِكُمْ ۗ اِنَّ اللّٰهَ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ
a wa lammaaa ashoobatkum mushiibatung qod ashobtum mislaihaa qultum annaa haazaa, qul huwa min 'ingdi angfusikum, innalloha 'alaa kulli syai-ing qodiir

"Dan mengapa kamu (heran) ketika ditimpa musibah (kekalahan pada Perang Uhud), padahal kamu telah menimpakan musibah dua kali lipat (kepada musuh-musuhmu pada Perang Badar) kamu berkata, "Dari mana datangnya (kekalahan) ini?" Katakanlah, "Itu dari (kesalahan) dirimu sendiri." Sungguh, Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu."
(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 165)

* Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

وَمَاۤ اَصَا بَكُمْ يَوْمَ الْتَقَى الْجَمْعٰنِ فَبِاِ ذْنِ اللّٰهِ وَلِيَعْلَمَ الْمُؤْمِنِيْنَ 
wa maaa ashoobakum yaumaltaqol-jam'aani fa bi-iznillaahi wa liya'lamal-mu-miniin

"Dan apa yang menimpa kamu ketika terjadi pertemuan (pertempuran) antara dua pasukan itu adalah dengan izin Allah, dan agar Allah menguji siapa orang (yang benar-benar) beriman,"
(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 166)

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

اَلَّذِيْنَ قَا لُوْا لِاِ خْوَا نِهِمْ وَقَعَدُوْا لَوْ اَطَا عُوْنَا مَا قُتِلُوْا ۗ قُلْ فَا دْرَءُوْا عَنْ اَنْفُسِكُمُ الْمَوْتَ اِنْ كُنْتُمْ صٰدِقِيْنَ
allaziina qooluu li-ikhwaanihim wa qo'aduu lau athoo'uunaa maa qutiluu, qul fadro-uu 'an angfusikumul-mauta ing kungtum shoodiqiin

"(Mereka itu adalah) orang-orang yang berkata kepada saudara-saudaranya dan mereka tidak turut pergi berperang, "Sekiranya mereka mengikuti kita, tentulah mereka tidak terbunuh." Katakanlah, "Cegahlah kematian itu dari dirimu, jika kamu orang yang benar.""
(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 168)
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

وَلَا تَحْسَبَنَّ الَّذِيْنَ قُتِلُوْا فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ اَمْوَا تًا ۗ بَلْ اَحْيَآءٌ عِنْدَ رَبِّهِمْ يُرْزَقُوْنَ 
wa laa tahsabannallaziina qutiluu fii sabiilillaahi amwaataa, bal ahyaaa-un 'ingda robbihim yurzaquun

"Dan jangan sekali-kali kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati; sebenarnya mereka itu hidup, di sisi Tuhannya mendapat rezeki,"
(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 169)

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

فَرِحِيْنَ بِمَاۤ اٰتٰٮهُمُ اللّٰهُ مِنْ فَضْلِهٖ ۙ وَيَسْتَبْشِرُوْنَ بِا لَّذِيْنَ لَمْ يَلْحَقُوْا بِهِمْ مِّنْ خَلْفِهِمْ ۙ اَ لَّا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُوْنَ 
farihiina bimaaa aataahumullohu ming fadhlihii wa yastabsyiruuna billaziina lam yal-haquu bihim min kholfihim allaa khoufun 'alaihim wa laa hum yahzanuun

"mereka bergembira dengan karunia yang diberikan Allah kepadanya, dan bergirang hati terhadap orang yang masih tinggal di belakang yang belum menyusul mereka, bahwa tidak ada rasa takut pada mereka dan mereka tidak bersedih hati."
(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 170)

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

اَلَّذِيْنَ قَا لَ لَهُمُ النَّا سُ اِنَّ النَّا سَ قَدْ جَمَعُوْا لَـكُمْ فَا خْشَوْهُمْ فَزَا دَهُمْ اِيْمَا نًا ۖ وَّقَا لُوْا حَسْبُنَا اللّٰهُ وَنِعْمَ الْوَكِيْلُ
allaziina qoola lahumun-naasu innan-naasa qod jama'uu lakum fakhsyauhum fa zaadahum iimaanaw wa qooluu hasbunallohu wa ni'mal-wakiil

"(Yaitu) orang-orang (yang menaati Allah dan Rasul) yang ketika ada orang-orang mengatakan kepadanya, "Orang-orang (Quraisy) telah mengumpulkan pasukan untuk menyerang kamu, karena itu takutlah kepada mereka," ternyata (ucapan) itu menambah (kuat) iman mereka dan mereka menjawab, "Cukuplah Allah (menjadi penolong) bagi kami dan Dia sebaik-baik pelindung.""
(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 173)

* Via Al-Qur'an Indonesia https://quranformobile.com/get/id