Jumat, 06 Desember 2024

orang awam bicara ruh, nafsu, kesadaran & setan

ini catatan iseng saja
gak penting hanya sekedar dokumentasi
mendeskripsikan perasaan lewat pikiran
bukan argumen kebenaran 
hanya catatan kenangan

kita bahas soal ruh
jelas dalil hanya Allah yang tau
ini hanya perasaan yang saya rasakan
apakah ruh ini ??

Aku kamu manusia 
sudah pasti ada ruh
hanya sebagai pengamat
dan saya amati rasa ini
sudah kesekian kalinya
bukan mau pamer atau sombong
setiap koneksi ke Allah 
misal aku zikir atau doa yang khusyuk
tiba tiba air mata meleleh tak terencana
rasa di dada seperti rindu 
seperti membuncah 
seperti mencari tempat kembali
momen momen yang kuingat
ada mungkin sekitar 3 kali 
dzikir di motor alhamdulillah
lailahailallah , 
momen besar saat dengar
di motor via yutub
dzikir majelis idrisiyah
nangis tumpah seperti bayi
menyebut hu Allah 
sampai merinding
momen besar lainnya
awal awal belajar zikir
gairah tahajud ngaji yang besar
sampai sampai menggerakan badan
seusai menangis mencari masjid
untuk subuhan 
seperti sesuatu yang ingin bergerak
sesuatu yang diam 
yang lembut meminta ingin kembali 
mungkin itu adalah ruh
lebih seperti naluri, dorongan
kearah Tuhan

Dan Aku simpulkan soal nafsu
itupun sama seperti ruh
berupa dorongan naluri
diam tapi menggerakan
namun lebih kearah 
kebutuhan jasad
naluri kehewanan

lalu siapa yang berbisik 
ide ide obrolan  dikepala ini
kupikir ini yang disebut kesadaran
yang bernama aku
yang kadang setan ikut nimbrung
memberi bisikan bisikan
lintasan lintasan pikiran yang buruk

jadi ada dua macam dorongan :
1. Ruh ,   2.Nafsu

dan aku adalah :
kesadaran ini 
pikiran ini 
si penyaksi

dan di aku inilah 
setan bermain di pikiran
itulah gunanya zikir

Rabu, 04 Desember 2024

Yang Viral Hujan Cacian


Tuhan tak pernah menzalimi hambanya
jika ada hal yang buruk menimpa mereka
itu karena ulah mereka sendiri

perihal Nissa Sabyan, Agus donasi
yang terbaru gus miftah
mereka semua di sayang Allah
karenanya dibayar kontan
dengan cacian hinaan netizen
netizen 62 seperti ikan piranha
apa apa yang buruk 
viral langsung nyambar
perilaku mereka mungkin 
memang buruk - ada salahnya
tapi kita manusia tiada yang sempurna
tiada yang luput dari dosa
hanya Tuhan masih menutupi saja 

bisa saja karena ada kebaikan 
ada doa ada iman di dada mereka
tapi masih ada keburukan besar 
maka cara Tuhan menghapus dosa
dengan memberi mereka kesulitan
musibah, guncangan, kesedihan, hinaan
agar mereka bisa mengambil hikmah
dan menemukan jalan kembali

toh kita gak tau 
akhir nasib kita bagaimana
yang baik bisa jadi buruk
yang buruk bisa jadi baik
atau selalu istiqomah
atau terputus hidayah
kita tak tau akhir kita
yang kita tau teruslah
berusaha menjadi baik
dan hanya kepada Nya lah 
kita berserah



Selasa, 26 November 2024

Al A'Raf 163 - 165

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

وَسْــئَلْهُمْ عَنِ الْـقَرْيَةِ الَّتِيْ كَا نَتْ حَا ضِرَةَ الْبَحْرِ ۘ اِذْ يَعْدُوْنَ فِى السَّبْتِ اِذْ تَأْتِيْهِمْ حِيْتَا نُهُمْ يَوْمَ سَبْتِهِمْ شُرَّعًا وَّيَوْمَ لَا يَسْبِتُوْنَ ۙ لَا تَأْتِيْهِمْ  ۛ  كَذٰلِكَ  ۛ  نَبْلُوْهُمْ بِمَا كَا نُوْا يَفْسُقُوْنَ
was-al-hum 'anil-qoryatillatii kaanat haadhirotal-bahr, iz ya'duuna fis-sabti iz ta-tiihim hiitaanuhum yauma sabtihim syurro'aw wa yauma laa yasbituuna laa ta-tiihim, kazaalika nabluuhum bimaa kaanuu yafsuquun

"Dan tanyakanlah kepada Bani Israil tentang negeri yang terletak di dekat laut ketika mereka melanggar aturan pada hari Sabat, (yaitu) ketika datang kepada mereka ikan-ikan (yang berada di sekitar) mereka terapung-apung di permukaan air, padahal pada hari-hari yang bukan Sabat ikan-ikan itu tidak datang kepada mereka. Demikianlah Kami menguji mereka disebabkan mereka berlaku fasik."
(QS. Al-A'raf 7: Ayat 163)

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

وَاِ ذْ قَا لَتْ اُمَّةٌ مِّنْهُمْ لِمَ تَعِظُوْنَ قَوْمًا ۙ ٱلـلّٰهُ مُهْلِكُهُمْ اَوْ مُعَذِّبُهُمْ عَذَا بًا شَدِيْدًا ۗ قَا لُوْا مَعْذِرَةً اِلٰى رَبِّكُمْ وَلَعَلَّهُمْ يَتَّقُوْنَ
wa iz qoolat ummatum min-hum lima ta'izhuuna qoumanillaahu muhlikuhum au mu'azzibuhum 'azaabang syadiidaa, qooluu ma'zirotan ilaa robbikum wa la'allahum yattaquun

"Dan (ingatlah) ketika suatu umat di antara mereka berkata, "Mengapa kamu menasihati kaum yang akan dibinasakan atau diazab Allah dengan azab yang sangat keras?" Mereka menjawab, "Agar kami mempunyai alasan (lepas tanggung jawab) kepada Tuhanmu, dan agar mereka bertakwa.""
(QS. Al-A'raf 7: Ayat 164)


Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

فَلَمَّا نَسُوْا مَا ذُكِّرُوْا بِهٖۤ اَنْجَيْنَا الَّذِيْنَ يَنْهَوْنَ عَنِ السُّوْٓءِ وَاَ خَذْنَا الَّذِيْنَ ظَلَمُوْا بِعَذَا بٍۢ بَـئِيْسٍ بِۢمَا كَا نُوْا يَفْسُقُوْنَ
fa lammaa nasuu maa zukkiruu bihiii angjainallaziina yan-hauna 'anis-suuu-i wa akhoznallaziina zholamuu bi'azaabim ba-iisim bimaa kaanuu yafsuquun

"Maka setelah mereka melupakan apa yang diperingatkan kepada mereka, Kami selamatkan orang-orang yang melarang orang berbuat jahat dan Kami timpakan kepada orang-orang yang zalim siksaan yang keras, disebabkan mereka selalu berbuat fasik."
(QS. Al-A'raf 7: Ayat 165)

Al A'raf 155 - 157

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:


وَا خْتَا رَ مُوْسٰى قَوْمَهٗ سَبْعِيْنَ رَجُلًا لِّمِيْقَا تِنَا ۚ فَلَمَّاۤ اَخَذَتْهُمُ الرَّجْفَةُ قَا لَ رَبِّ لَوْ شِئْتَ اَهْلَـكْتَهُمْ مِّنْ قَبْلُ وَاِ يَّايَ ۗ اَ تُهْلِكُنَا بِمَا فَعَلَ السُّفَهَآءُ مِنَّا ۚ اِنْ هِيَ اِلَّا فِتْنَـتُكَ ۗ تُضِلُّ بِهَا مَنْ تَشَآءُ وَتَهْدِيْ مَنْ تَشَآءُ ۗ اَنْتَ وَلِيُّنَا فَا غْفِرْ لَـنَا وَا رْحَمْنَا وَاَ نْتَ خَيْرُ الْغَا فِرِيْنَ

wakhtaaro muusaa qoumahuu sab'iina rojulal limiiqootinaa, fa lammaaa akhozat-humur-rojfatu qoola robbi lau syi-ta ahlaktahum ming qoblu wa iyyaay, a tuhlikunaa bimaa fa'alas-sufahaaa-u minnaa, in hiya illaa fitnatuk, tudhillu bihaa mang tasyaaa-u wa tahdii mang tasyaaa, angta waliyyunaa faghfir lanaa war-hamnaa wa angta khoirul-ghoofiriin


"Dan Musa memilih tujuh puluh orang dari kaumnya untuk (memohon tobat kepada Kami) pada waktu yang telah Kami tentukan. Ketika mereka ditimpa gempa bumi, Musa berkata, "Ya Tuhanku, jika Engkau kehendaki, tentulah Engkau binasakan mereka dan aku sebelum ini. Apakah Engkau akan membinasakan kami karena perbuatan orang-orang yang kurang berakal di antara kami? Itu hanyalah cobaan dari-Mu, Engkau sesatkan dengan cobaan itu siapa yang Engkau kehendaki dan Engkau beri petunjuk kepada siapa yang Engkau kehendaki. Engkaulah pemimpin kami, maka ampunilah kami dan berilah kami rahmat. Engkaulah pemberi ampun yang terbaik.""

(QS. Al-A'raf 7: Ayat 155)

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:


وَا كْتُبْ لَـنَا فِيْ هٰذِهِ الدُّنْيَا حَسَنَةً وَّفِى الْاٰ خِرَةِ اِنَّا هُدْنَاۤ اِلَيْكَ ۗ قَا لَ عَذَا بِيْۤ اُصِيْبُ بِهٖ مَنْ اَشَآءُ ۚ وَرَحْمَتِيْ وَسِعَتْ كُلَّ شَيْءٍ ۗ فَسَاَ كْتُبُهَا لِلَّذِيْنَ يَتَّقُوْنَ وَيُؤْتُوْنَ الزَّكٰوةَ وَا لَّذِيْنَ هُمْ بِاٰ يٰتِنَا يُؤْمِنُوْنَ 

waktub lana fii haazihid-dun-yaa hasanataw wa fil-aakhiroti innaa hudnaaa ilaiik, qoola 'azaabiii ushiibu bihii man asyaaa, wa rohmatii wasi'at kulla syaii, fa sa-aktubuhaa lillaziina yattaquuna wa yu-tuunaz-zakaata wallaziina hum bi-aayaatinaa yu-minuun


"Dan tetapkanlah untuk kami kebaikan di dunia ini dan di akhirat. Sungguh, kami kembali (bertobat) kepada Engkau. (Allah) berfirman, "Siksa-Ku akan Aku timpakan kepada siapa yang Aku kehendaki dan rahmat-Ku meliputi segala sesuatu. Maka, akan Aku tetapkan rahmat-Ku bagi orang-orang yang bertakwa, yang menunaikan zakat, dan orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat Kami.""

(QS. Al-A'raf 7: Ayat 156)


Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:


اَ لَّذِيْنَ يَتَّبِعُوْنَ الرَّسُوْلَ النَّبِيَّ الْاُ مِّيَّ الَّذِيْ يَجِدُوْنَهٗ مَكْتُوْبًا عِنْدَهُمْ فِى التَّوْرٰٮةِ وَا لْاِ نْجِيْلِ يَأْمُرُهُمْ بِا لْمَعْرُوْفِ وَيَنْهٰٮهُمْ عَنِ الْمُنْكَرِ وَيُحِلُّ لَهُمُ الطَّيِّبٰتِ وَيُحَرِّمُ عَلَيْهِمُ الْخَبٰٓئِثَ وَيَضَعُ عَنْهُمْ اِصْرَهُمْ وَا لْاَ غْلٰلَ الَّتِيْ كَا نَتْ عَلَيْهِمْ ۗ فَا لَّذِيْنَ اٰمَنُوْا بِهٖ وَعَزَّرُوْهُ وَنَصَرُوْهُ وَ اتَّبَـعُوا النُّوْرَ الَّذِيْۤ اُنْزِلَ مَعَهٗۤ ۙ اُولٰٓئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُوْنَ

allaziina yattabi'uunar-rosuulan-nabiyyal-ummiyyallazii yajiduunahuu maktuuban 'ingdahum fit-taurooti wal-ingjiili ya-muruhum bil-ma'ruufi wa yan-haahum 'anil-mungkari wa yuhillu lahumuth-thoyyibaati wa yuharrimu 'alaihimul-khobaaa-isa wa yadho'u 'an-hum ishrohum wal-aghlaalallatii kaanat 'alaihim, fallaziina aamanuu bihii wa 'azzaruuhu wa nashoruuhu wattaba'un-nuurollaziii ungzila ma'ahuuu ulaaa-ika humul-muflihuun


"(Yaitu) orang-orang yang mengikuti Rasul, Nabi yang ummi (tidak bisa baca tulis) yang (namanya) mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada pada mereka, yang menyuruh mereka berbuat yang makruf dan mencegah dari yang mungkar, dan yang menghalalkan segala yang baik bagi mereka dan mengharamkan segala yang buruk bagi mereka, dan membebaskan beban-beban dan belenggu-belenggu yang ada pada mereka. Adapun orang-orang yang beriman kepadanya, memuliakannya, menolongnya, dan mengikuti cahaya yang terang yang diturunkan kepadanya (Al-Qur'an), mereka itulah orang-orang beruntung."

(QS. Al-A'raf 7: Ayat 157)

Rabu, 20 November 2024

deep collector

Dia menagih nagih tak mau pindah
layaknya deepcollector gedor rumah
seakan puasa menunggu berbuka
tak lengkap semua bila dia tak ada

dia seperti obat anti menggila
seakan kacau dunia bila tanpanya
padahal biasa saja tapi ada drama
ada dilema di semesta jiwa raga 

hidup seperti dipinggir jurang
jatuh mati atau tenggelam berkubang
seperti babi jalan yang jalang
tersesat kembali berharap jalan pulang

lalu begitu lagi terulang lagi
seperti mimpi izanagi 
malu tak malu munafik ini
seperti pengkhianat busuk hati

Senin, 04 November 2024

Hamba Sahaya

Aku ini pengemis tak punya apa apa
fakir miskin hina dina 
melalui jalan kehinaan 
Aku terima segala pemberian

Apa yang kusandang adalah titipan
nafasku hari ini adalah pemberian
tak perlu banyak tanya protes tak terima
aku tak berkuasa Dia pengendali segala

Aku ini tak berdaya tiada daya upaya
jiwaku hatiku di genggamannya 
tiada tempat bernaung tiada tempat cerita
kecuali hanya padaNya

Aku ini budak yang tak punya hak 
terserah Tuan aku tak boleh berontak
karena aku yakin Tuanku baik
diseluruh alam dialah majikan terbaik


Masih Kau Beri Kesempatan

hal yang paling aku takuti 
adalah mati dalam 
keadaan suul khotimah

mati dalam keadaan 
marah karena tidak ridho
dengan takdir dan ketentuanNya

sekarang aku syukuri
bila Kau tidak mencabut nyawaku
saat aku sedang berdosa 

celakalah aku ruginya aku
bila sedang bermaksiat 
kau tarik nyawa dari raga

maka aku syukuri 
bila kesialan datang
karena meluruhkan kerak dosa

maka apalagi yang tersisa dariku
kecuali rasa syukur
masih kau beri kesempatan

untuk menerima semua
untuk menjalaninya dengan sukacita
merayakan dan merawat kehidupan