Selasa, 15 Oktober 2024

syariat kesanggupan kepasrahan

masih terkait masthato'tum 
yang berarti kesanggupan
maka Tuhan tidak akan mengubah
nasib suatu kaum bila kaum itu
tidak merubah diri mereka sendiri
(surat ar rad)

kesanggupan untuk berusaha
adalah syarat dan ketentuan
lalu diperjelas dengan 
kisah kisah terdahulu

siti hajar yang berlarian
dari 1 bukit ke bukit yang lain
sampai dia lelah dan pasrah
maka keluarlah air dari kaki bayinya

kisah nabi musa yang berlari
namun terpentok oleh lautan 
sudah dirasa tak ada jalan keluar
namun ternyata lautpun bisa dibelah
melalui syariat tongkatnya

siti maryam yang kelelahan
melahirkan bayi sendirian
sampai dititik kepasrahan
lalu ada syariat ada usaha
untuk mengoyangkan pohon kurma
maka keluarlah mata air 
dan kurma sebagai makanan
yang menghilangkan kepayahannya
dan memperteguh hatinya

semuanya ada usaha yang keras
ikhtiar memanfaatkan yang ada
lalu pasrah tak berdaya berdoa
dan Tuhan akan mengabulkannya

MASTATHO'TUM


فَاتَّقُوا اللَّهَ مَا اسْتَطَعْتُمْ

Maka bertakwalah kamu kepada Allah menurut kesanggupanmu  … (QS. At Taghabun: 16)

وَأَعِدُّوا لَهُمْ مَا اسْتَطَعْتُمْ مِنْ قُوَّةٍ

Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi  … (QS. Al-Anfal: 60)


Pada tahun 1980-an, tersebutlah seorang ulama terkemuka yang juga merupakan tokoh pergerakan Islam  bernama  Abdullah Al Azzam yang tinggal di Jenin, Yordania. Beliau seorang syekh teladan dan panutan, dihormati lagi disegani oleh para muridnya.

Pada suatu saat beliau ditanya oleh muridnya,
“Ya syekh, apa yang dimaksud dengan mastatho’tum?"

Sang Syekh pun membawa muridnya ke sebuah lapangan, meminta semuanya muridnya berlari sekuat tenaga mengelilingi lapangan semampu mereka. Titik dan waktu keberangkatan sama, akan tetapi waktu akhir dan jumlah putaran setiap murid akan berbeda. 

Satu putaran masih belum terasa,  putaran kedua berkurang tenaga, dan mulai berguguran di putaran ketiga hingga tersisa beberapa orang saja. Akhirnya satu persatu merasa lelah dan menyerah. Mereka semua pun menepi ke pinggir lapangan, kelelahan. Mereka sudah berusaha sekuat tenaga, semampu mereka.

Setelah semua muridnya menyerah, Sang Syekh pun tak mau kalah. Beliau berlari mengelilingi lapangan hingga membuat semua muridnya keheranan. Semua murid kaget dan tidak tega melihat gurunya yang sudah tua itu kepayahan. 

Satu putaran masih berseri seri. Dua putaran mulai pucat pasi. Tiga putaran mulai kehilangan kendali. Menuju putaran yang keempat Sang Syekh makin tampak kelelahan, raut mukanya memerah, keringat bertetesan, nafas tersengal-sengal tidak beraturan, tapi tetap berusaha. Beliau terus berlari sekuat tenaga, dari cepat, melambat, melambat lagi, hingga kemudian beliau pun terhuyung tanpa  penyangga. Energinya terkuras habis tak tersisa. Beliau jatuh pingsan, tak sadarkan diri.

Setelah beliau siuman dan terbangun, muridnya bertanya,
“Syekh, apa yang hendak engkau ajarkan kepada kami?”
“Muridku, Inilah yang dinamakan titik mastatho’tum! Titik di mana saat kita berusaha semaksimal tenaga sampai Allah sendiri yang menghentikan perjuangan kita”, jawab Sang Syekh dengan mantap. 

********************************************

Berjuanglah di jalan Allah tanpa kenal lelah sampai Allah menghentikan langkah kita.

#renungan
#renunganislami
#tafakur
#motivasi
#muhasabah
#santri
#santrikeren
#mujahid
#mujahidmuda
#pesantren
#pesantrensalaf
#pesantrenpagelaran3
#pesantrenmodern
#boardingschool
#islamicboardingschool

(sumber : fb pesantren pagelaran subang 3)https://www.facebook.com/pesantrenpagelaran3/photos/a.686369824805480/1829408510501600/?type=3&app=fbl



Rabu, 09 Oktober 2024

Kebebasan mu

maka ringanlah beban itu
ketika tidak ada rasa aku mu
pada mereka yang kau mau
yang kau harap mencintaimu

tiada lagi harapan 
melainkan Tuhan
tiada lagi api berkobaran
melainkan rasa di ikhlaskan

ketika semua itu lepas
maka kau menjadi bebas
maka hilanglah bebanmu
terangkatlah deritamu

Jumat, 27 September 2024

catetan terjaga 27 sep 24

terbangun di tengah malam 
jam 12an
karena si kecil tidurnya nakal
tidurpun sampai bermimpi
impuls otak buat cerita sendiri
mimpi itu batas antara bangun dan tidur
maka terjaga kembali
hal yang sudah lama tak kutemui
biasanya aku tidur nyenyak
membuka hp nostalgia ke masa lalu
dengan lagu lagu romeo band
wow sekali selera musikku
bocah belasan tahun 
di cekoki musik klasik
malam ini aku merasa tua sekali
terpikir ingin berhenti eksis menyanyi
di dunia medsos ini 
mau tau diri tak muda lagi
aku kembali menemukan kehampaan
kekosongan waktu begitu cepat melaju
band idolaku mulai menua begitupun aku
yang dulu bocah kebingungan
saat keributan di keluarga
sekarang sudah bapak anak dua
ah terasa lama sudah hidup di dunia ini
terasa tiada lagi yang kucari
terasa waktu mementahkan
masalah masa lalu
seperti hari ini akan jadi 
sepuluh tahun lalu 
aku seperti sedang naik kapal
ditengah lautan malam
kapal ini melaju kencang
jelas sekali malam ini
begitu cepatnya sang waktu

Kamis, 19 September 2024

semua kan berlalu namun jejaknya abadi

Semua ini ada akhirnya
tiada cerita yang selamanya
perubahan adalah keniscayaan
scene demi scene kesementaraan

hal terbaik yang bisa dilakukan
menjalani dengan keridhoan
adalah terima dan menikmatinya
segala luka atau suka cita

bila kau sedang susah saat ini
ini semua akan berlalu pasti berganti
bila kau sedang senang saat ini
ini semua tiada yang abadi

agar tidak berkubangan
dalam keterpurukan
agar tidak terbalutkan
oleh pakaian keputus asaan

namun hidup kita 
hanya meninggalkan
kenangan dan cerita
jejak berkepanjangan

segalanya sementara
namun monumen ini 
terpahat ada jejaknya
terukir selamanya



Selasa, 17 September 2024

Aku Menderita

Si aku yang masih ada
si aku yang menderita
dimana Aku ada
disitu ada derita

fans idola menempel padaku
gelar jabatan adalah aku
karya & kata menjadi aku
berkembang biak beribu ribu

ribuan duri diresapi
pikiran melintas ribut sekali
perbuatanku membela diri
menuntut balas tiada bertepi

lautan derita direnangi
drama monolog busuk hati
berharap lawan mati
tapi racun ku minumi

aku yang menciptakan derita
tapi si aku mengarahkan jarinya
aku yang masih ada 
membuat derita tiada akhirnya


Jumat, 13 September 2024

rotten apple

yang begitu megah nan begitu mewah
kulitnya saja
yang begitu indah yang begitu halus
tapi busuk

suaramu terdengar diruangmu saja
echo chamber
hidungmu mengembang 
si pangeran tampan
haus pujian

ooh di circlemu saja
huuu di gua mu saja
ooh apel yang mahalan
berlubang di dalam