Selasa, 26 November 2024

Al A'Raf 163 - 165

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

وَسْــئَلْهُمْ عَنِ الْـقَرْيَةِ الَّتِيْ كَا نَتْ حَا ضِرَةَ الْبَحْرِ ۘ اِذْ يَعْدُوْنَ فِى السَّبْتِ اِذْ تَأْتِيْهِمْ حِيْتَا نُهُمْ يَوْمَ سَبْتِهِمْ شُرَّعًا وَّيَوْمَ لَا يَسْبِتُوْنَ ۙ لَا تَأْتِيْهِمْ  ۛ  كَذٰلِكَ  ۛ  نَبْلُوْهُمْ بِمَا كَا نُوْا يَفْسُقُوْنَ
was-al-hum 'anil-qoryatillatii kaanat haadhirotal-bahr, iz ya'duuna fis-sabti iz ta-tiihim hiitaanuhum yauma sabtihim syurro'aw wa yauma laa yasbituuna laa ta-tiihim, kazaalika nabluuhum bimaa kaanuu yafsuquun

"Dan tanyakanlah kepada Bani Israil tentang negeri yang terletak di dekat laut ketika mereka melanggar aturan pada hari Sabat, (yaitu) ketika datang kepada mereka ikan-ikan (yang berada di sekitar) mereka terapung-apung di permukaan air, padahal pada hari-hari yang bukan Sabat ikan-ikan itu tidak datang kepada mereka. Demikianlah Kami menguji mereka disebabkan mereka berlaku fasik."
(QS. Al-A'raf 7: Ayat 163)

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

وَاِ ذْ قَا لَتْ اُمَّةٌ مِّنْهُمْ لِمَ تَعِظُوْنَ قَوْمًا ۙ ٱلـلّٰهُ مُهْلِكُهُمْ اَوْ مُعَذِّبُهُمْ عَذَا بًا شَدِيْدًا ۗ قَا لُوْا مَعْذِرَةً اِلٰى رَبِّكُمْ وَلَعَلَّهُمْ يَتَّقُوْنَ
wa iz qoolat ummatum min-hum lima ta'izhuuna qoumanillaahu muhlikuhum au mu'azzibuhum 'azaabang syadiidaa, qooluu ma'zirotan ilaa robbikum wa la'allahum yattaquun

"Dan (ingatlah) ketika suatu umat di antara mereka berkata, "Mengapa kamu menasihati kaum yang akan dibinasakan atau diazab Allah dengan azab yang sangat keras?" Mereka menjawab, "Agar kami mempunyai alasan (lepas tanggung jawab) kepada Tuhanmu, dan agar mereka bertakwa.""
(QS. Al-A'raf 7: Ayat 164)


Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

فَلَمَّا نَسُوْا مَا ذُكِّرُوْا بِهٖۤ اَنْجَيْنَا الَّذِيْنَ يَنْهَوْنَ عَنِ السُّوْٓءِ وَاَ خَذْنَا الَّذِيْنَ ظَلَمُوْا بِعَذَا بٍۢ بَـئِيْسٍ بِۢمَا كَا نُوْا يَفْسُقُوْنَ
fa lammaa nasuu maa zukkiruu bihiii angjainallaziina yan-hauna 'anis-suuu-i wa akhoznallaziina zholamuu bi'azaabim ba-iisim bimaa kaanuu yafsuquun

"Maka setelah mereka melupakan apa yang diperingatkan kepada mereka, Kami selamatkan orang-orang yang melarang orang berbuat jahat dan Kami timpakan kepada orang-orang yang zalim siksaan yang keras, disebabkan mereka selalu berbuat fasik."
(QS. Al-A'raf 7: Ayat 165)

Al A'raf 155 - 157

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:


وَا خْتَا رَ مُوْسٰى قَوْمَهٗ سَبْعِيْنَ رَجُلًا لِّمِيْقَا تِنَا ۚ فَلَمَّاۤ اَخَذَتْهُمُ الرَّجْفَةُ قَا لَ رَبِّ لَوْ شِئْتَ اَهْلَـكْتَهُمْ مِّنْ قَبْلُ وَاِ يَّايَ ۗ اَ تُهْلِكُنَا بِمَا فَعَلَ السُّفَهَآءُ مِنَّا ۚ اِنْ هِيَ اِلَّا فِتْنَـتُكَ ۗ تُضِلُّ بِهَا مَنْ تَشَآءُ وَتَهْدِيْ مَنْ تَشَآءُ ۗ اَنْتَ وَلِيُّنَا فَا غْفِرْ لَـنَا وَا رْحَمْنَا وَاَ نْتَ خَيْرُ الْغَا فِرِيْنَ

wakhtaaro muusaa qoumahuu sab'iina rojulal limiiqootinaa, fa lammaaa akhozat-humur-rojfatu qoola robbi lau syi-ta ahlaktahum ming qoblu wa iyyaay, a tuhlikunaa bimaa fa'alas-sufahaaa-u minnaa, in hiya illaa fitnatuk, tudhillu bihaa mang tasyaaa-u wa tahdii mang tasyaaa, angta waliyyunaa faghfir lanaa war-hamnaa wa angta khoirul-ghoofiriin


"Dan Musa memilih tujuh puluh orang dari kaumnya untuk (memohon tobat kepada Kami) pada waktu yang telah Kami tentukan. Ketika mereka ditimpa gempa bumi, Musa berkata, "Ya Tuhanku, jika Engkau kehendaki, tentulah Engkau binasakan mereka dan aku sebelum ini. Apakah Engkau akan membinasakan kami karena perbuatan orang-orang yang kurang berakal di antara kami? Itu hanyalah cobaan dari-Mu, Engkau sesatkan dengan cobaan itu siapa yang Engkau kehendaki dan Engkau beri petunjuk kepada siapa yang Engkau kehendaki. Engkaulah pemimpin kami, maka ampunilah kami dan berilah kami rahmat. Engkaulah pemberi ampun yang terbaik.""

(QS. Al-A'raf 7: Ayat 155)

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:


وَا كْتُبْ لَـنَا فِيْ هٰذِهِ الدُّنْيَا حَسَنَةً وَّفِى الْاٰ خِرَةِ اِنَّا هُدْنَاۤ اِلَيْكَ ۗ قَا لَ عَذَا بِيْۤ اُصِيْبُ بِهٖ مَنْ اَشَآءُ ۚ وَرَحْمَتِيْ وَسِعَتْ كُلَّ شَيْءٍ ۗ فَسَاَ كْتُبُهَا لِلَّذِيْنَ يَتَّقُوْنَ وَيُؤْتُوْنَ الزَّكٰوةَ وَا لَّذِيْنَ هُمْ بِاٰ يٰتِنَا يُؤْمِنُوْنَ 

waktub lana fii haazihid-dun-yaa hasanataw wa fil-aakhiroti innaa hudnaaa ilaiik, qoola 'azaabiii ushiibu bihii man asyaaa, wa rohmatii wasi'at kulla syaii, fa sa-aktubuhaa lillaziina yattaquuna wa yu-tuunaz-zakaata wallaziina hum bi-aayaatinaa yu-minuun


"Dan tetapkanlah untuk kami kebaikan di dunia ini dan di akhirat. Sungguh, kami kembali (bertobat) kepada Engkau. (Allah) berfirman, "Siksa-Ku akan Aku timpakan kepada siapa yang Aku kehendaki dan rahmat-Ku meliputi segala sesuatu. Maka, akan Aku tetapkan rahmat-Ku bagi orang-orang yang bertakwa, yang menunaikan zakat, dan orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat Kami.""

(QS. Al-A'raf 7: Ayat 156)


Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:


اَ لَّذِيْنَ يَتَّبِعُوْنَ الرَّسُوْلَ النَّبِيَّ الْاُ مِّيَّ الَّذِيْ يَجِدُوْنَهٗ مَكْتُوْبًا عِنْدَهُمْ فِى التَّوْرٰٮةِ وَا لْاِ نْجِيْلِ يَأْمُرُهُمْ بِا لْمَعْرُوْفِ وَيَنْهٰٮهُمْ عَنِ الْمُنْكَرِ وَيُحِلُّ لَهُمُ الطَّيِّبٰتِ وَيُحَرِّمُ عَلَيْهِمُ الْخَبٰٓئِثَ وَيَضَعُ عَنْهُمْ اِصْرَهُمْ وَا لْاَ غْلٰلَ الَّتِيْ كَا نَتْ عَلَيْهِمْ ۗ فَا لَّذِيْنَ اٰمَنُوْا بِهٖ وَعَزَّرُوْهُ وَنَصَرُوْهُ وَ اتَّبَـعُوا النُّوْرَ الَّذِيْۤ اُنْزِلَ مَعَهٗۤ ۙ اُولٰٓئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُوْنَ

allaziina yattabi'uunar-rosuulan-nabiyyal-ummiyyallazii yajiduunahuu maktuuban 'ingdahum fit-taurooti wal-ingjiili ya-muruhum bil-ma'ruufi wa yan-haahum 'anil-mungkari wa yuhillu lahumuth-thoyyibaati wa yuharrimu 'alaihimul-khobaaa-isa wa yadho'u 'an-hum ishrohum wal-aghlaalallatii kaanat 'alaihim, fallaziina aamanuu bihii wa 'azzaruuhu wa nashoruuhu wattaba'un-nuurollaziii ungzila ma'ahuuu ulaaa-ika humul-muflihuun


"(Yaitu) orang-orang yang mengikuti Rasul, Nabi yang ummi (tidak bisa baca tulis) yang (namanya) mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada pada mereka, yang menyuruh mereka berbuat yang makruf dan mencegah dari yang mungkar, dan yang menghalalkan segala yang baik bagi mereka dan mengharamkan segala yang buruk bagi mereka, dan membebaskan beban-beban dan belenggu-belenggu yang ada pada mereka. Adapun orang-orang yang beriman kepadanya, memuliakannya, menolongnya, dan mengikuti cahaya yang terang yang diturunkan kepadanya (Al-Qur'an), mereka itulah orang-orang beruntung."

(QS. Al-A'raf 7: Ayat 157)

Rabu, 20 November 2024

deep collector

Dia menagih nagih tak mau pindah
layaknya deepcollector gedor rumah
seakan puasa menunggu berbuka
tak lengkap semua bila dia tak ada

dia seperti obat anti menggila
seakan kacau dunia bila tanpanya
padahal biasa saja tapi ada drama
ada dilema di semesta jiwa raga 

hidup seperti dipinggir jurang
jatuh mati atau tenggelam berkubang
seperti babi jalan yang jalang
tersesat kembali berharap jalan pulang

lalu begitu lagi terulang lagi
seperti mimpi izanagi 
malu tak malu munafik ini
seperti pengkhianat busuk hati

Senin, 04 November 2024

Hamba Sahaya

Aku ini pengemis tak punya apa apa
fakir miskin hina dina 
melalui jalan kehinaan 
Aku terima segala pemberian

Apa yang kusandang adalah titipan
nafasku hari ini adalah pemberian
tak perlu banyak tanya protes tak terima
aku tak berkuasa Dia pengendali segala

Aku ini tak berdaya tiada daya upaya
jiwaku hatiku di genggamannya 
tiada tempat bernaung tiada tempat cerita
kecuali hanya padaNya

Aku ini budak yang tak punya hak 
terserah Tuan aku tak boleh berontak
karena aku yakin Tuanku baik
diseluruh alam dialah majikan terbaik


Masih Kau Beri Kesempatan

hal yang paling aku takuti 
adalah mati dalam 
keadaan suul khotimah

mati dalam keadaan 
marah karena tidak ridho
dengan takdir dan ketentuanNya

sekarang aku syukuri
bila Kau tidak mencabut nyawaku
saat aku sedang berdosa 

celakalah aku ruginya aku
bila sedang bermaksiat 
kau tarik nyawa dari raga

maka aku syukuri 
bila kesialan datang
karena meluruhkan kerak dosa

maka apalagi yang tersisa dariku
kecuali rasa syukur
masih kau beri kesempatan

untuk menerima semua
untuk menjalaninya dengan sukacita
merayakan dan merawat kehidupan

manusia (tausiyah UAH)

fasik = membangkang
baik ditutup jahat = balasa = iblis

nama manusia dlm al quran

1.basyhar = manusia / menata nafsu
2.insan = kehidupan sehari hari pribadi
3.ins pasangan jin = nampak /manusia baik /lembut =Akhlak
4.bani adam = biologi
4.nas = hub sosial

Sabtu, 02 November 2024

Pembela Nafsu

sebenarnya yang aku bela itu 
adalah nafsuku ego ku
ada aku menempel dimanapun
karena itu aku sakit hati
aku menempel di gelarku
aku menempel di pekerjaanku
aku menempel di jabatanku
aku anggap semua
yang berkaitan denganku 
itu adalah aku

padahal yang aku bela itu 
adalah nafsu ku ego ku 
lalu jika aku sakit jika aku gagal
jika aku tidak dihargai
aku menyalahkan orang
aku membenci orang
aku kecewa sakit hati
ooh betapa menyedihkannya
aku menyerahkan remote control
kebahagiaanku pada kata orang
bahkan sampai menyalahkan Tuhan

Di dalam firmannya tersebar
bahwa Tuhan tak pernah
mendzalimi hambanya
aku sendiri yang jahat
aku sendiri yang membuat 
diriku jatuh dan sakit
aku sendiri yang memanjakan nafsuku
aku lupa dengan ruhku 
kesejatian diriku 
indera ini tubuh ini
bukanlah aku
aku adalah ruh
yang cenderung 
mencari Tuhan
namun aku memanjakan bisikan
bisikan bisikan dalam pikiran
yang riuh berisik bagai topan
ruh yang terlupakan 
Ruh yang tujuannya hanya Tuhan