Selasa, 10 Agustus 2021

seorang monster merenung

mereka kawin dengan derita
Sudah terlihat susah 
Beban datang bertambah
Rela dijalani dengan pasrah

Mereka tak meninggalkan
Walau terjal terus berjalan 
menjaga amanat dengan tenang
Meski Bukit dipunggung menekan 

Mereka sederhana
Menghirup udara 
Makan apa yang ada
Bersyukur masih bernyawa

Tapi si monster sungguh manja
Panas sedikit mencela surya
Bertanya tentang mengapa ini semua
Hakim buta berbangga tiada guna

Tapi si monster menjelma sengkuni
Tak mensyukuri nikmat diberi
Kehidupan dia buat jelimet sendiri
Karena nafsu dan batu diri

Senin, 09 Agustus 2021

seorang yang bertanya bagaimana dunia bekerja

Seorang yang bertanya 
Bagaimana dunia bekerja

Jika didunia hewan 
semua punya peran
Dari lebah menghasilkan madu
Terserbuk bunga oleh Kupu

Di biologi semua dalam darah
transportasi data membawa udara
Hormon hormon memberitakan
Pusat syaraf sebagai keputusan

di dunia manusia semua bermula
Dari kesombongan & darah tertumpah
Dari kepentingan nafsu membuncah
Begitu Dunia bekerja - masa kemasa

seorang monster

Berlama lama di depan kaca
Memantau dari berbagai jendela
Laksana elang mengamati diangkasa 
Namun abaikan gajah dipelupuk mata

Kau sudah seperti ini 
Monster yang memiliki hati
Entah apa guna fungsi 
kilaukan batu sucinya diri

kau sistem dalam dunia busuk ini
parasit narsis mulia lestari
Tidak membawa perbaikan
kehancuran & topeng pencitraan



Minggu, 08 Agustus 2021

Seorang yang menganjingkan hidup

Seperti kue tart jatuh ke lantai
Kue untuk kebersamaan dalam santai
Hancur berkeping meninggalkan noda
Namun tak terhapus jua karena luka

Lebih tepatnya luka kehidupan
Paku yang terlanjur ditancapkan
Yang tertinggal Bukan dendam
Bekas mendalam kenangan kelam

Sekarang kemana aku berlari
Seperti tak menginjak bumi
Anak durhaka terlabeli
Kemanapun aku pergi

Iya..mereka pada akhirnya 
Membuat anaknya jadi durhaka
Penyesalan tak terkira
Tak bisa memaafkan diri hamba

Ketidaksabaranku menjadi petaka
Sebotol minuman cola 
di guncang paksa seketika
Mulut terbuka buih terlontar semua

Semua dikeluarkan seperti lava segar
Atau tembakan petasan vulgar
Pengulangan kata yang menyakitkan
Menjadi senjata makan tuan

( semua terjadi tiap kali kumeminta dikuatkan utk menjadi manusia sabar)


Senin, 19 Juli 2021

sebuah cerita tentang virus II

Ah luka luka lama 
koreng koreng tubuh
Menjelma muka
Bernama corona
Sebarkan was wis 
minal jinnati wa naas

Ah kekompenian ayahanda
Membuka bobroknya jiwa
Akan rumahmu ber sumur coklat
WC burik kran pam diikat
Sudah biasa si sahaya renta
Membawa air dari kostan tua
Kerumah japan cahya asia

Tentang adat gober yang bakhil
Gubuk lapuk takut uang cair
Si mama tua belanja saban hari
Mencari lauk segar antisipasi
Ada kulkas hidup malamnya mati
Yang dimasak ikan goreng basi

Mama bertahan dengan si medit
Karena wabah kita semua sakit
Aku hanya bisa mengkhayal selangit
Andai dia berfikir sedikit
Membangun rumah kecil dilahan sempit
agar anak2nya merawat tak sulit

Rumah dua toilet dua kamar
Airnya lancar berkran putar
Mata airnya dari sumur bor
Atap rangka rapih tak bocor

Rumah yang sehat 
sirkulasi udara tepat
Pagi hari minum coklat
Ada asisten RT merawat

Kau lelaki menuju senja
Mengapa tidak mengejar bahagia
Membahagiakan orang nan setia
Mengabdi padamu hingga menua

Oi apa arti hidup puluhan tahun itu
Oi...


Jumat, 16 Juli 2021

sebuah cerita tentang virus

Memegang kotak ajaib dalam rebahan
Kemarahan kebencian penghakiman
Beginikah sifat asli kita nan buas
kepahitan yang bisa kuliat di medsos

Mengisi masa ini dengan terkapar
sakit yang menular memutar 
Masih ada satu kesyukuran 
Aku masih bisa bertahan

Sementara diluar sana mereka
Ada yg rela dipenjara 3 hari saja
Daripada harus bayar denda 5 juta
Ada juga yg barang daganganya disita

Ada yang bisa melawan 
dengan kata kata menghujam
Bapak enak berseragam 
Bubarkan dagangan

Kami pak gak dagang gak bisa makan
Bapak enak masih ada gaji
bayar anak sekolah & berbagai kebutuhan
Kalau gak dagang darimana rezeki

Mereka tak dapat solusi 
Tubuh menggigil menahan kaki
Bantuan yang datang tak mencukupi
Sementara aku terkapar disini

Minggu, 04 Juli 2021

Kebingungan & Dosa

“Barangsiapa yang bangun di pagi hari 
dan hanya dunia yang dipikirkannya, 
sehingga seolah-olah tidak melihat 
hak-hak Allah dalam dirinya, 
maka Allah akan menanamkan empat penyakit: 
1. kebingungan yang tiada putus-putusnya, 
2. kesibukan yang tidak pernah ada ujungnya, 
3. kebutuhan yang tidak pernah terpenuhi, 
4. khayalan yang tidak berujung” 
(HR. Thabrani).


 “Laa ilaaha illaa anta, subhaanaka, innii kuntu minadz dzaalimiin”. (Artinya: Tidak ada Tuhan yang berhak disembah kecuali Engkau (ya Allah), Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk di antara orang-orang yang berbuat zalim/aniaya)