Jumat, 01 November 2024

iman sabar syukur ikhlas ridho

sabar dan syukur 
menjadi sayapmu
kepalamu adalah iman
dan hatimu adalah ikhlas 
dengan itu kau terbang
menuju rumahmu
bernama ridho Tuhan

iman;
iman si kepala  pusat segalanya
ilmu makanannya 
untuk mengenal dunia 
kau harus mengenalNya 
ini bekal yang utama
mencari ilmu agama 
adalah syarat yang utama
tanpa iman segala menjadi sia sia

sabar ;
perihal kesabaran
seperti pasien yang
sedang perawatan
terima saja dulu
itu obat, jangan berontak
jangan mengeluh

seperti apapun keadaanmu
kau bersyukur,
mensyukuri bahwasanya
hidup ini adalah pemberian
masih banyak saudara saudara kita
yang lebih menderita 
terlunta lunta di dunia

bersyukur masih diberi kesempatan hidup
bersyukur saat maksiat nyawa tak direnggut
bersyukur terlahir lisan berdzikir, 
berdoa bershalawat
bersyukur masih digerakan hati
untuk beramal beribadah pada illahi

setiap hari adalah kado
kesempatan lagi untuk mengulang
memperbaiki kesalahan yang kemarin
maka syukurilah rahmat & berkah Tuhan 
masih memberimu kesempatan hari ini

maka ikhlas adalah surga dunia
yang dilakukan semata mencari ridhonya
bukan mengharap sanjungan pengakuan manusia 
berharap pada selainnya hanya akan melelahkan jiwa menciptakan kehausan tiada tara

On The Way

untukmu yang sedang dalam perjalanan
perjalanan ini panjang namun relatif juga
bila mundur ke sepuluh tahun yang lalu
waktu seperti sekejap saja

bagaimana dulu kita menyelesaikan persoalan
bukan karena kita hebat 
namun semua berlalu 
waktu membawa semua
yang tersisa disini hanya jejak kenangan
kepahitan atau kenangan dirindukan 

maka begitupun saat ini 
sesulit apapun keadaanmu 
bertahanlah berjuanglah dengan kebaikan
lalu pasrahkan ingatlah semua akan berlalu
tiada kesedihan selamanya 
kesenangan hanya sementara

lihat dahulu hal hal sulit
yang mustahil bisa kau lewati
namun kau sudah melewatinya
begitupun saat ini

karena Dia yang Qayyum
maha mengurus mahluknya
kita manusia mereka reka
merasa bisa mengendalikan semua
merasa semua harus sesuai keinginan kita

jadi karena ini sementara
maka janganlah over drama
akan banyak yang terluka
menjadi kenangan buruk selamanya

karena ini sementara
maka tak perlu putus asa
jalani saja terima saja
kita hidup hanya menyaksikan
siapa kita dalam kehidupan
setiap kejadian hanya menunjukan
seperti apa karakter & kesabaran
bila tanpa ujian kau tidak akan tau
siapa sebenarnya dirimu

bisa saja di dalam tulisan
kau merasa pangeran kebenaran
namun saat menjalani ujian
kau menjadi raja keluhan
penuh maki dan kemarahan

kejadian sudah dituliskan
bukankah hidup untuk ridho Tuhan
itulah tujuan kebahagiaan
surga itu hati yang rela penuh kemaaafan

Minggu, 27 Oktober 2024

syukur lagi

sebenarnya tiada alasan bagiku
untuk tidak bersyukur
justru sangat aneh jika aku
berwajah sungut bermandi lumpur

hari ini syukur besok syukur
setiap hari syukur selamanya syukur
mensyukuri hidup adalah pemberian
apapun rupanya kado dari Tuhan

hanya syukur yang bisa kita lakukan
insyaAllah kelak berkawan kesabaran
syukur alasan datang kebahagiaan
kufur adalah jalan menuju kesempitan

Jumat, 18 Oktober 2024

Ikhlas

jasad tak membusuk
ruh menghidupinya
hidup menjadi mahluk
ilmu membimbingnya

ilmu menjadi hampa
tanpa amalan yang nyata
Amalan tak berharga
jika tiada ikhlas di dalamnya

(imam syafii = ikhlas = beramal karena Allah)

ikhlas menyelamatkanmu dari luka
karena apapun yang kau lakukan 
semata hanya mengharap ridhoNya
bukan pengakuan / penghargaan Manusia

neraka hati

maka nerakalah rumahmu
amarah menderu deru
bermandikan kesedihan
berpakaian kebencian

maka rusaklah harimu
tiada kerelaan tiada keikhlasan
langit menjadi kelabu
misi setan terselesaikan

maafkanlah ridhoilah
hanya itu obatnya
ikhlas pasrah berserah
segala adalah izin Nya

segala kejadian adalah ujian
agar engkau menyaksikan
seperti inilah dirimu seburuk itu
menghendaki perbaikan bagimu


Selasa, 15 Oktober 2024

syariat kesanggupan kepasrahan

masih terkait masthato'tum 
yang berarti kesanggupan
maka Tuhan tidak akan mengubah
nasib suatu kaum bila kaum itu
tidak merubah diri mereka sendiri
(surat ar rad)

kesanggupan untuk berusaha
adalah syarat dan ketentuan
lalu diperjelas dengan 
kisah kisah terdahulu

siti hajar yang berlarian
dari 1 bukit ke bukit yang lain
sampai dia lelah dan pasrah
maka keluarlah air dari kaki bayinya

kisah nabi musa yang berlari
namun terpentok oleh lautan 
sudah dirasa tak ada jalan keluar
namun ternyata lautpun bisa dibelah
melalui syariat tongkatnya

siti maryam yang kelelahan
melahirkan bayi sendirian
sampai dititik kepasrahan
lalu ada syariat ada usaha
untuk mengoyangkan pohon kurma
maka keluarlah mata air 
dan kurma sebagai makanan
yang menghilangkan kepayahannya
dan memperteguh hatinya

semuanya ada usaha yang keras
ikhtiar memanfaatkan yang ada
lalu pasrah tak berdaya berdoa
dan Tuhan akan mengabulkannya

MASTATHO'TUM


فَاتَّقُوا اللَّهَ مَا اسْتَطَعْتُمْ

Maka bertakwalah kamu kepada Allah menurut kesanggupanmu  … (QS. At Taghabun: 16)

وَأَعِدُّوا لَهُمْ مَا اسْتَطَعْتُمْ مِنْ قُوَّةٍ

Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi  … (QS. Al-Anfal: 60)


Pada tahun 1980-an, tersebutlah seorang ulama terkemuka yang juga merupakan tokoh pergerakan Islam  bernama  Abdullah Al Azzam yang tinggal di Jenin, Yordania. Beliau seorang syekh teladan dan panutan, dihormati lagi disegani oleh para muridnya.

Pada suatu saat beliau ditanya oleh muridnya,
“Ya syekh, apa yang dimaksud dengan mastatho’tum?"

Sang Syekh pun membawa muridnya ke sebuah lapangan, meminta semuanya muridnya berlari sekuat tenaga mengelilingi lapangan semampu mereka. Titik dan waktu keberangkatan sama, akan tetapi waktu akhir dan jumlah putaran setiap murid akan berbeda. 

Satu putaran masih belum terasa,  putaran kedua berkurang tenaga, dan mulai berguguran di putaran ketiga hingga tersisa beberapa orang saja. Akhirnya satu persatu merasa lelah dan menyerah. Mereka semua pun menepi ke pinggir lapangan, kelelahan. Mereka sudah berusaha sekuat tenaga, semampu mereka.

Setelah semua muridnya menyerah, Sang Syekh pun tak mau kalah. Beliau berlari mengelilingi lapangan hingga membuat semua muridnya keheranan. Semua murid kaget dan tidak tega melihat gurunya yang sudah tua itu kepayahan. 

Satu putaran masih berseri seri. Dua putaran mulai pucat pasi. Tiga putaran mulai kehilangan kendali. Menuju putaran yang keempat Sang Syekh makin tampak kelelahan, raut mukanya memerah, keringat bertetesan, nafas tersengal-sengal tidak beraturan, tapi tetap berusaha. Beliau terus berlari sekuat tenaga, dari cepat, melambat, melambat lagi, hingga kemudian beliau pun terhuyung tanpa  penyangga. Energinya terkuras habis tak tersisa. Beliau jatuh pingsan, tak sadarkan diri.

Setelah beliau siuman dan terbangun, muridnya bertanya,
“Syekh, apa yang hendak engkau ajarkan kepada kami?”
“Muridku, Inilah yang dinamakan titik mastatho’tum! Titik di mana saat kita berusaha semaksimal tenaga sampai Allah sendiri yang menghentikan perjuangan kita”, jawab Sang Syekh dengan mantap. 

********************************************

Berjuanglah di jalan Allah tanpa kenal lelah sampai Allah menghentikan langkah kita.

#renungan
#renunganislami
#tafakur
#motivasi
#muhasabah
#santri
#santrikeren
#mujahid
#mujahidmuda
#pesantren
#pesantrensalaf
#pesantrenpagelaran3
#pesantrenmodern
#boardingschool
#islamicboardingschool

(sumber : fb pesantren pagelaran subang 3)https://www.facebook.com/pesantrenpagelaran3/photos/a.686369824805480/1829408510501600/?type=3&app=fbl