Jumat, 03 April 2020

hobit penarik pedati

Engkau yang tergopoh kepayahan
Mempertahankan keduniaan
Segala cara kau lakukan
Agar tak kehilangan

Bagaimana aku perduli
Kalian hanya orang kecil
Penarik pedati

Ketika luka 
dan kecemasan
Melandamu 
Kuhembus angin surgaku

Bekerjasama dengan 
penyihir tak mengapa
Mata menyulapnya
Dukun segala bisa

Meniup niup lukamu
Nyanyikan lagu kimigayo 
Jepang cahaya asia
Ayuh romusha tarik pedatimu

Jangan sampai kau tau
Bila kukembali pada koloniku
Kami tak perduli padamu
Ratusan..seribu..dua ribu
jutaan nyawa mati
Adalah nasibmu

Ooi kaum hobit
Wahai orang kecil 
Kau kira kami perduli
Kami hanya meniup 
Langit langit

Agar tak mengamuk jutaan kalian
Tetap merasa ambil bagian
Tak merasa dipermainkan
Saling membutuhkan

Jangankan hukum manusia
Hukum Tuhan saja kami langgar

Memangnya kami perduli padamu
Asal bangkaimu tak masuk 
Kehidung sarapan pagiku

Its okelah
Memang itu harga yang harus kau bayar
Atas usaha yang kami lakukan

(Inspired by lord of the ring movie)



Hati yang Lemah

Hatiku ini lemah Tuhan
Tak ada yang lebih berat 
daripada kesabaran

Tanpa perlindunganmu
Hancurlah aku
Terkadang tak kuasa
Mengalah pada amarah

Terkadang tinggi tuntutan jiwa
Membuat hidupku tak ada harga

Ragaku lelah Tuhan
Dan tak akan pernah puas
Sebelum tanah termakan

Keluhan yang kubawa 
Mengeluh tak pernah alpa
Kesalahan kulakukan jua
sungguh Mahluk yang lupa

Sungguh tanpa kasih sayangmu
Hancur aku

Kamis, 26 Maret 2020

penyemir sepatu

Berjalanlah menyusuri paritan
Seperti gembel mengumpulkan kehidupan
Dunia ini mengawasimu 
untuk hisabnya kelak

Jadilah orang rendahan 
berkubang dalam kehidupan
Penyemir sepatu yang menundukan
Kepalanya untuk kelembutan

Keras dengan dirimu
Karena keras sekali hatimu
Yang bisa tiba tiba membatu
Haus puji rasa tinggi

Emosi adalah kekalahan
Bocah picis amatiran
Menepilah hadapilah
Dengan kesabaran

Betapa banyak kehancuran
Yang kau ciptakan
Dan setan kegirangan
Manakala kau biarkan 
Emosi berkelanjutan

Senin, 23 Maret 2020

yang tak terlihat

Kau tak terlihat mata
Menjelma dalam berita berita
Wabah meraja lela
Dari wuhan kota di china

Tak kusangka kau sampai disini juga
Menebarkan teror yang diakui dunia
Kabah menjadi sepi berjamaah dihindari
Kepanikan perlahan namun pasti

Harga masker meroket tinggi
hand sanitizer dicari cari
Ada yang tak perduli
Mati kuasa illahi 
Syahid di mesjid lebih berarti

Padahal kita harus ber isolasi
14 hari seperti mimpi
Kerja diliburkan kantor sepi
Bekerja dirumah, ramai jauhi 

bagitu Tuhan dengan mudahnya
Memporak porandakan dunia
Tekhnologi nuklir tak ada guna
Semua larut dalam histeria paranoia

Akankah ini akhir zaman
Sebuah kenyataan yang tak ingin 
aku ada didalamnya

Memang kita umat akhir zaman
Walau sudah 44 kali 
kaabah pernah diisolasi
Tapi tetap kita berada di akhir zaman

Melihat kenyataan yang ada
Begitu rapuhnya manusia
Tuhan ciptakan mahluk nanometernya
Tak ada yang bisa mencegahnya




kotak itu di genggamanmu

Dan waktumu berlalu
Tak terasa begitu cepat
Di kotak itu di genggamanmu

Kumelihat dunia dari genggaman
Kata2 menjadi ketuk ketukan 
Menjadi keseharian kebiasaan

Dan waktupun berlalu
Kau tak begitu memberi manfaat bagiku
Hanya membunuh waktu
Menyampahi hariku

Engkau yang ada di genggamanku
Selalu kutatap sebelum lelap 
Dan saat terbangun

Kau mengubah segalanya
Sepele diremehkan 
Namun akhirnya menjadi budaya

Rabu, 18 Maret 2020

Bijak Berpijak kembali

Melawan was wis..
bisikan setan 
yg tiap hari tanpa henti 
membisiki kalbu
Bernegoisasi

Membuat garis jelas pembeda
Antara Khalik dan Mahluk
Dengan Sholat..
Menyembah adalah Mahluk 
Jelas sekali di FirmanMu

Mewanti diri dari jumawa 
Bahwasanya sifat itu IBLIS pemiliknya
Yang membuatnya terusir dari surga
Tidak ingin taat pada yang maha kuasa
Karena tak mau bersujud pada Manusia 

Itu nasihat utama 
setelah sebelumnya
Kita membahas
kesabaran dan keikhlasan

Sabtu, 07 Maret 2020

Nilaimu

Seorang santri sedang membersihkan aquarium Kyainya, ia memandang ikan arwana agak kebiruan dengan takjub..
Tak sadar Kyainya sudah berada di belakangnya.. "Kamu tahu berapa harga ikan itu?". Tanya sang Kyai..
.
"Tidak tahu". Jawab si Santri..
.
"Coba tawarkan kepada tetangga sebelah!!". Perintah sang Kyai.
.
Ia memfoto ikan itu dan menawarkan ke tetangga..
Kemudian kembali menghadap sang Kyai. .
"Ditawar berapa nak?" tanya sang Kyai. .
"50.000 Rupiah Kyai". Jawab si Santri mantap..
.
"Coba tawarkan ke toko ikan hias!!". Perintah sang Kyai lagi..
.
"Baiklah Kyai". Jawab si santri. Kemudian ia beranjak ke toko ikan hias..
.
"Berapa ia menawar ikan itu?". Tanya sang kyai..
.
"800.000 Rupiah Kyai". Jawab si santri dengan gembira, ia mengira sang Kyai akan melepas ikan itu..
.
"Sekarang coba tawarkan ke Si Fulan, bawa ini sebagai bukti bahwa ikan itu sudah pernah ikut lomba". Perintah sang Kyai lagi..
.
"Baik Kyai". Jawab si Santri. Kemudian ia pergi menemui si Fulan yang dikatakan gurunya. Setelah selesai, ia pulang menghadap sang guru.
.
"Berapa ia menawar ikannya?".
.
"50 juta Rupiah Kyai".
.
Ia terkejut sendiri menyaksikan harga satu ikan  yang bisa berbed-beda..
.
"Nak, aku sedang mengajarkan kepadamu bahwa kamu hanya akan dihargai dengan benar ketika kamu berada di lingkungan yang tepat..". Kita semua adalah orang biasa dalam pandangan orang-orang yang tidak mengenal kita.

وَكُلُّنَا اَشْخَاصٌ رَائِعُوْنَ فِى نَظْرِ مَنْ يَفْهَمُنَا
Kita adalah orang yang menarik di mata orang yang memahami kita.
وَكُلُّنَا اَشْخَاصٌ مُمَيِّزُوْنَ فِى نَظْرِ مَنْ يُحِبُّنَا
Kita istimewa dalam penglihatan orang-orang yang mencintai kita.

وَكُلُّنَا اَشْخَاصٌ مَغْرُوْرُوْنَ فِى نَظْرِ مَنْ يَحْسُدُنَا
Kita adalah pribadi yang menjengkelkan bagi orang yang penuh kedengkian terhadap kita.

وَكُلُّنَا اَشْخَاصٌ سَيِّئُوْنَ فِى نَظْرِ مَنْ يَحْقِدُ عَلَيْنَا
Kita adalah orang-orang jahat di dalam tatapan orang-orang yang iri akan kita.

لِكُلِّ شَخْصٍ نَظْرَتُهُ، فَلاَ تَتْعَبْ نَفْسَكَ لِتُحْسِنَ عِنْدَ الآخَرِيْنَ
Pada akhirnya, setiap orang memiliki pandangannya masing masing, maka tak usah berlelah-lelah agar tampak baik...

Tapi berusahalah terus melakukan kebaikan dan menjalankan apapun dengan keikhlasan...

Semoga bermanfaat😊